bunga

setiap kata adalah mutiara




Agustus 2009, yang mendekati batas akhir...

"Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, ditengah keagungan-Mu, wahai Rabb ku
"

Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya, cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya

Ya Maula, derukan jiwa dengan hikmah-Mu,
getarkan segala dawai pengetahuan yang mampu
antarkan hamba selami samudera qalbu
dan memandang dunia dengan waspada.


Setiap Kata adalah Mutiara

Gerimis diakhir Malam, setelah zikirku pada-Mu...

Allah jika boleh hitunglah tiap huruf yang saya tulis ini sebagai ibadah,
yang dengan itu semoga Engkau berkenan mengizinkan saya ke bait-Mu

Karena Cinta ::.
CintaNyalah yang membuatku tetap di sini CintaNyalah yang membuatku tetap bertahan, mengarungi samudra kehidupan yang begitu luas Aku tak ingin kehilangan cinta itu...cinta yang abadi, cinta yang selalu ada.. ALLAH...aku ingin mencintai-Mu dengan sederhana Seperti yang tak sempat diucapkan kayu pada api Yang membuatnya menjadi abu Seperti yang tak sempat diucapkan awan pada hujan Yang membuatnya jatuh dan tiada...

Alhamdulillah, setelah beberapa pekan mengenal seorang bunda, mbak, kakak, teman, sahabat dari pulau seberang banyak pengalaman, pengetahuan, wawasan dan pelajaran bermanfaat saya dapat dari beliau dengan berbagai keahlian yang dimiliki.

Subhanallah...makhluk Allah memang unik...sebuah pelajaran yang saya dapat dari seorang teman, sahabat yang baru di kenal dalam suatu seminar ilmiah tentang aplikasi kimia dalam kehidupan, kebetulan waktu itu beliau sebagai pembicaranya, akhirnya setelah terlibat beberapa diskusi dengan beliau kita jadi sering chat, sms, telpon ataupun jumpa diberbagai aktivitas yang sama sehingga banyak waktu kita dapat bersama, entah itu curhat tentang pekerjaan, penelitian, keluarga atau apa saja yang membuat kita sering berdikusi tapi ada satu pesan beliau yang mengandung hikmah..

Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri saja, Iffa..

Lebih kurang begitu hikmah yang saya dapat dari cerita kehidupan beliau, Mba' Dewi seorang Dokter, Peneliti, Dosen, dan juga seorang Ibu rumah tangga. Saya berdoa biasa aja, dimulai dari memohon ampun bagi diri sendiri, orang tua dan orang2 terdekat tetapi ada kejadian yang membuat saya jadi ingin berdoa bagi seluruh umat, orang2 baik bahkan yang jahat sekalipun..” beliau kemudian menuturkan pengalamannya.

Sosok cantik yang kebagusan pribadinya telah menyapa banyak orang dalam sujud2nya kepada Allah? Sempat membuat saya terperangah haru. Lalu doa seperti apa yang dengan tulus selalu membasahi lisannya, dalam kesempatannya berdekatan dengan sang Khaliq?

Ya Allah jauhkan aku dari pekerjaan dan orang2 yang menjauhkan hamba dengan-Mu
Sederhana, singkat namun penuh makna bagi saya. Sebait doa yang membuat saya tertunduk malu, saya bukan siapa2 dibandingkan beliau tetapi betapa saya lalai dari meminta-Nya melindungi saya dengan doa seperti itu.
sungguh mulia pribadimu, semoga Allah selalu melindungimu setiap saat.

Setiap sahabat menampilkan dunia dalam diri kita, suatu dunia mungkin te' ada jika sahabat itu tak muncul dan hanya lewat pertemuan itu sebuah dunia akan lahir, genggam tangan sahabatmu selama waktu sulit, biar dia temukan cinta melalui senyuman tapi juga tahu saat tiba waktunya tuk merelakan karena kita semua harus belajar tuk tumbuh, cara terbaik tuk menyenangkan diri sendiri
ketika kita membahagiakan sahabat kita.

Belakangan sebuah hadist yang saya temukan membuat saya lebih banyak memasukan nama2 dalam doa saya, karena setiap hari selalu ada yang membutuhkan doa2 kita. Dan saya percaya ada kebaikan yang telah menanti bagi kita yang senang mendoakan orang lain.
diatas orang yang berdoa ada malaikat yang mewakili, setiap seorang muslim mendoakan saudaranya pada kebaikan maka malaikat yang mewakili itu berkata:’ juga untukmu seumpamanya.” (HR Muslim)

Subhanallah...
Ketika kita merasa tak cukup baik dan karenanya sering diselipi keraguan akan terkabulnya doa, maka saatnya bukan hanya meminta doa dari orang lain tetapi mencari saudara seiman yang sedang mendapatkan ujian serupa lalu mulai menyusun doa panjang dan khusyu untuknya. Agar malaikat yang tak pernah lepas bertasbih dan menyembah-Nya yang senatiasa suci dari salah dan khilaf juga mendoakan kita.

Ya..
Sebab berdoa senatiasa mendekatkan kita pada Allah,
sebab bersama Allah tak ada jalan buntu..

Jadikan diri ini bagai pohon yang rindang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu bakar.

Salam alaikum sahabat, saya hanya seorang manusia, Seorang Hamba-NYA, manusia yang terlahir dengan segala kelemahan dan ketakutan, saya berada dalam titik jenuh kritis. Mencoba berevolusi dan menjadi sesuatu yang baru, namun segalanya tetap sama. Yang baru, yang lama, hanya permainan masa. Kemana kaki harus melangkah ? Kemana diri harus terarah ?
Menggapai… menggapai… sekali lagi terus mencoba: MENCARI TUHAN...

Iqra, Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan,
Dia telah menciptkan manusia dari segumpal darah,
Bacalah! Dan Tuhanmulah yang Maha Mulia.
”(QS.96:1-3)


Bacalah dengan nama Tuhan-Mu


Sahabat, pernahkah kita renungkan, pikirkan, bayangkan, alangkah hebatnya wahyu pertama yang disampaikan Jibril kepada Baginda Rasul di Gua Hira,” Iqra! Bacalah!” dan Rasul menjawab ” Apa yang harus dibaca? Aku tidak bisa membaca, maa aqra!”

Sahabat, ketahuilah bahwa cara manusia memanusiakan dirinya, apabila dia mampu membaca. Dan hanya manusia yang spesifik membedakan dirinya dari binatang karena manusia diberi kemampuan membaca. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud membaca itu hanya membaca abjad karena membaca –abc-alfabeth, hanyalah sekedar sarana untuk memudahkan komunikasi dan informasi, yang penting adalah membaca dengan qalbu, melakukan perenungan, sebuah proses berfikir membaca seluruh fenomena disekitar kita.

Karena membaca memberikan dimensi dan cakrawala kepada jiwa, membaca dengan lahir seluruh fenomena yang bisa ditangkap dengan indrawi dan membaca secara multidimensional dengan melihat seluruh fakta, mentafakurinya dan menyimpulkannya dalam bentuk prestasi amaliyah dan ilmiah.

Oleh karenanya manusia menjadi manusia adalah karena kita mampu membaca. Tanpa keinginan kita untuk membaca, sungguh kita akan berada dalam posisi dan peran untuk merendahkan martabat sendiri. Karena dengan membaca kita akan mendayagunakan potensi sehingga bertambahlah imajinasi serta kreatifitas, sebaliknya bertambah sedikit daya guna potensi baca kita maka kecil pula kreatifitas dan wawasan kita. Pantaslah ayat yang pertama diwahyukan Allah SWT kepada Baginda Rasul adalah kalimat perintah untuk membaca. ”Iqra Bacalah!

Semoga di sisa umur yang masih ada, kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Tetap istiqomah dijalan-Nya dengan selalu beharap keridhoan-Nya dalam setiap menjalankan segala aktifitas sebagai kholifatullah di bumi ini.

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi,
Kecuali orang-orang beriman yang beramal sholih
yang saling menasehati dalam kebenaran,
dan saling menasehati dalam kesabaran.
"(QS.103:1-3)

Sahabat... Allah telah melimpahkan kecerdasan dan pengetahuan, janganlah kita memadamkan lentera Rahmat Keilahian-NYA dan jangan biarkan kita dalam kegelapan nafsu dan dosa.

Zaman memang telah berubah, semalam kita lahir dalam kegelapan dan hidup dalam cahaya, kemudian saat ini kita saksikan masyarakat yang hidup dalam kegelapan dengan mata hati yang buta mereka mengubah keberkahan menjadi kegetiran mengikuti keserakahan dengan memakai topeng kesalehan yang hati hitam diliputi jiwa angkara.
Maka tidak masalah apa nama, gelar, pangkat, golongan, yang kita miliki tetapi ubahlah dunia dengan perasaan cinta agar kita setiap saat tetap terlahir dalam cahaya.

Afwan, hanya ini yang bisa iffa kirimkan semoga bermanfaat. Iffa tak bisa memberikan apa-apa untuk sahabat hanya ucapan terima kasih karena selama ini kita telah berbagi rasa, berbagi ilmu, berbagi apa saja yang tak bisa disebutkan satu persatu. Banyak sudah peristiwa demi peristiwa yang kita alami, semoga apa yang telah kita jalani selama ini selalu dalam rido-Nya. Semoga ukhwah yang terjadi ini selalu dalam rido-Nya, amin. Syukran atas perhatian sahabat, Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati sahabat. Jazakumullah khairan katsiran

Wassalamu alaikum
Iffa...

(dari : sahabatku Iffa di Kalimantan)