My Sweet Home

Body Cleansing, Mind Cleansing and Soul Cleansing (bagian 2)

MIND Cleansing

Di bagian pertama telah dijelaskan tentang bagaimana membersihkan fisik kita BODY Cleansing. Selain membersihkan tubuh kita, pikiran pun perlu kita bersihkan.
Ada satu kata-kata bijak yaitu :
"Di dalam jiwa yang sehat, di dalam pikiran yang sehat terdapat tubuh yang sehat"
Jika kita kebnyakan berpikir negatif, maka hal itu akan mempengaruhi sel-sel di dalam tubuh kita secara fisik.

Ada perkataan mario teguh yang evi kutip : "Kualitas manusia ditentukan oleh pikiran yang baik sehingga menghasilkan sesuatu yang baik. Hidup dikelola oleh hati kita & hati dikelola oleh pikiran kita. Maka pikirkanlah yang baik-baik, agar hidup kita terkelola dengan dengan baik pula."

Mind cleansing yaitu kita membersihkan dan mencuci pikiran kita.
Seperti dalam firman Allah swt dalam suarat Al-Fushshilat ayat : 33,
"Siapa yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru dijalan Allah, mengerjakan amal shaleh, dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)?'"

Konsekuensi kita sebagai seorang muslim yang beramal shaleh yaitu mengeluarkan perkataan-perkataan yang terbaik (ahsanul qaulan). Sehingga upaya kita kita untuk melakukan mind cleansing yaitu dengan menggunakan bahasa-bahasa yang positif ( positive language ), membiasakan diri untuk menggunakan kalimat-kalimat yang positif ( positive statement ) dan memilih kata-kata yang positif ( positive word ).
Pilihlah kata-kata yang positif dalam berbicara dengan orang lain walaupun kita berhadapan dengan sesuatu yang mengecewakan kita, menyedihkan kita atau mengesalkan kita. Kita membiasakan diri untuk mengucapkan kata-kata yang positif.

Contoh :
Ketika kita sebagai seorang ibu sedang dikecewakan atau dikesalkan akan tingkah anak yang mulai nakal, maka sebaiknya sikap kita sebagai seorang ibu adalah menggunakan bahasa yang positif seperti " Nak, mama akan lebih sayang, lebih cinta kalau kamu bersikap yang baik". Bukan berkata negatif seperti : " Kamu ini anak nakal, kamu ini anak bodoh, kamu ini anak yang tidak bisa diatur ". hal itu sangat berpengaruh pada pola pemikiran kita apalagi anak-anak kita kelak. Padahal kita menginginkan generasi yang berprosen dengna baik, generasi rabbani yang cerdas, pintar, yang dalat menegakkan Din Allah ^_^. (Aduh.. pengen jadi seorang ibu hehehehe)

Contoh lainnya adalah : ketika kita adalah seorang dosen, kita berhadapan dengan mahasiswa yang sudah 3 kali ga lulus ujian, apa yang kita lakukan?? Mungkin kita akan mengatakan : " Wah, ini mahasiswa paling bodoh yang pernah saya temui dalam kampus ini". Kalau kita berkata begitu sebagai dosen maka akan mengotori pikiran kita dan mahasiswa kita, melemahkan kemampuan kerja dan kualitas aktivitasnya. Sebaiknya gunakan positive word, positive statement, and positive language seperti : "Wahai Mahasiswa, wahai anak didikku, kalaukamu gagal kemudian bangkit dari kegagalan, itulah seorang juara sejati. Jangan pernah takut untuk gagal. Yang penting teruslah tetap belajar. Semangat :)". Hal itu dapat membangkitkan optimismenya dan membuat semangat dalam belajar. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Kalimat-kalimat positif juga kita ucapkan saat kita berdzikir kepada Allah swt, saat kita berdo'a dalam solat atau setelah doa dan do'a-do'a yang kita baca setiap saat. Maka saat itu kita telah melakukan MIND Cleansing. Saat kita tasbih, tahmid, dll berarti kita membersihkan pikiran kita, begitu juga saat kita berdoa menengadahkan kepala kita, mengangakat kedua tangan kita berarti doa yang kita sampaikan kepada Allah akan dikabulkan oleh-Nya. Jadi tenanglah kita.

Sahabat, di dalam dunia kedokteran ada istilah hormon adrenalin yaitu hormon yang bisa menaikkan semangat kita dalam melakukan suatu kegiatan dan hormon endorphin yaitu hormon kenikmatan. Saat orang berdzikir dan berpikir, maka dia mencoba memaksimalkan hormon adrenalin dan hormon endorphinnya sehingga senang hatinya (feel enjoy) dan menjadi semangat tinggi (agresivitas) dalam melakukan pekerjaan. Ini manfaat dari kita melakukan MIND Cleansing.

Selain berdzikir untuk membersihkan pikiran juga bisa dengan berpikir terhadap alam semesta, tafakur fii kauni. Ketika kita duduk, melihat ikan menari-nari, melihat tumbuhan hijau, mendengar suara kicauan burung, melihat percikan air yang mengalir dari atas air terjun, sejuknya angin, apa yang kita rasakan?? Itu juga membersihkan pikiran kita. Semakin banyak kita melihat keindahan alam berarti semakin membersihkan pikira-pikiran kita.

Seperti dalam firman Allah surat Ali Imran ayat : 190-191
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Ketika kita membersihkan pikiran kita maka berarti kita juga mnjernihkan pikiran kita sehingga muncullah gagasan-gagasan brilian, muncullah ide-ide yang kreatif, munllah terobasa-terobasan yang inovatif. Jika kita merasa hari ini kurang kreatif,mungkin salah satunya adalah kita terbebani oleh pikiran-pikiran kotor di dalam mind kita. Maka kita harus bersihkan sehinga pikiran jadi jernih dan muncul gagasan cemerlang.

Sahabat, semoga apa yang evi tuliskan ini bermanfaat bagi kita semua. Evi sangat senang dan bersyukur alhamdulillah jika semua sahabat evi senang membacanya dan dapat mempraktekkan. Mari kita sama-sama melakukannya. Apabila evi ada salah dalam kata-kata dan tulisan, mohon di maafkan. Do'a kalian semua tetap evi harapkan.

Jazakumullah khairaan katsiirann
Wassalamu'alaikum wr. wb.

~Evi Andri~
Medan, 25 Januari 2010


bersambung
author

a wife, a mom, a blogger, a survivor of ITP & Lupus, a writer, author, a counselor of ITP & Lupus autoimmune, a mompreuneur, a motivator, a lecturer.