Sabtu, 27 Maret 2010

Sistem Pernafasan Paru-Paru

Sabtu, 27 Maret 2010
Sistem Pernafasan Paru-Paru
Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah. Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan bantuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 didalam darah diikat oleh haemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh. Dalam tubuh manusia O2 digunakan sel-sel tubuh dalam proses pelepasan energi. Proses tersebut selain menghasilkan energi juga menghasilkan CO2 yang harus dikeluarkan dari tubuh.[2]
Sistem pernafasan berfungsi untuk menyediakan suplai O2 dan mengeluarkan CO2 dari dalam tubuh. proses pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada saat manusia bernafas. Organ-organ yang menjadi bagian sistem pernafasan dapat dilihat pada gambar dibawah:

Gambar 2.1 Organ Sistem Pernafasan [3]

Pada sistem pernafasan, udara dari luar yang banyak mengandung O2 masuk melalui hidung karena tekanan udara di paru-paru lebih rendah daripada tekanan lingkungan luar tubuh. Dari hidung udara masuk ke trachea lalu menuju paru-paru melalui bronchial tube dan bronchiole. Pertukaran O2 dan CO2 antara darah dan udara terjadi di alveoli yang dikelilingi banyak pembuluh darah. Udara di paru-paru yang kini banyak mengandung CO2 dikeluarkan melalui organ pernafasan akibat tekanan paru-paru berubah menjadi lebih tinggi dibandingkan lingkungan luar tubuh. Perubahan tekanan pada paru-paru diatur oleh otot diagfragma, otot dada dan tulang disekitar dada.


Bunyi Pernafasan
Aliran udara yang terjadi pada proses pernafasan di dalam paru-paru menghasilkan suara yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi paru-paru.
Secara umum, suara pernafasan dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1)Bunyi Nafas (Breath Sounds), adalah bunyi yang bangkit dari bernafas, di luar bunyi adventitious, yang didengar atau direkam pada dinding dada, trachea, atau mulut.
2)Bunyi Adventitious (Adventitious Sounds), adalah bunyi singkat yang muncul pada saat bernafas, baik kontinyu maupun tidak kontinyu, yang menandakan bahwa ada gangguan pada pulmonary. Contohnya :suara crackles, suara squawks, suara wheezes.
3)Bunyi Paru-Paru (Lung Sounds), adalah bunyi yang didengar atau terdeteksi di dinding dada atau dada, meliputi sebagian bunyi nafas dan sebagian bunyi adventitious.


Sistem Pernafasan Suara Paru-Paru

Sistem pernafasan dapat dikategoikan menjadi 2 saluran yaitu [4]:
1)saluran atas
2)saluran bawah
Saluran pernafasan atas terdiri dari hidung, paranasal sinus, pharynx, dan larynx. Fungsi dari saluran ini adalah untuk menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara sebelum mencapai unit pertukaran gas. Saluran bawah pernafasan dimulai dari trachea, bronchus utama kanan yang terbagi menjadi 3 lobar atau bagian paru (atas, tengah dan bawah), bronchus kiri yang terbagi menjadi 2 lobar, bronchioli, dan berakhir di alveoli, dimana terjadi pertukaran gas.
Suara paru-paru terjadi karena adanya turbulensi udara saat udara memasuki saluran pernafasan selama proses pernafasan[5]. Turbulensi ini terjadi karena udara mengalir dari saluran udara yang lebih lebar ke saluran udara yang lebih sempit atau sebaliknya. Pada saat inspirasi, udara mengalir dari saluran udara yang lebih luas ke saluran udara yang lebih sempit sehingga turbulensi yang terjadi lebih kuat sedangkan pada saat ekspirasi terjadi sebaliknya. Ini menyebabkan pada saat inspirasi suara yang terdengar lebih keras. Secara umum suara paru-paru dibagi menjadi 3 : suara normal, suara abnormal dan suara tambahan. Suara-suara tersebut dibagi dalam beberapa kategori berdasar pitch, intensitas, lokasi serta rasio inspirasi dan ekspirasi [5].

Suara paru-paru normal terbagi atas 4 kelompok tracheal, bronchial, bronchovesikular dan vesikular[4]. Suara pernafasan tracheal sangat nyaring dan pitch-nya relatif tinggi. Inspirasi dan ekspirasi relatif sama panjang. Suara ini dapat didengar di atas trachea yang agak jarang dilakukan pada pemeriksaan rutin. Suara pernafasan vesikular merupakan suara pernafasan normal yang paling umum dan terdengar hampir di semua permukaan paru-paru. Suaranya lembut dan pitch rendah. Suara inspirasi lebih panjang dibanding suara ekspirasi. Suara vesikular bisa terdengar lebih kasar dan sebagian terdengar lebih panjang apabila ada ventilasi yang cepat dan dalam (misal setelah berolah raga) atau pada anak-anak yang memiliki dinding dada yang lebih tipis. Suara vesikular juga bisa lebih lembut jika pasien lemah, tua, gemuk, atau sangat berotot. Suara bronchial sangat nyaring, pitch tinggi, dan suara terdengar dekat dengan stetoskop. Terdapat gap antara fasa inspirasi dan ekspirasi pada pernafasan, dan suara ekspirasi pada pernafasan, dan suara ekspirasi terdengar lebih lama dibanding suara inspirasi. Jika suara ini terdnegar dimana-mana kecuali di manubrium, hal tersebut biasanya mengindikasikan terdapat daerah konsolidasi yang biasanya berisi udara tetapi berisi air. Terdapat suara pernafasan yang tingkat intensitas dan pitch-nya sedang. Inspirasi dan ekspirasinya sama panjang. Dengan suara bronchi, jika terdengar di mana-mana selain di batang utama bronchus, biasanya mengindikasikan daerah konsolidasi [5].

Selain itu terdapat juga suara paru-paru tambahan yang muncul karena adanya kelainan pada paru-paru yang disebabkan oleh penyakit.

Referensi :
[2] Sibuea, Herdin; Panggabean, Marulam M & Gultom,S.P. (2005). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta. PT Asdi Mahasetya.
[3]Batri, Nadim, “Robust Spectral Parameter Coding in Speech recognition”, thesis, Department of Electrical Engineering, McGill University, Montreal, Canada, 1998.
[4]Kaelin, Mark, “Auscultation: Listening to Determine Dysfunction “. Professionalization of Exercise Physiology online,    An international electronic     journal for exercise physiologists. ISSN 1099-5862, Vol 4 No 8  August, 2001
[5]MVS Pulmonary Auscultation, http://sprojects.mmi.mcgill.ca/mvs/mvsteth.htm
blog comments powered by Disqus