bunga

Herbal yang Tidak Cocok Bagi Autoimun (Lupus atau ITP atau Autoimun lainnya)


 
Sekarang banyak sekali muncul beberapa jenis herbal yang ditawarkan buat pasien autoimun baik odapus (orang-orang dengan lupus) dan ITPers (orang-orang dengan ITP). Ada beberapa herbal yang tidak cocok bagi odapus atau ITPers karena kandungannya yang kontra indikasi (immuno stimulator). Informasi herbal di bawah ini Evi peroleh dari Mba Dian Syarief- Care for Lupus, SDF(Syamsi Dhuha Foundation) bagian pustaka bahan alam dan .

Mba Dian berkata, "Herbal medicine memang merupakan salah satu alternatif therapy lupus. Tapi tentu saja sahabat tetap perlu bersikap kritis dan selektif dalam memilih berbagai produk yang ditawarkan saat ini. Yang perlu diperhatikan adalah : kandungan herbal tersebut yang khasiatnya tak berlawanan (kontra indikasi) bagi kondisi odapus yang justru membutuhkan immuno supresor (untuk menekan immunitas yang berlebihan) bukan immuno stimulator (yang justru banyak ditawarkan di pasaran karena memang dapat memperbaiki kondisi tubuh orang biasa)."

Beberapa herbal yang kontra indikasi tersebut adalah :

1. Mengkudu 

        Mengkudu atau buah noni yang termasuk dalam golongan famili Rubiaceae mempunyai khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Maka ini tidak cocok bagi pasien autoimun.

Seperti yang dikatakan oleh Ediati seorang peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Republika, 8 Nov 2012), "Buah mengkudu dan mangga mengandung bahan imunomodulator atau peningkat sistem kekebalan tubuh yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat."

Sudah tahukan kandungannya meningkatkan kekebalan tubuh, maka jangan coba-coba dikonsumsi ya buat pasien autoimun, kalau masyarakat umum ya boleh saja.

Gambar : mengkudu (sumber dari wikipedia)
2. Pollen lebah, Propolis

      Polen lebah (bee-polen) dan propolis mempunyai khasiat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hal ini tidak cocok buat pasien autoimun.


Gambar lebah dan bunga yang akan menghasilkan bee-polen (sumber delavinez.com)



 3. Kunyit (Curcuma domestica)
      Kunyit merupakan salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Kunyit masuk dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Nama lain kunyit berbagai daerah adalah turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Kunyit mempunyai khasiat imuno stimulator sehingga tidak cocok bagi pasien autoimun.
  

Gambar : Kunyit (sumber emailharianku.wordpress.com)
4. Meniran (Phyllanthus niruri)

        Meniran adalah tumbuhan liar dari golongan Famili Euphorbiceace dan banyak tumbuh di Indonesia. Khasiat meniran salah satunya dapat meningkatkan imun tubuh kita. Maka tentu saja ini tidak cocok buat pasien autoimun.

Gambar :  meniran (sumber dari : mramdhanisblog.blogspot.com)

5. Sambiloto (Andrographis paniculata)

      Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Tanaman ini juga tidak cocok bagi pasien autoimun karena bersifat imuno stimulator.


Gambar : sambiloto (sumber wikipedia)

6. Echinaceae purpurea

      Beberapa suplemen yang sering kita dengar yaitu imunos, imboost, starmuno adalah mengandung bahan echinaceae. Bahan ini dapat meningkatkan imunitas dan tidak cocok buat pasien autoimun.

Gambar : Echinaceae purpurea (sumber dari wikipedia)
 7. Siberian ginseng (Eleutherococcus), Ginseng - Radix

8. Green Chiretta


       Green Chiretta adalah nama ilmiah dari negara India/Pakistan untuk tanaman sambiloto.

9. Colostrum, Lactoferrin : Increase immunity.

       Kolostrum merupakan cairan yang keluar pada awal-awal masa menyusui sekitar 24-36 Jam pertama setelah melahirkan. Kolostrum memiliki banyak manfaat, salah satunya membawa zat imunitas (zat kekebalan) yang ditransfer dari ibu ke bayinya.Beberapa penelitian diketahui bahwa kolostrum dapat meningkatkan imunitas tubuh kita. Maka kolostrum tidak cocok buat pasien autoimun.

Gambar : kolostrum (sumber infomanfaat.com)
Seorang sahabat odapus di Kalimantan yang lupus-nya menyerang saraf, justru kondisinya bertambah parah (kejang-kejang) setelah mengkonsumsi mengkudu. Seorang sahabat odapus di Bandung mengalami peradangan di telinga bagian tengahnya setelah mengkonsumsi pollen. Tentunya masih ada kasus lain yang belum terinventarisir akibat ketidaktahuan akan hal ini. Adapun tentang Teripang, ada odapus yang cocok karena keluhan nyeri sendinya berkurang dan ada pula yang menyatakan tak berefek. Mungkin yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah apakah odapus tersebut alergi terhadap produk laut.

Untuk transfer factor jangan dikonsumsi buat semua pasien auotimun karena kandungannya adalah colustrum. Dari beberapa seminar simposium kedokteran yang saya ikuti, saya pernah tanya tentang Transfer Factor kepada hematolog (dokter ahli darah). Beliau bilang transfer factor tidak boleh dikonsumsi oleh pasien autoimun karena sifatnya meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh), hal ini membahayakan jiwa pasien autoimun.

Silahkan baca tulisan saya yang lain :

PANTANGAN BAGI PASIEN LUPUS / AUTOIMUN LAIN [PENCETUS AKTIFNYA AUTOIMUN]

link : http://eviandrianimosy.blogspot.com/2015/03/pantangan-bagi-pasien-lupus-autoimun.html


Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sehingga antara pasien satu dan pasien lainnya berbeda-beda juga rasa sakit di dalam tubuhnya beda-beda, tergantung bagaimana ia mengendalikan sakitnya tersebut. Bila ada penawaran herbal, perhatikan isi kandungannya. Kalau ada dari kesembilan jenis bahan alam di atas maka jangan konsumsi. Selain itu perhatikan khasiatnya, jika berguna untuk peningkatan immunitas maka jangan konsumsi. Semoga kita dapat selalu menjadi pasien yang cerdas dan berhati-hati agar semakin sehat.

Mohon bantuan sahabat, sekiranya dapat menambahkan informasi ini untuk mencegah hal- hal yang tak diinginkan/bertambah parahnya kondisi para sahabat odapus. Barangkali ada yang tahu tentang : Jombang, antanan, daun kedondong, petikan kebo, temu ireng, kapol.

Terima kasih atas perhatian & kepedulian yang diberikan

Salam sayang,
~Evi A. ~
Medan, 10 Februari 2013

Baca juga tulisan lainnya :

ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae) [bagian 1] 

Diagnosis dan Pengobatan Bagi Penderita ITP [BAGIAN 2]

Dahsyatnya Kekuatan Cinta dan Maaf; Trombosit Naik

Pantangan Buat Pasien Autoimun

Ibu dan Bayi ITP/Lupus Tetap Sehat Karena Allah

Tips Tetap Fit Bagi Penderita Autoimun (Lupus dan ITP) 


Semangat Untuk Bertahan Hidup


Faktor-Faktor Penyebab Susah Tidur