My Sweet Home

Perjalanan Menarik dari Makassar ke Sorowako Naik Indonesia Air

Tiga hari sebelum lebaran, saya pulang kampung ke rumah ibu mertua di Sorowako. Perjalanan ditempuh sekitar12 jam dari Makassar bila naik bis. Namun, bila naik pesawat hanya sekitar 45menit-1jam saja.

Saya naik pesawat Indoensia Air milik Vale, dan membayar 1,5 juta per orang. Karena saya buka karyawan Vale. Pesawatnya hanya menampung sekitar 40 orang - 50 orang saja. Ga besar dan ga terlalu kecil juga. Hanya bandara yang di Sorowako yang kecil untuk pendaratannya. Sehingga ya agak terguncang sedikit. Tapi tidak apa-apa.


Foto : Di dalam Bandara Sultan Hasnuddin, Makassar hendak naik Pesawat Indonesia Air (fotografer : Adi)

Kalau sudah di dalam pesawat, subhanallah, kita akan melihat pemandangan yang sangat indah, bukit-bukit penuh dengan pepohanan, air laut yang penuh dengan berbagai pulau-pulau kecil di sekeliling dan tak lupa adalah danau mMtano yang indah. Saya naik pesawat Indonesia Air dengan keberangkatan jam 12 siang. Namun karena menunggu pejabat yang turut serta naik pesawat ini juga, jadi keberangkat delay. Dan pesawat jam satu siang mulai lepas landas.

Sampai tiba di Sorowako, saya istirahat sejenak di rumah ibu mertua saya. Udara di sini sejuk jika menjelang sore hari. Tiba malam hari dingin. Mungkin karena dekat bukit-bukit pegunungan. Air pun dingin. Kalau siang tetap sama saja dengan provinsi lain yaitu panas hehehehe. Tapi di sini sering hujan beda dengan provinsi lain yang masih musim kemarau. Air jarang kehabisan di sini. Alhamdulillah berlimpah ruah.

Sore hari saya pergi ke danau Matano. Ya hanya 15 menit dengan mengendarai motor dari rumah ibu mertua. Cukup dekat teman-teman. Jika sudah sampai di sana, subhanallah danaunya indah banget.

Hanya karena saya ambil fotonya di sore hari jadi agak gelap. Kira-kira jam 17.15 WITA saya mulai perjalanan ke danau. Bisa di bayangkan sudha mulai agak gelap. tapi pesona keindahannya tidak luntur. Airnya bersih dan jernih sekali. Dingin dan menggetarkan hati. Sayang saya perginya sore hari. Saya bertekad hari berikutnya saya akan ke Danau Matano ini lagi.

Foto : Sore hari di Danau Matano (fotografer : Adi)





 Awan-awan kabut mulai bermunculaan di pegunungan. Udara semakin dingin. Rintik-rintik hujan mulai turun. Saya pun kembali ke rumah ibu mertua untuk siap-siap berbuka puasa.

Foto : Air Danau Matano jernih sekali dan bersih

Ketika waktu berbuka tiba, mulailah saya berbuaka dengan makanan khas Bugis-Makassar yang lezat sekali yaitu Kapurung. Enak sekali disantap dengan sayur, ikan gulai, dan ikan bakar. Rasanya asam, segar dan nikmat banget deh. Ntar selanjutnya saya cerita-cerita tentang makanan khas Sulawesi ya.

Di tunggu saja kisah selanjutnya.

Salam,
~Evi Andriani~ 
Depok, 8 Agustus 2015
author

a wife, a mom, a blogger, a survivor of ITP & Lupus, a writer, author, a counselor of ITP & Lupus autoimmune, a mompreuneur, a motivator, a lecturer.