My Sweet Home

Kota Batu yang Indah Memiliki Penulis yang Keren



     Sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan Kota Batu di Indonesia. Bagi penggemar travelling pasti sudah dilaluinya. Bagaimana yang bukan traveler? Nah, untuk yang belum kenal, yuk kenalan dulu.

    Kota Batu dikenal sebagai Kota Apel di Indonesia. Pohon apel tumbuh subur di sana. Hal itu dikarenakan Kota Batu terletak pada ketinggian rata-rata 871 meter di atas permukaan laut meter dengan suhu udara rata-rata mencapai 12-19 derajat Celsius [1]. Kebayangkan bagaimana itu dinginnya. Oleh sebab itu juga Kota Batu disebut kota dingin. Kalau di Sumatera Utara ada Kota Berastagi, di Jawa Barat ada Bogor dan Lembang, maka di Jawa Timur ada Kota Batu. Kalau di Eropa, Kota Batu disejajarkan dengan Kota Swiss sehingga dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland yaitu Swiss Kecil di Pulau Jawa [2].

    Panorama Kota Batu begitu indah dan memiliki udara yang sejuk [1]. Saking begitu indahnya, orang-orang Belanda tertarik berkunjung ke sana. Orang-orang Belanda membangun tempat-tempat Peristirahatan (Villa) bahkan bermukim di Batu. Tak heran bila situs dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda atau semasa Pemerintahan Hindia Belanda masih ada sampai saat ini. Hal itu dijadikan aset dan daya tarik wisata bagi pemerintah daerah Batu.

   Kota Batu ini berada di jalur yang menghubungkan Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Buat teman-teman yang tinggal di Malang, Kediri, dan Jombang, kalau belum pernah ke Batu, rugi banget deh rasanya. Saya saja yang tinggal di Medan, ingin rasanya berkunjung ke sana, tapi apa daya jarak yang jauh dan memiliki bayi yang baru berusia dua bulan lebih, sangat riskan untuk main ke sana.

Di Kota Batu ada banyak tempat-tempat pariwisata seperti Candi Songgoriti peninggalan kerajaan Medang, arca Ganesha peninggalan Kerajaan Singhasari, tempat peristirahatan yang dibangun sejak zaman Belanda, wisata gua terdapat di Cangar dan Tlekung, air terjun Coban Talun, air terjun Coban Rais, dan air terjun Coban Putri.

     Ada tempat pemandian Songgoriti (pemandian air panas), Selecta (pemandian air panas), Cangar (pemandian air panas mengandung belerang). Wuih enak benar ya, bisa mandi-mandi sana. Tak ketinggalan di Kota Batu ada beberapa perkemahan seperti  Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Gunung Panderman, Arboretum Sumber Brantas (mata air Sungai Brantas), dan Kusuma Agrowisata (perkebunan apel, stroberi, jambu, dan jeruk, serta tempat outbound).

    Selain itu ada juga tempat wisata keluarga seperti Batu Secret Zoo (Jawa Timur Park 2), Jawa Timur Park 1, Batu Night Spectacular, Batu Wonderland, Eco Green Park, Kusuma Waterpark, Predator Fun Park. Untuk bidang pendidikan juga ada tempat wisatanya yaitu Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Museum Angkut+, Museum Satwa (Jawa Timur Park 2), The Bagong Adventure Museum Tubuh. Wuih, banyak sekali ya. Rasanya ingin pergi ke sana. Tempatnya sepertinya menarik.

   Nah, di Kota Batu inilah lahir seorang penulis keren pada 29 tahun 6 bulan yang lalu. Dia diberi nama oleh orang tuanya Miyosi Margi Utami. Atau di media sosial lebih dikenal dengan nama penanya yaitu Miyosi Ariefiensyah. Ariefiensyah adalah nama belakang suaminya.

    Kota batu selain terkenal sebagai Kota Wisata, ternyata memiliki seorang warga yang produktif berkarya lewat tulisan. Miyosi telah melahirkan banyak karya.

Buku-buku yang ditulisnya itu pun berbagai jenis, ada buku cerita anak, buku soal UN, buku soal SMPTN, buku-buku ekonomi, buku kamus, buku tematik, dan buku non fiksi lainnya. Selain itu ratusan artikel juga ditulisnya dengan berbagai jenis juga. Mulai artikel islami, akuntansi, ekonomi , dan artikel umum lainnya. Silahkan searching aja ya di google nama Miyosi, nanti muncul.

     Miyosi tinggal di Kecamatan Junrejo. Dekat tempat wisata Predator Fun Park. Miyosi mengatakan pada saya bahwa dari rumahnya ke tempat wisata Predator Fun Park itu tinggal jalan kaki. Wah... asyik banget ya. Rumah saya dengan tempat wisata tidak bisa jalan kaki. Kalau jalan kaki, bisa bengkak nih kaki hehehe.

    Miyosi adalah sahabat saya. Saya mengatakannya sebagai penulis yang keren. Mengapa saya bilang keren? Karena karyanya yang begitu banyak. Buku antologinya ada 15 buah, buku solonya ada 15 buah, buku kolaborasinya baik duo maupun tim ada 15 buah, dan ratusan artikel telah ditulisnya. Kerenkan. Masalah genre dan jenisnya seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Kota Batu patut bangga nih punya warga seperti Miyosi.

Karya Miyosi bisa dilihat secara lengkap dan detail di sini

Miyosi Ariefiensyah, (Sumber : facebook Miyosi)
Tampilan Karya Buku Miyosi di Toko Buku (Sumber : facebook Miyosi)

    Yang menarik bagi saya adalah ada beberapa karya bukunya hasil duo antara Miyosi dan suaminya. Salah satunya berjudul Membuat Laporan Keuangan Gampang. Bagi saya itu keren. Sama-sama lulusan Sarjana Ekonomi, dan membuat buku berhubungan dengan ekonomi. Duh, kapan ya, saya dan suami bisa buat buku bareng gitu? hehehe Mupeng bingits.

Gambar : Karya Miyosi dengan suaminya (Sumber : facebook Miyosi)
Gambar : Karya Miyosi dengan suaminya (Sumber : facebook Miyosi)


    Saya pertama sekali mengenal Miyosi di grup whatshap Forum Lingkar Pena (FLP) Sedunia. Dan mengenalnya lebih dekat di grup WA Inspiration Woman, yang beranggotakan sepuluh orang. Miyosi biasanya memanggil saya dengan sebutan “Kak Evi” sedangkan saya memanggil Miyosi dengan sebutan “Mba Miyosi”. Walaupun secara usia lebih tua saya, tapi saya lebih suka panggil wanita dengan sebutan “Mba”, hehehe.

    Miyosi yang saya kenal, orangnya lembut, kalem, disiplin, dan punya prinsip. Kalau lagi sangat sibuk dengan kegiatan menulisnya serta dikejar deadline maka miyosi permisi keluar dari grup. Karena grup baginya seperti keluarga juga. Maunya ngobrol dan lihat chat terus. hehehe.. Miyosi juga pernah cerita kalau ada penerbit yang berikan honor yang tidak sesuai dengan pekerjaannya sebagai editor alias sedikit atau hnor yang tidak pantas maka ditolaknya.

Kegemaran utama Miyosi adalah menulis dan membaca. Menurut saya sih sudah pastilah, karya buku seabrek gitu banyaknya, kalau tidak suka membaca, bagaimana bisa menulis. Makanya kalau mau jadi penulis keren, harus diperbanyak lagi baca bukunya, hehehe (melirik ke diri sendiri).

    Pernah Miyosi mengupload rekaman suaranya ketika menyanyi dan memainkan piano di grup Inpiration Woman. Dari situ, saya baru tahu, kalau Miyosi suka nyanyi dan main piano. Miyosi bercerita kepada saya bahwa dari sejak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Miyosi aktif menyanyi. Bahkan pernah beberapa kali menjuarai lomba menyanyi. Namun, orang tuanya kurang setuju jika Miyosi terlalu sering menyanyi, lebih suka mengaji. Bagi saya suara Miyosi itu merdu banget. Seperti peserta X-Factor. Bisa jadi kalau ikut jadi kontestan, masuk tuh Miyosi hehehe, ditambah kepandainya memainkan alat music seperti piano. Ternyata bakat itu sudah ada dari bapak kandungnya. Bapak kandung Miyosi senang bermain gitar dan piano. Menurut Miyosi, seni itu bisa melembutkan hati sedangkan alquran mententramkan jiwa.

    Kegemarannya yang terakhir adalah main sepeda. Dari sejak kecil Miyosi itu hobi bersepeda. Sampai kulitnya yang kuning langsat atau putih berubah jadi kusam. Menurutnya sepedaan itu menyenangkan. Ga peduli kulit kusam atau terang, yang terpenting dengan bersepeda badan sehat dan jiwa bahagia.

     Menarik yah hobi dari penulis yang keren ini. Saya pun bangga menjadi salah satu sahabatnya, temannya dari FLP. Walaupun belum pernah jumpa, tapi hati ini begitu dekat. Kalau tidak ada Miyosi di grup WA inspiration women, maka sepi sekali. Karena Miyosi suka posting dan beri info yang bermanfaat di grup whatshap. Saya menikmatinya sebagai pembaca terhadap tulisan yang Miyosi kirim ke grup.

    Miyosi saat ini tidak tinggal di Kota Batu. Melainkan sekarang ini tinggal di Balikpapan ikut merantau bersama suaminya. Sebelum ke Balikpapan, Miyosi juga pernah merantau ke Bekasi dan Lampung. Panjang benar ya perantauannya. Saya saja baru merantau dari Medan ke Jakarta dan Depok. Pernah ngontrak rumah dengan suami di Jakarta. Dan sekarang saya tinggal di Depok. Salut ah lihat Miyosi. Sukses terus ya say...



Yang mau berkenalan dengan Miyosi bisa menghubungi

FB : Miyosi Ariefiansyah
Twitter : @miyosimiyo
Situs website : www.rumahmiyosi.com
 


Salam santun,
Evi Andriani
Medan, 23 Juni 2016

Referensi :
[1] Pemerintah Kota Batu, http://website.batukota.go.id/statis/read/14/geografis-kota-batu, di akses 23 Juni 2016
[2] Zaenuddin H.M., Asal usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe. Cetakan I: Oktober 2013. ISBN 978-602-1139-30-1. hal. 63-68
author

a wife, a mom, a blogger, a survivor of ITP & Lupus, a writer, author, a counselor of ITP & Lupus autoimmune, a mompreuneur, a motivator, a lecturer.

5 comments

Test Komentar ya Mba Evi ;)

reply

wahhh, makasih, Kak Evieeeee

reply

Iya Mba Miyosi itu kalem tapi kalau udah berisik bikin hidup berwarna
N suka aku gangguiin sekedar suruh sms hihihi....
Beruntung Malang, Bekasi, Balikpapan punya penulis produktif kaya dia
Semoga bisa ketemu lagi di Malang eeeh Paris sambil gelar tiker

reply

SEring lewat Batu kalau malam hari, indah sekali. Sekaligus serem karena jalannya nanjak, curam dan berkelak-kelok

reply