My Sweet Home

Wisata Taman Burung Kota Medan



Mungkin sudah banyak orang Medan yang tahu tentang lokasi Wisata Taman Burung di Medan. Tapi orang luar Medan belum tentu banyak yang tahu.

Di blog ini saya akan menuliskan tentang perjalanan saya ke tempat wisata Taman Burung Kota Medan.

Awalnya saya tahu tempat wisata Taman Burung ini dari tetangga di depan rumah saya.

Saat saya bawa Rifqi main ke depan rumah tetangga, tetangga saya bilang, "Vi, bawalah Rifqi main ke Taman Burung!"

"Emang ada gitu Taman Burung di Medan, Kak?" tanya saya.

Sebab saya jarang pergi-pergi jauh di Medan kecuali bersama orang tua saya. Beda kalau saya di Depok, atau Pulau Jawa pasti bawaannya mau pergi ke sana sini. Karena pada dasarnya saya hobi jalan-jalan. Apalagi jalan-jalan ke tempat wisata pasti mengasyikkan.

"Ada Vi di Kompleks Cemara Asri," jawab si kakak tetangga saya.

Akhirnya saya cari di map lokasi Kompleks Cemara Asri untuk tahu rute jalannya dan posisi Taman Burung.




Ternyata jika di cari dari map, lokasi Taman Burung dari rumah saya sejauh 18 km. Wow lumayan jauh juga. Kalau tidak macet, maka perjalanan memakan waktu 29 menit. Pengalaman saya pergi kemarin sore-sore jam 3 itu macet dan padat. Sehingga sampai ke sana bisa memakan waktu 1 jam. Jadi buat teman-teman yang mau main ke tempat wisata Taman Burung ini, usahakan pergi sebelum jam 3 sore ya.
Karena perjalanan lancar jadi nyaman.

Sesampainya di tempat Kompleks Cemara Asri, saya lanjut perjalanan ke tempat wisata Taman Burung. Tidak begitu jauh jarak antara Pintu masuk komplek dengan lokasi Taman Burung. Kita jalan terus hingga mendapati sebuah bundaran. Kemudian dari bundaran itu belok kanan dan terus lurus. Kelihatan baget Taman Burungnya. Saya kagum dan terkejut. Banyak sekali burung-burung bertebrangan.

Wisata Taman Burung ini gratis. Terbuma lebar untuk wisatawan lokal maupun internasional. Tidak dipungut biaya. Makanya jangan heran kalau sore hari selalu ramai. Apalagi kalau hari libur, ampun deh. Padat sekali.

Pernah saya tanya seorang ibu di sana, datang dari mana? Jawabnya Tebing Tinggi. Wah jauh juga. Saya pikir yang berkunjung ke sini hanya orang-orang Kota Medab saja. Ternyata orang luar Kota Medan pun banyak.

Ada ribuan burung di sana. Tapi saya tidak tahu nama-nama burung di sana. Yang saya tahu ada satu burung datang mendekati saya dan keluarga. Burung ini menurut saya mirip burung bangau. Tapi ga tahu juga. Bisa jadi juga burung pelikan. Ntahlah. Saya juga ga tahu. Adakah teman-teman di sini yang tahu burung apa ini?

Burung yang datang mendekati saya dan keluarga

Menurut Tribun News pada Rabu 24 Juni 2015, di Taman Burung Cemara Asri Medan ada jenis burung cangak merah, cangak abu, kokokan laut, kolak malam kelabu, kuntul besar, kuntul kecil, kuntul kerbau, koreo padi, bangau, dan masih banyak jenis lainnya. Malah saya sempat melihat ada burung jenis merpati mampir di tempat saya.

Wah banyak juga ya jenis-jenis. Rifqi senang sekali lihat Taman Burung terbuka seperti ini. Taman ini jadi seperti sebuah penangkaran burung lepas atau terbuka. Padahal tidak dipelihara cuma ya tegantung alam bagaimana menangkarnya jadi ribuan burung ada.


Kalau pada pagi hari burung-burung ini akan bertebrangan ke sana sini dan kalau datang pada sore hari, maka kita akan melihat semakin banyak burungnya karena sudah waktunya ia pulang ke taman penangkaran alam terbuka yang merupakan rumahnya sendiri. Jangan kaget. Semakin sore, semakin ada ribuan burung di sini. Seru melihatnya. Rifqi saja tidak mau pulang ke rumah. Kalau ga dipaksa pulang. Hehehe

Selain burung, di taman ini juga banyak jenis ikannya. Yang paling cantik yaitu ikan mas. Besar-besar ikan mas nya. Warna oranye nya cakep sekali. Datang kemari penat dikepala pun hilang. Hati menjadi riang gembira. Alam memberikan kita banyak kebaikan. Namun kita manusia kadang tidak mau bersyukur.

Saya dan Rifqi ikut foto selfie sambil lihat burung

Sembari lihat ribuan burung bertebrangan, saya foto selfie terlebih dulu sebelum akan meninggalkan Taman Burung Cemara Asri ini. Jadi ada jejak kenangan di Taman Burung Cemara Asri di Kota Medan ini.

Ketika sudah waktunya pulang, Rifqi malah nangis dan tidak mau pulang. Sampai dibujuk atoknya untuk pulang. Rifqi tetap tidak mau dan masih terus lihat banyak burung-burung bertebrangan.

Rifqi tidak mau diajak pulang, malah asyik lihat burung.
Ada yang kurang di lokasi wisata Taman Burung Cemara Asri Kota Medan ini. Yaitu tidak adanya tong sampah. Adanya tong sampah pun di ujung yang jauh. Sehingga orang banyak buang sampah sembarangan. Kasihan burung-burung dan ikan di sini. Walaupun ini penangkaran alam terbuka, tapi seyogyanya pemerintah daerah ataupun pemilik Kompleks Perumahan Cemara Asri ini menambah tempat tong sampah di setiap 100-200 meter. Sehingga manusia membuang sampah pada tempatnya. Semoga Taman Burung ini terus ditingkatkan pelayanannya.

Selamat menikmati sajian saya ini ya teman-teman.

Salam santun,
~Evi Andriani~
Medan, 8 Mei 2018

author

a wife, a mom, a blogger, a survivor of ITP & Lupus, a writer, author, a counselor of ITP & Lupus autoimmune, a mompreuneur, a motivator, a lecturer.

9 comments

Ramah anak ya mbak tempatnya. Tapi jauh di medan, huhuhu. Aku di Bogor. Pengen deh bisa jalan-jalan keliling Sumatera. Mudah-mudahan ada rezeki dan Allah kasih kesempatan jalan-jalan :)

reply

Wah... ada ribuan burung di sana. Kayaknya seru ya mBak liburan di sana, apalagi bareng anak-anak. Kapan-kapan aku mau juga ah ke sana... siap2 jadi tour guide ya Mbak... hehe

reply

Anak--nak pada suka nih Ama bitung

reply

Wah, mirip kayak di Palembang ya ada juga taman burung. Jadi tempat rekreasi juga

reply

Waaah taman burung ���� medan

reply

Wah info yg bagus mbak pas ke medannanti smg bs ke situ aaah

reply

Saya ada di Lampung, asyik juga kalau bisa kunjung ke taman burung bersama keluarga
Tempat sampah memang sangat penting, terlebih tempat-tempat umum keberadaan kotak sampah harus banyak
dan harusnya jadi kebiasaan juga bagi setiap orang untuk tidak membuang sampah sembarangan

reply

Sayang sekali ya kurang tempat sampahnya, padahal itu suatu hal yang penting, meskipun tapi jauh sama saja sih. Mungkin ini bisa jadi perbaikan terpat tersebut ya, Teh..

reply

Terima kasih sudah membaca tulisan saya ini. Mohon setelah membaca, beri komentar di bawahnya.Salam santun, Evi.