bunga

Nantikan ku di Batas Waktu (Don't Cry, ketika mencintai, tak bisa menikahi)


Nantikan ku di Batas Waktu
~Edcoustic~

Di Kedalaman Hatiku
Tersembunyi Harapan Yang Suci
Tak Perlu Engkau Menyangsikan

Lewat Keshalihanku
Yang Terukir Menghiasi Dirimu
Tak Perlu Dengan Kata-kata

Sungguh Walau ku Kelu
Tuk Mengungkapkan Perasaanku
Namun Penantianmu Pada Diriku
Jangan Salahkan

Kalau Memang Kau Pilihkan Aku
Tunggu Sampai aku Datang
Nanti Kubawa Kau Pergi
Ke Surga Abadi

Kini Belumlah Saatnya
Aku Membalas Cintamu
Nantikanku Di Batas Waktu

Download to http://www.topliriklagu.com/index-of-mp3/g.php?dl=1576371


NB :
Jazakallah khair buat seorang sahabat Evi yang jauh disana telah membuat sebuah keputusan yang baik untuk menjaga kesucian hati menuju suatu kebaikan dunia akhirat. Semoga silaturrahim kita terus terjaga. Salam santun ku pada mu sahabat. Semangat selalu ya dalam aktivitasnya. Semoga Allah melimpahkam rahmat dan berkah padamu, dalam setiap do'a, sujudku dan tahajudku selalu ada do'a untuk mu. Salam juga buat para peri-peri kecil, angel, orang tua yang engkau dan teman-teman didik. Beramal dengan ilmu sungguh karunia yang penuh nikmat.

"Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu."

Ya Allah, di mana lagikah dapat kutemui cinta sejati
kecuali pada cinta-Mu,
Kemana lagikah hati ini harus berlabuh
kecuali pada kasih-Mu,
Jadikanlah hati yang lemah ini ya Allah
tertambat kukuh hanya pada-Mu.
Aku mohon ridha atas segenap keputusan-Mu
kesejukan setelah matiku,
kenikmatan memandang wajah-Mu,
dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu.
Ampunilah diri yang tak berharga ini ya Allah,
Penuhilah kehinaannya dengan keindahan maghfirah-Mu
Amin..

Dalam melampiaskan rasa rindu harus wajar, proporsional serta tidak berlebih-lebihan. Karena Allah juga tidak menyukai sikap atau tindakan yang berlebih-lebihan.

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan" (QS : Al-An'am : 14)

Menahan gejolak hati dan gejolak syahwat dari hal-hal yang tidak di ridhoi juga merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Berat dan memerlukan pengorbanan. Sementara di satu sisi tiada solusi yang dapat dijadikan tempat untuk menumpahkannya. Sambil terus berdoa kepadaNya supaya diberikan kekuatan untuk menjaganya. Sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

"Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengerahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah". (Ar-Ra'du: 37)

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang" (QS. Ar-Ra'd : 28)
"Dan bertasbilah dengan memuji Rabbmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepadaNya pad abeberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)". (QS. Ath-Thur : 48-49)

Dikatakan oleh Jalaludin Rumi :
Jalan para nabi kita adalah jalan cinta
Kita adalah anak-anak cinta
Dan cinta adalah ibu kita

"Ya Rabbi, berikanlah hamba kekuatan dalam menjalani lika liku kehidupan ini. Limpahkanlah kepadanya kasih sayangMu. Belas kasih-Mu. Sehingga padanya selalu ada kebaikan"

Jazakalallah ya..
Kau buat diri ini lebih berprestasi
Kau buat diri ini lebih mandiri
Kau buat diri ini menemukan jati diri
Kau buat diri ini terus semangat dalam bertahan menjadi kuat

Tidak ada maksud bagiku untuk menyusahkanmu
Tidak ada maksud bagiku untuk menyalahkanmu
Aku hanya ingin menjaga kesucian qalbuku
Aku hanya ingin memutus rantai setan yang terus membelenggu

Afwan kalau ada yang salah
Afwan kalau telah mebuatmu susah
Afwan kalau telah menjadikanmu resah
Afwan kalau telah membuatmu gundah dan gelisah

Izinkan diri ini untuk berubah
Aku hanya insan biasa dan lemah
Doakan diri ini supaya tetap istiqomah
Meniti hari-hari di jalan dakwah
Amin..

Kita tetap menjadi saudara seperjuangan
Saudara seiman
Saudara di medan dakwah
Menjadi saudara yang saling mengingatkan,
saling menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran
Demi kebaikan dunia akhirat

"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar" (QS An-Nissa : 40)

Tertolaknya cinta kita boleh jadi merupakan sebuah ujian yang diberikan oleh Allah sebagai sarana untuk mendidik kita supaya lebih dewasa, lebih tangguh dan lebih arif dalam menyikapi sebuah kepahitan. Jikalau kita mampu menahannya. Dengan penuh kesabaran, kesadaran sekaligus keikhlasan. InsyaAllah buahnya akan kita rasakan. Hadapilah kegagalan dengan bibir tetap penuh dengan senyuman.

"Dirimu adalah anugerah Tuhan untukku
Yang pasti kan kusyukuri dan selalu kan ku jaga"

(The Fikr : Bidadari Surgaku)

Jagalah iman karena iman adalah mutiara paling berharga bagi seorang mukmin.

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaaan yang ada pada diri mereka sendiri"
. (QS. Ar-Ra'du : 11)

Inilah kejujuranku
Cintaku padamu tulus dan suci
Cintaku padamu sebening embun pagi
Cintaku padamu seputih melati
Cintaku padamu keluar dari dasar hati
Cintaku padamu seharum kasturi
Cintaku padamu betul-betul murni
Cintaku padamu berlandaskan dien ini
Cintaku padamu karena ingin menjaga kesucian diri
Aku mencintaimu karena Allah
Tapi semua itu perlu bukti dan pengorbanan
Karena itu cinta sejati
Keputusan dari-Nya lah sebagai keputusan yang paling tepat

"Adalah engkau yang aku rindu tuk menjadi bunga di hati ku
Menjadi peneduh qalbu di perjalananku"
(Gradasi : Dinda)

Laki-laki dan wanita diciptakan untuk saling menghiasi dan saling melengkapi


"Ucapkanlah perkataan baik, perlihatkanlah wajah ramah dan tersenyum, sehingga kamu akan menjadi orang paling dicintai Allah". (Hisyam bin Urwah, ulama salaf)

Allah Maha Tahu yang terlintas dalam hati. Jangankan kita telah melakukannnya. Kita berniat saja Allah sudah mencatatnya. Maka dari itu, jika ingin senanatiasa dicatat oleh Allah menjadi hambanya yang berbuat baik. Maka kitapun harus membiasakan diri berbuat baik. Allah berjanji jika kita berniat berbuat baik maka kita sudah mendapatkan pahala.

Hati harus selalu dijaga karena suasana hati selalu berubah. Kadang seseorang kelihatan ceria, namun di lain waktu bisa muram; kadang tertawa, lain waktu menitikkan airmata. Iman pun demikian halnya. Sehingga dikatakan al-imanu yazid wayankus. Iman itu bisa naik bisa juga turun. Itulah iman kita pada umumnya. Syukur bisa mempertahankannya dalam kondisi yazid atau naik.

Kegagalan bukanlah Kehancuran

Seorang pengusaha ternama di Yogyakarta yang memiliki lebih dari dua puluh perusahaan dalam bukunya menulis bahwa ternyata ia pernah mengalami kegagalan dalam hal cinta.
Demikian penuturannya :
"Ketika saya dipecat oleh pacar saya yang kedua kalinya. Saya berusaha tidak mengkambinghitamkan pacar saya tersebut. Saya menyadari bahwa saya hanya mahasiswa FMIPA jurusan Fisika UGM, yang terbukti kalah bersaing dengan mahasiswa teknik Arsitektur UGM.

Sayapun memompa diri belajar komputer secara keras agar nanti menjadi Sarjana Fisika plus ahli komputer. Dengan demikian, posisi tawar saya menjadi lebih baik. Tetapi juga harus tabah mendapati cinta saya ditolak berkali-kali; cinta saya yang ketiga, keempat dan kelima. baru cinta keenam yang sekarang menjadi istri saya.

Hikmah yang saya petik adalah bahwa Allah memilihkan istri terbaik buat saya. Anak saya mendapat penghargaan Medali Emas dalam Lomba Lukis ASEAN dan terpilih menjadi Pelajar Teladan TIngkat SD, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta"


Sahabat, para ikhwah, no woman no cry and no man no cry. Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami, tertolaknya cinta yang kita ajukan, sudah dirancang dan ditulis sedemikian rupa skenarionya oleh Allah. Sehingga tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Daripada kita larut dalam kesedihan, menangis, menyesali diri, patah hati atau bunuh diri lebih baik kita berbaik sangka saja kepada Allah. Yakinlah Allah pasti berikan yang terbaik bagi kita. Yakinlah bahwasanya dunia tidak sesempit yang kita bayangkan.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui)"
(QS. Al Baqarah : 216)

Allah berfirman :
"Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya" (QS. Al-An'am : 152).

InsyaAllah jika kita bertawakkal kepada Allah setelah istikharah, berdoa dan berusaha niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya, menambah rezeki yang tidak disangka-sangka. Seperti yang dijelaskan pada surat At-Thalaq 2-3. Janganlah kita menyalahkan siapapun. Tapi berterimakasih padanya yang tulus karena telah membantu kita merubah diri ini menjadi lebih baik dan berprestasi. Ujian dan cobaan bisa jadi adalah karunia.

Yuk.. kita terus memperbaiki kekurangan diri. Hilangkan kata putus asa dalam kamus pribadi.

Semangat itu laksana matahari yang mengatakan cintanya
Dan purnama yang mengukir huruf-huruf dalam cahayanya


"If you think you can so you can" kata seorang tokoh motivasi. Man Jadda Wajada kata pepatah arab. Jika kau bersungguh-sungguh niscaya kau akan berhasil.

Aku masih mampu berdiri
Aku pasti bisa berprestasi
Akan ku persembahkan sebuah karya indah
Yang akan senantiasa dikenang oleh sejarah
Yes, I can


Jazakumullah khairan kepada semua sahabat-sahabat yang selalu menebar kasih sayang, saling berbagi ilmu dan saling menasehati dalam kebaikan dunia akhirat. Semoga kita semua terus beramal dengan ilmu.
Semoga note ini juga bermanfaat buat kita semua.

Wassalamu'alaikum wr wb.
~Evi Andri~
Depok, 3 Februari 2010


Referensi :
- don't cry, ketika mencintai, tak bisa menikahi
- kata motivasi tingkat tinggi
- La Tahzan
- nasyid oleh google.com

2 komentar untuk "Nantikan ku di Batas Waktu (Don't Cry, ketika mencintai, tak bisa menikahi)"

Terima kasih sudah membaca tulisan saya ini. Mohon setelah membaca, beri komentar di bawahnya.
Silahkan follow IG saya : @eviandriani55 dan Twitter saya : @eviandri55.
Salam santun, Evi.