My Sweet Home

SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA

✿.。.:* *.:。.✿•.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸
Assalamu'alaikum sahabat-sahabat ku semua dan semua para teman-teman akhwat serta pembaca pada umumnya, apa kabar hari ini?.. Semoga semakin sehat, ceria, bahagia dengan wajah penuh senyuman. Ada sebuah cerita evi baca, mungkin berguna untuk kita share.. Habis menarik sih isinya heheheheh :)
✿.。.:* *.:。.✿•.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸¸.•.

SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA
Nikah Vol. 4, No. 6, September 2005
by : Sutikno bin Tumingan

Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.

Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.

Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.

Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan.

Apalagi mengharap suami yang full romantis di antara sekian beban yang ditanggungnya. Suami kita hanyalah laki-laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang berbeda dengan kita. Mereka seperti kita juga, punya banyak kelemahan di samping kelebihannya.

Lantas apakah harus kecewa kalau sudah dapat suami tapi masih jauh dari harapan waktu muda? Tidak juga. Hal terpenting adalah jangan lagi berandai-andai dan mengeluh. Berpikirlah progresif, jangan regresif. Pikirkan solusi, jangan mempertajam konflik atau mendramatisir keadaan. Komunikasikan apa yang ada dalam benak kita dalam situasi terbaik.

Fitrah wanita dengan porsi perasaan yang lebih dominan seharusnya menjadikan kaum hawa lebih pintar memilih waktu curhat yang tepat. Sikap “nrimo” atas kekurangan suami bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.

Konsepnya semakin Anda melihat perbedaan, semakin terluka hati ini (self-fulfilling prophecy). Jadi, carilah titik persamaan untuk meraih kebahagiaan. Dan ingat, dari sekian akhwat yang ada, Andalah yang terpilih untuk menjadi belahan hatinya. Karena itu cintailah suami Anda apa adanya.

Bagi para akhwat yang belum menikah, tetaplah “memanusiakan” manusia. Para ikhwan itu adalah seperti diri kita juga. Mereka bukan Superman. Ingat pula bahwa jodoh ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetaplah perbaiki diri baik secara dien maupun fisik. Masalah siapa suami dan bagaimana sosok suami kita kelak adalah hak prerogatif Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Singkirkan sederetan tuntutan “super” bagi calon suami. Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Percayalah pada janji Allah, bahwa suami yang baik adalah untuk istri yang baik pula, insya Allah. Lagi pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan dalam salah satu haditsnya bahwa memilih suami adalah karena ketinggian agama dan akhlaknya, bukan prioritas sekunder lainnya.

Akhir kata, yuk, sembari menyeruput teh panas, kita ganti topik menjadi ~Bagaimana menjadi istri ideal.~ Wallahu a’lam.
(Ummu Aisyah).

✿.。.:* *.:。.✿•.¸¸.•´¯`•.♥.•´¯`•.¸

Kumpulan Pendapat teman-teman evi di Facebook (evi_andriani55@yahoo.com):

- pandangan objektif dari seorang akhwat. sgt jarang sekarang ada akhwat yg berpikiran begitu, mgk ini salah satu ciri mar'atussholihah. semoga Allah menetapakan suami yg terbaik untukmu ukhty, sehingga kelak kalian bisa berkata,"Baity jannaty...."

- sepakat mb...ikhwan juga manusia...yang semoga dalam proses menujukebaikan...hmmm.
tapi menarik juga klo akhwat sering manaruh harapan klo ikhwan itu "super", tapi terkadang beberapa ikhwan juga demikian loo mb hehehehe...
hmmm....
klo masalah harapan tidak sesuai dengan ralita,sepakat juga dengan penulis..fokus pada persamaan bukan pada perbedaan..ada artikel yang bilang yang penting manajemen perbedaannya....... Read more
bagaimana menyikapi perbedaan2 yang ada..menjadikan perbedaan itu suatu alasan untuk saling melengkapi...hohoho bahasanya..bukan sebaliknya....
emang dari jaman kakek saya masih muda sampe sekarang g bosen2nya bahas masalah jodoh...
yang penting...bisa nrima klo yang qita hadapi adalah teman sepanjang masa..dunia akhirat...bukan musuh...:P

-
Alami & manusiawi, kita manusia yang hidup di dunia dengan segala kemanusiaannya
yang penting bukan pasangan ideal tapi justru pasangan yang cocok dengan kita, yang mau saling memberi dan berbagi.
dan Hanya Allah yang Maha Tahu Isi Hati Manusia
Sholat Istikharoh dan doa adalah jalan utama untuk menemukan pasangan yang cocok

- Assalamu alaikum Evi?
Evi tidak semua lelaki pada jaman sekarang menuntut wanita harus 'super'.
Sebenarnya kalo menurut Apunk, lelaki mencari wanita yang dapat memberika rasa damai dan bahagia. Percuma kalo lelaki mempunyai pasangan wanita, yang cantik, yang pintar, yang kaya tetapi tidak memberikan rasa damai dan bahagia.
Evi. . . . . .
Lelaki jika tidak kuat mental dan imannya akan merasakan tekanan batin bila dia mendapatkan wanita yang lebih segala-galanya dari diri lelaki itu sendiri. Ketimpangan terkadang membuat konflik antar pasangan, sebagai contoh bila seorang lelaki mendapatkan istri yang cantik tentu mempunyai rasa cemburu yang lebih besar bila dibandingkan jika dia mempunyai istri yang biasa-biasa saja.
Kalo menurut Apunk, jika saling menerima dan saling melengkapi tanpa saling menghina kekurangan masing-masing itu dapat membawa kebahagiaan.
Vi . . . .
Apunk memberi pendapat tidak menurut pandangan Agama Kita(Islam)tapi Apunk memberi pandangan secara umum saja. Mungkin ini pendapat Apunk,jika Evi kurang berkenan Apunk minta maaf, karena Apunk tidaklah sempurna dan kesepurnaan hanya milik Allah SWT.
Wassalamu . . . . . .

- Waalaikum salam w. w..
Yang namanya Manusia tidak ada yang Sempurna mba' evi.
hanya Rasullah dan nabi yang mempunya segala2nya dan mereka lah yang sempurna, diatas kesempurnaan itu adalh Allah SWT..

dan saya hanya berbagi ato bernasehat sederhana kalo bisa nirimo juga..
dalam hidup berumah tangga seorang lelaki adalh pemimpin, merangkul istri dan anak2nya sekrang dan kelak nanti, sifat kesabaran sangatlah dibutuhkan, ingat sabar adalh sifat yang mulia, selagi kita bisa bersabar bersabarlah, bahwa sabar itu gak ada batasnya, dan dalam mengambil keputusan sangat penting dalam berbagai masalah, dan ini sangatlah di butuhkan kedewasaan yang matang dan petunjuk dari Allh Swt,

sifat manusia itu adalah saling mengisi apalagi sudah berumah tangga patut kita kerjakan. masa muda adalah sebuah cerita lucu buat anak2 dan cucu kita, berumah tangga adalah tempat berteduh, tempat sanda gurau bersama istri dan anak2, keromntisan bukan sepasang suami istri aja bersama anak2 pun juga romantis,

ingat manusia itu gak ada yang sempurna, dan ingat juga sifat manusia itu gak ada yang sempurna selain Allah dan para wahyu nya..
kita hanya bisa mempertanggung jwabkan selama kita hidup di bumi di akhirat nanti..

Salam santun ka evi..

- manusiawi jika kita memilih yang paling terbaik dari yang terbaik, yang paling sempurna dari yang sempurna, yang paling pilihan dari yang pilihan. namun pertanyaannya, sejauh apa kita menyiapkan diri kita untuk layak mendapatkan yang paling terbaik, paling sempurna, dan paling pilihan itu???

yang paling bijak adalah tidak menyempitkan makna terbaik, sempurna dan pilihan. karena jika disempitkan konotasinya hanya berkutat pada arti yang bagus2 aja secara subjektif tidak secara objektif.

maka jika ane ditanya mau pendamping hidup yang seperti apa????jawabannya sederhana tak perlu cantik wajah tapi cukup mencantikkan hatinya dengan ketakwaan yang luar biasa. tak perlu kaya, namun cukup mengkayakan hatinya dengan ilmu yang bermanfaat, tak perlu pintar namun cukup pintar mengurus suami dan anak-anaknya hingga menjadi kekasih Allah ^_^

simpel kan????hehehehe...

- Menurut saya pribadi,problematika ikhwan pilih akhwat yang super bukan hanya menjangkiti para ikhwan saja akan tetapi akhwatpun ada yg demikian.permasalahannya skrg adalah sejauh mana tingkat pemahaman bagi seorang ikhwan dan akhwat,jg sejauh mana niat suci pernikahan seorang ikhwan dan akhwat itu sndr.setiap diri baik ikhwan maupun akhwat,janganlah berputus asa ataupun tdk percaya dgn setiap qada dan qadar yg Allah sdh tentukan.Kita harus yakin bahwa urusan jodoh sudah ditetapkan dilauful mahfudz.jadi hal itu sdh tdk bisa dipungkiri lagi.klopun ada ikhwan yang mencari akhwat yg super tp Allah SWT blm kehendaki b'jodoh ya tetap saja tdk akan b'jodoh.klopun ada ikhwan yg mencari akhwat yg super dan ia mendapatkannya,percayalah bahwa itu merupakan jodoh yang Allah berikan kpdnya.Jadi skrg,mari kita perkuat iman,luruskan niat dan semangat dlm berikhtiar.wallahu'alam bishshawab

- Semakin baik tingkat pemahaman (fahim), dan keimanan seseorang dia akan memilih harga akhirat dibanding harga dunia, walaupun dalam hadits rosululloh ada kriteria memilih yang cantik..., dan jangan salah pula akhwatpun boleh menolak ikhwan yang memilih2 tersebut dengan alasan perbaiki dulu tarbiyahnya... Yang terbaik hanya dari Alloh, jika cinta hanya melihat harta, harta itu tdk kekal dan punah seiring sepeninggalnya usia, jika cinta berdasar kecantikan, maka kecantikan itu akan pudar seiring bertambahnya usia, jika cinta karena dunia, dunia akan binasa seiring kiamat alkubro, maka cinta karena Alloh tidak akan pernah dikalahkan apapun... intinya perbaiki tingkat keimanan barulah memilih .........

- Jazakillah artikelnya..
Menetapkan kriteria dalam mencari pasangan tentu sah-sah saja. Tentu ada kriteria yang primer dan sekunder. Jangan sampai kita terjebak justru pada kriteria yang sebenarnya sekunder. Memang tidak ada manusia yang sempurna, namun jangan sampai hal ini membuat kita malah mengabaikan kriteria primernya.
Setelah berkeluarga ... Read moretentu harus saling melengkapi, saling memperbaiki dan saling mengokohkan. Jangan sampai kekurangan yang dimiliki, menjadi justifikasi untuk minta ditolerir terus menerus tanpa ada keinginan untuk memperbaiki diri. Berkeluarga adalah membangun kedewasaan dan kesempurnaan bersama.
Allah Maha Tahu, siapa pasangan kita sebenarnya yang terbaik dalam pandangan Allah. Sambil terus berikhtiar, bermohonlah pada Allah untuk dipertemukan kelak dengan pasangan yang menjadi pilihanNYA, bukan berdo'a dengan 'memaksa' Allah agar memenuhi pilihan yang baik menurut kita (padahal belum tentu menurut Allah).

-
Assalamu'alaikum wr. wb.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Ruum : 21)

kuncinya : cenderung & merasa tentram kepadanya...lewat proses yang jujur, syar'i, & mudah sebagai kunci lahirnya kebarakahan...

wallahu'alam bis shawab...
Jazakallah khairan katsiiraan ya Ukhti
Wassalamu'alaikum wr. wb.

- Hmm...kak, sebenarnya, baik ikhwan maupun akhwat, masing2 pasti menginginkan pasangan yg terbaik utk menjadi pendampingnya kelak...dan walaupun pada akhirnya yang menjadi pendampingny tak seperti yang didambanya...

Sebenarny utk membina hubungan pernikahan agar langgeng....intinya hanya TAFAHUM...ya tafahum...saling memahami satu sama lain...

Pabila diantara suami istri sudah mampu menjalani ini, Insya Allah, segala kebaikan dapat diraih, dari kesabaran, keikhlasan, rasa saling memiliki, serta dilaluiny dgn mudah segala perbedaan...... Read more

Ya, itulah TAFAHUM, walau hanya satu kata, tapi implementasinya begitu luas dan maknanya baik yang tersirat maupun tidak begitu sangat terasa bila sudah mampu menjalaninya...

Satu lagi, tetap semangat menuju perubahan, perubahan menjadi insan yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu...
Keep smile belover, dont give up to gain your love in Allah's way...
Subhanallah, itulah indahnya cinta hakiki....^_^

- wah yg komen bnyk yg akhwt pake curhat lg, hehe.. keknya kk ndiri yg udah ummahat ya ;).kk cerita pnglmn aja dech, taujihnya dah komplit.dulu kk gak trlalu bnyk brhrp ttg calon suami.kk berprinsip prbaiki aja kualitas diri mk ALLAH akn mmbri yg kualitas diri.

ALLAH akn mbri yg kualitas diri n imannya gk jauh beda dgn kk.trnyata alhmdllh ALLAH mbri lbh dari yg kk harapkan ;).ttp jaga izzah diri anti ukhti, biarlah ALLAH yg memilihkn yg trbaik utk anti jk saatnya tiba ;)

author

a wife, a mom, a blogger, a survivor of ITP & Lupus, a writer, author, a counselor of ITP & Lupus autoimmune, a mompreuneur, a motivator, a lecturer.