bunga

Leutika adalah Sang Motivatorku Dalam Dunia Tulis Menulis



Awalnya aku mengenal Leutika adalah saat sahabatku Mimin dan Shafira Green men-tag sebuah catatan lomba tulis menulis dari Leutika Publisher. Aku memang suka menulis dan membaca sejak menekuni kuliah di UI, sebelumnya jangankan menulis, membaca novel saja 1x dalam setahun itu sudah sangat luar biasa bagiku. Karena aku suka pilih-pilih membaca buku yang penting berkaitan dengan sains dan agama, itu yang aku minati.

Tapi ketika aku mengenal sosok Leutika, aura menulisku kembali tertantang untuk mengikuti perlombaan itu. Aku pun didukung oleh berbagai teman yang mengatakan bahwa aku punya bakat dalam menulis, tulisanku bagus dan bisa memberikan manfaat buat barang orang lain. Kenapa tidak aku mencoba saja, kegagalan itu kan bagian dari keberhasilan jika kita terus melangkah ke depan tanpa pantang menyerah.

Sebelum aku mengikuti berbagai perlombaan menulis dari Leutika, aku mencoba membeli berbagai buku-bukunya. Buku pertama sekali yang aku beli adalah “Jogja, Edan BRO” karya Ridho “Bukan” Rhoma. Buku ini sering berulangkali aku baca. Karena isinya sangat menarik menguak sisi lain dari kota Yogyakarta. Kota ini merupakan salah satu kota favoritku sejak SMU. Cita-cita pengen masuk UGM, tapi dulu belum direstui oleh orangtua. Isinya menarik sekali, walaupun ada sedikit kekurangan di dalamnya yaitu dalam hal pencetakan buku ada beberapa halaman yang sering diulang. Jadinya, aku harus lipat bagian yang tercetak ulang tersebut. Alhamdulillah, dibuku-buku selanjutnya yang aku beli, percetakan Leutika semakin bagus dan dunia perkembangan bukunya juga luar biasa. Memang pantas aku rasa bahwa “Leutika Bukan Penerbit Biasa.” Hal itu juga dibuktikan ketika aku mau membeli buku “Curhat Jalan Raya” ternyata sudah habis stoknya. Emang bukunya sesuai dengan syarat hikmah yang terkandung di dalamnya yang dapat memberikan ‘ibrah’ atau pelajaran bagi setiap pembacanya. Ringan dan mudah untuk dipahami.


Setelah aku mulai rajin membaca buku-buku novel, inspirasi dari Leutika, dan juga dari penerbit lainnya, aku mulai tertantang kembali untuk mengikuti setiap lombanya baik lomba Profil FB, Weekly Notes sampai pada lomba buku-buku antologi yang dibuat Leutika. Sungguh aku jadi ngefans sama penerbit ini *Leutikans banget deh :D*

Aku sering mengalami kegagalan dalam menulis alias jarang menang. Tapi apakah itu menjadikanku mundur? Tidak sahabatku. Semakin banyak kita menulis, semakin tertantang diri kita untuk berbuat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Bukankah kita ingat hadis Rasulullah berikut ini yang selalu jadi motivasi bagiku :

"Barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang sukses. Barang siapa yang hari ini sama seperti yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang tertipu. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang merugi dihadapan Allah swt".

Ya begitulah aku sobat. Terus semangat melangkah dan semangat berkarya. Karena sisi lain aku melakukan ini adalah untuk mengajak sahabat-sahabatku dalam menuntut ilmu, senang membaca dan mengembangkan sayap-sayap dakwah ke muka bumi ini. Sehingga terciptakan manusia-manusia yang berkualitas.

Dari Leutika Publisher, aku menjadi banyak kenal dengan penulis-penulis ternama serta berbagai sahabat dari Forum Lingkar Pena dan Pembaca AsmaNadia. Aku secara diam-diam banyak mengikuti jejak mereka. Setiap ada perlombaan, aku selalu ikuti. Bagiku menang atau kalah bukan itu tujuan utama tapi bagaimana proses perjalanan kita hingga menuju manusia yang berkualitas. Dan alhamdulillah berkat berbagai usaha yang aku lakukan, aku pernah memenangkan beberapa lomba yang diadakan Leutika dan teman-teman penulis ternama lainnya.

Sahabatku, semua orang bisa menjadi penulis. Mulai dari kalangan dosen, professor, mahasiswa, ibu rumah tangga sampai kepada anak Sekolah Dasar juga bisa menulis. Tidak melihat dari tingkatan sosialnya. Yang terpenting disini adalah niat untuk menulis, berlatih dan memiliki tekad yang kuat sehingga kita menjadi penulis yang berkualitas dan handal. Faktor bakat menulis hanya 10% sedangkan faktor latihan dan tekad yang kuat itu adalah 90%. Nah, dari hal tersebut apakah kita masih malas untuk membaca atau menulis. Sahabatku, manfaatilah dan kembangkanlah nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepada kita bahwa sebenarnya potensi dan bakat menulis itu telah ada dalam diri kita masing-masing. Sehingga tiada lagi yang namanya pengangguran yang hanya akan membuat kita semakin mundur dari kualitas diri.


Seperti yang dikatakan M. Fauzil Adhim bahwa :

Menulis itu berasal dari kekuatan jiwa. Bukan semata dari keterampilan menulis. Kekuatan jiwa lahir dari niat yang bersih, tujuan yang jelas, komitmen yang kuat, visi yang tajam, dan sikap mental yang baik. Ada yang mereka perjuangkan dalam hidupnya. Ada yang ingin mereka sampaikan”.



Leutika sebagai salah satu motivatorku untuk selalu memberikan manfaat dan menyampaikan berbagai inspirasi yang aku punya. Jikalau aku tidak memenangkan lomba yang diadakan Leutika, aku tak pernah berkecil hati apalagi membuatku semakin mundur. Tulisanku masih bisa aku kirim ke oaseiman eramuslim atau aku letakkan di note Fb dan blogspot yang aku miliki. Alhamdulillah, masih bisa bermanfaat buat orang lain sehingga hal itu semakin membangkitkan azzamku untuk berkembang lebih baik, dan berkeyakinan penuh bahwa suatu saat aku pasti akan berhasil. Semangat itu terus berkorbar seperti api yang menyala dengan panasnya. Sahabatku, everything is possible if u believe in Allah.

Leutika sering mengadakan pembuatan lomba menulis buku-buku inspirasi. Nah apalagi yang kita tunggu-tunggu sahabatku, jika engkau ingin belajar menulis dekati dan gabunglah bersama kelompok-kelompok penulis serta add-lah berbagai penerbit yang kelak menjadi motivator bagimu. Tidak perlu jauh mencari inspirasi dalam menulis karena sebenarnya inspirasi itulah yang mengejar kita. Selain itu, mulailah kita dari sekarang untuk menguatkan hati dan idealisme kita. Selanjutnya tajamkan pikiran dan luaskanlah wawasan.

Ada resep lainnya yaitu ketika kita menulis, ciptakan suasana yang baik dan kondusif sehingga terasa nyaman. Buatlah irama musik yang menyejukkan kalbu atau mendengarkan bacaan murrotal qur’an (bagi kaum muslim), serta buat ruangan menjadi harum dengan aroma pengharum ruangan yang sahabat senangi dan warna chat rumah yang lembut serta eksotis. Mengapa demikian sahabatku? Karena hal ini mempengaruhi emosi dan perasaan kita dalam menulis.

Selamat berkarya sahabat-sahabatku di manapun berada. Semoga apa yang Evi sampaikan ini bermanfaat buat kita semua. Dan aku pun bersyukur pada Allah swt yang telah mempertemukan aku dengan Leutika Publisher, sehingga tulisanku semakin hidup, terasah dan memiliki nilai ruh atau manfaat bagi semuanya. Jazakumullah khoir juga buat sahabat-sahabat yang telah membaca serta mengomentari setiap catatan dari Evi. Terus semangat berproses untuk meningkatkan diri (self-improvement). Ballighu anni walau ayat, sampaikan dariku walaupun cuma satu ayat.


Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
~Evi A.~
Medan, 01 Oktober 2010


Bagi teman-teman yang mau mengenal Leutika bisa klik Link-Link berikut ini, semoga bermanfaat :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1691838039
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001270501839

atau tersedia FB Grup dan fans untuk saling berbagi informasi bagaimana mengembangkan tulis menulis :
http://www.facebook.com/pages/Leutika-Publisher-Fans/129368823779295?ref=ts


Sahabatku, semoga kita selalu saling berbagi ilmu dan saling menasehati dalam kebaikan dunia dan akhirat. Semangat dan senyum ^_^