bunga

Kebangkitan Palestina Yang Perkasa



Kebangkitan Palestina Yang Perkasa
Oleh : Evi Andriani

Palestina merupakan salah satu kota yang diberkahi dan dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dimana berada mesjid Al-Aqso tempat kiblat umat Islam pertama sekali dan bangunan paling suci ketiga setelah Ka’bah di Makkah dan mesjid Nabi Muhammad di Madinah serta tempat dilahirkannya nabi-nabi pilihan. Palestina sepenuhnya adalah milik bangsa Arab (Islam) dan Yahudi tidak berhak untuk memilikinya.

Tapi sepanjang perjuangannya untuk mewujudkan kemenangan itu harus menunggu waktu yang sangat lama. Saat ini kita melihat berbagai penindasan, pencaplokan, dan penodaan dari kaum zionis Yahudi yang dilakukan terhadap tanah Palestina dan rakyatnya. Seperti yang kita lihat banyak anak-anak menjadi yatim, wanita disiksa, rakyat yang kehilangan pekerjaan, makan hanya satu kali sehari bahkan mencari air pun mereka susah. Akhir-akhir ini rakyat di Gaza mengalami pemadaman listrik hingga 65% sehingga rakyat pada marah dan melakukan aksi besar-besaran mengecam pemerintahan Fayadh. Setiap malam, mereka hanya memakai lilin sebagai penerangan. Astagfirullah..

Intifada di Palestina berawal pada tanggal 9 Desember 1987 dimana terjadilah sebuah perang perlawanan terhadap Zionis Yahudi Laknatullah. Itu adalah pertempuran terdasyat sejak Proklamasi negara Zionis Israel tahun 1948. Intifada1 berasal dari kata berbahasa Arab intifadlah yang dari asal kata nafadla berarti gerakan, goncangan, revolusi, pembersihan, kebangkitan, kefakuman menjelang revolusi, dan gerakan yang diiringi dengan kecepatan dan kekuatan. Awal peperangan mereka hanya dilakukan dengan batu tanpa persenjatan apapun. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, alhamdulillah persenjataan canggihpun mereka memilikinya. Intifada pertama ini hadir karena zionis Yahudi Laknatullah banyak membantai rakyat Palestina dengan semena-mena menghancurkan rumah-rumah, meneror, menyiksa dan sekarang banyak melakukan pemblokadean terhadap jalur Gaza.

Walaupun dibalik wajah mereka terlihat sedih dan takut dimana setiap hari harus menghadapi kematian dan mendengar suara roket, peluru tajam dan bom serta pembantaian berdarah yang dilakukan Israel tapi tidak sedikit dari mereka yang masih berjuang akan jiwa dan raga demi mempertahankan negeri Al-Quds.

Intifada yang dilakukan rakyat Palestina ini ternyata berhasil menarik perhatian dunia Internasional karena sesungguhnya penjajahan di negeri Palestina masih ada. Mereka sudah cukup menderita sementara negara-negara Arab disekitar Palestina masih banyak yang diam dan takut oleh bangsa Zionis Laknatullah. Demi membebaskan negaranya, mereka membuat terowongan-terowongan untuk menghancurkan setiap blockade atau tembok pembatas yang dibuat Israel sehingga mereka dapat mengambil bahan makanan, bantuan dari beberapa pemukiman di wilayah Palestina. Tembok batas dibangun zionis dengan menempatkan balok-balok cor setinggi 9 meter (lebih tinggi dari tembok Berlin) dengan sarana keamanan, alat penyergapan, tempat pengintai, alat-alat komunikasi, deteksi peringatan, alat perekam, dan alat-alat elektronik lainnya, hal ini benar-benar menjadikan penjara besar bagi rakyat Palestina. Seperti yang kita ketahui tanah mereka semakin lama semakin sedikit dan sebagian terowongan yang dibuat rakyat Palestina dengan susah payah ada juga diketahui dan ditutup oleh Israel. Walaupun banyak terjadi jatuhnya korban para syuhada yang berjihad tapi Allah benar-benar melindungi mereka sampai sekarang ini.

Apapun rencana Israel untuk memperluas kekuasaannya tidak akan menyulutkan persatuan umat Islam untuk menyelamatkan negeri yang suci tersebut. Seperti yang di ungkapkan oleh televisi Israel bahwa Zionis Israel akan membangun pemukiman Yahudi di daerah Jabal Mukabir dengan tujuan untuk menyatukan dua sisi kota Al-Quds timur dan barat sehingga memperluas pemukiman Yahudi atas tanak milik warga Palestina. Hal itu tentu tidak akan dibiarkan begitu saja oleh umat muslimin. Mereka pasti akan berjihad karena ini adalah salah satu solusinya.

Penyerangan Israel terhadap kapal bantuan di kapal MaviMarmara membawa keuntungan bagi rakyat Palestina. Ini adalah salah satu tanda kebangkitan Palestina akan dimulai kembali. Karena kejadian tersebut benar-benar tersorot oleh dunia. Perhatian Internasional mulai terlihat jelas dengan pemberian bantuan kemanusiaan dari segenap relawan dunia kepada rakyat di wilayah Palestina terutama Gaza. Diantaranya adalah perhatian pemerintahan Turki terhadap pembebasan negeri Palestina dan menghadapi arogansi Zionis, belasan warga Jerman beragama Yahudi yang bergabung dalam organisasi “Suara Yahudi untuk Keadilan di Timur Tengah”, komite bantuan kemanusiaan “Urat Nadi Kehidupan” cabang Yordania yang terdiri dari 300 orang peserta dengan misi “Bergandengan Tangan untuk Hentikan Blokade”, kapal kemanusiaan asal Libanon “Naji Al-Ali dan “Mariam”, kapal kemanusiaan dari Iran”. Hal itu juga diperkuat dengan ungkapan George Galloway di Libya bahwa perjalanan enam kapal yang tergabung dalam konvoi Freedom Flotilla telah menjadi bahan pembicaraan hangat di dunia dan berhasil membuat Israel terpojok serta sembilan bulan ke depan, dunia akan menyaksikan pengiriman enam puluh kapal dan ratusan truk pengangkut bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza2. Subhanallah wa alhamdulillah, ini adalah pertolongan dari Allah dan hasil dari semua umat yang mendo’akan atas pembebasan Palestina dari penjajahan Israel terhadap Palestina. Allahu Akbar…

Duniapun telah mengutuk Israel karena aksi brutalnya di Jalur Gaza yang meluluhlantakan negeri Palestina3. Banyaknya orang bahkan sampai ribuan warga yang berdemonstrasi turun ke jalan di belahan bumi utara, timur, barat dan selatan, diantaranya ratusan orang berdemo di depan Kedubes AS; sekitar 10.000 orang berkumpul di Taksim Square in Istanbul Turki, demonstrasi di luar kedubes Israel di Viena, Australia; para aktivitis berdemo di Roma, Italia; warga Inggris berkumpul di depan Kedubes Israel di London, Inggris; demonstrasi di Caracas Venezuela; demonstrasi di depan Kedubes Israel di Athena; warga demonstran pro Palestina berdemo di Rond Point des Champs Elysees, di Denmark, Belgia, Australia, Spanyol, Libanon, Pakistan, dan bahkan warga AS sendiri yang negaranya pro Israel berdemo membela Palestina. Ini adalah sebagian tanda-tanda isyarat kemenangan bagi Palestina.

Kita patut bersyukur karena masih ada sebagian kaum muslimin yang merelakan diri dan hartanya untuk saudaranya di Palestina. Para relawan Gaza mempunyai pola pemikiran yang kreatif dan berani melakukan perjuangan dengan cerdas dan efektif.

Pasca Perang 2008-2009 atas aksi brutal Israel terhadap Gaza, Palestina telah melahirkan bayi sebanyak 4000 anak dan 12.000 penghafal Al-Qur’an4. Hal ini dapat mengangkat derajat Palestina di dunia Internasional. Kebangkitan Islam juga ditandai dengan adanya hadist Rasulullah:

Abdurrahaman bin Abi Umairah al-Mujni mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda3:
هُنَاكَ فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سَتَكُوْنُ الْبَيْعَةُ

"Di sana, di Baitul Maqdis, akan terjadi baiat (kepada Imam/Khalifah)." (HR. Ibnu Asakir) Hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Hakim dan beliau mensahihkannya.

Masirah bin Jalis bertutur, berdasarkan penuturkan dari al-Walid bin Muslim, dari Marwan bin Janah, dari Yunus bin Maisarah al-Jabalani, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
هَذَا اْلأَمْرُ كَائِنٌ بِالْمَدِيْنَةِ ثُمَّ بِالشَّامِ ثُمَّ بِالْجَزِيْرَةِ ثُمَّ بِالْعِرَاقِ ثُمَّ بِالْمَدِيْنَةِ ثُمَّ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ

"Urusan (Pemerintahan Islam/Khilafah) ini akan berada di Madinah (Yatsrib), lalu di Syam, kemudian di Jazirah (Damaskus), selanjutnya di Irak, lalu di Madinah (Konstantinopel), dan kemudian di Baitul Maqdis (Palestina)." (HR Ibnu Asakir).

Para ulama meyakini bahwa yang dimaksud dengan Madinah (yang kedua) adalah kotanya Heraclius (Konstantinopel). Hadis ini juga membicarakan tentang kota-kota yang akan menjadi ibukota Khilafah dan semuanya telah terjadi, kecuali Baitul Maqdis. Insya Allah, Baitul Maqdis akan menjadi ibukota Khilafah suatu saat nanti. Allahu Akbar…

Masalah Palestina dan Al-Quds adalah masalah kita bersama. Palestina akan menjadi jantung kebangkitan islam dan pusat kekhilafan. Wallahu a’lam. Masalah Palestina bukanlah masalah kecil tapi masalah besar. Karena Zionis Yahudi sudah sangat terkenal dengan kecerdikan dan kejahatan yang super biadab dalam sejarah. Dalam hal ini kewajiban utama dari umat Islam adalah mewujudkan kebangkitan Islam dan mendidik satu generasi yang tangguh dan cerdas.

Allah berfirman dalam Al-Maidah ayat 55 :
Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)”.

Dalam catatan Dr. Adian Husaini2 mengenai ayat tersebut dijelaskan bahwa : generasi yang dicintai Allah dan mencintai Allah, berkasih sayang terhadap sesama mukmin, dan bersikap tegas terhadap kaum kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut terhadap berbagai celaan. Mereka yakin dan kokoh dengan keyakinan dan tujuan perjuangan. Semua itu membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Perjuangan Islam membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kecerdikan. Sebab, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Godaan untuk cepat-cepat melihat hasil perjuangan, bisa menghancurkan proses perjuangan.

Dalam perjuangan ini dibutuhkan sebuah strategi yang matang dan terarah. Kita harus melakukan rekontruksi fenomena sejarah dan menggali sunnah-sunnah serta pola-pola yang mengarahkan peritiwa-peristiwa sejarah. Oleh sebab itu, kita jangan hanya mengungkapkan berbagai peristiwa secara acak dan komulatif serta terfokus pada ekses-ekses negatif yang bersifat dangkal dalam perjalanan sejarah yangs ebenarnya hanya merupakan episode terakhir dari peristiwa-peristiwa sejarah.

Saat ini diperlukan berbagai tarbiyah yang dapat mendidik kaum Muslimin menjadi lebih baik diantara mengacu pada filosofi sejarah berlandaskan prinsip berikut ini5 :
1. Setiap kumpulan masyarakat terdiri dari tiga elemen utama,
yaitu pemikiran, individu manusia dan materi. Masyarakat berada pada puncak kesehatan dan kekuatan ketika individu manusia dan materi bergerak pada poros pemikiran yang benar.
2. Perilaku manusia bergantung pada niat dan gerak.
Niat akan menjelma ke dalam bentuk pikiran dan kemauan, sementara gerak menjelma dalam perbuatan praktis. Elemen-elemen ini tersusun untuk saling mendorong sehingga menjadi tiga mata rantai yakni, mata rantai pertama adalah pikiran, mata rantai kedua adalah kemauan, dan mata rantai ketiga adalah perbuatan praktis dengan fisik luar manusia dalam seluruh bidang kehidupan manusia.
Untuk menunjukkan perubahan sosial yang fositif, dapat dipahami dalam firman Allah Swt :
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah (keadaan) yang ada pada suatu kaum sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’ad : 11).

Sementara perubahan sosial yang negatif, dapat dipahami dari firman Allah Swt :
Yang demikian itu karena Allah sekali-kali tidak akan merubah nikmat yang telah dianugerahkannya kepada suatu kaum, hingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Al-Anfal : 53)

Al-Qur’an menunjukkan bahwa suatu perubahan tidak akan efektif melainkan jika diarahkan oleh pola-pola perubahan itu sendiri.
Pola pertama : Perubahan harus dimulai dari seluruh muatan yang ada pada diri manusia dengan perubahan di bidang sosial, ekonomi, politik, militer, manajemen pemerintahan, hukum dan seluruh bidang kehidupan yang bersifat eksternal. Muatan-muatan diri manusia memiliki pengertian yang sangat luas, meliputi pemikiran, nilai, budaya, kecenderungan, kebiasaan dan tradisi.
Pola kedua : Perubahan menuju keadaan lebih baik atau buruk terjadi jika dilakukan oleh masyarakat (Al Qaum) secara kolektif-bukan oleh individu-individu, ketika mereka mau merubah apa yang ada pada diri mereka.
Pola ketiga : Perubahan akan berhasil jika masyarakat memulai perubahan terhadap apa yang ada pada diri mereka, ketika mereka mampu melakukan perubahan pendidikan dan pemikiran ini dengan baik, maka akan disusul dengan perubahan yang efektif dalam bidang-bidang seperti ekonomi, politik, militer, sosial dan lain-lain.

Era kekuatan dan kejahatan sepanjang sejarah Islam tercipta ketika terjadi kombinasi dua unsur, yaitu: unsur ikhlas dalam niat dan kemauan serta unsur yang tepat dalam pemikiran dan perbuatan. Jika salah satu atau keduanya hilang, atau salah satu di antara keduanya terpisah dari yang lain, maka seluruh usaha keras dan pengorbanan akan menjadi sia-sia belaka. Selain itu, jaringan interaksi sosial (Syabakat al’Alaqat Al Ijtima ‘iyyah) terbentuk atas dasar loyalitas (wala’) kepada pemikiran risalah yang dianut dan dijadikan landasan hidup oleh suatu umat sehingga setiap individu masyarakat akan terlindungi dan terhormat, baik selama masih hidup maunpun setelah mati. Jika terjadi perbedaan pendapat di antara mereka, maka potensi konflik diarahkan ke luar masyarakat tersebut sedangkan usaha mereka tetap bersatu dan membuahkan hasil yang baik. Namun sebaliknya, jika jaringan interaksi sosial terbentuk dalam poros loyal kepada individu, keluarga, mazhab dan kedaerahan; serta bergerak dalam poros individu manusia dan materi, maka nilai manusia menjadi rendah, baik di dalam maupun di luar lingkungan masyarakat. Pertikaian internalpun terjadi dan terus mencabik-cabiknya sehingga setiap kelompok berusaha menghancurkan kelompok lain.

Oleh sebab itu, kita membutuhkan tarbiyah sepanjang hayat sehingga dapat menempa diri kita menjadi lebih baik dan berprestasi. Tarbiyah-tarbiyah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1.Tarbiyah Ruhiyah adalah penempaan ruhani agar tetap sehat, sehat, nurani yang senantiasa dalam keadaan beriman dan ketaatan kepada Allah, selalu menata hati atau qalbu agar tetap bersih6. Dilakukan dengan cara : menguatkan aqidah, akhlak dan tingkah laku menjadi baik, mendorong diri menuju kepada Allah, tidak bosan berdzikir, rindu untuk selalu beribadah, khusyu’ dalam shalat, menjaga waktu, selalu intropeksi diri atau bermuhasabah, berdo’a dan menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran.
“Ruhiyah yang baik akan menguatkan aqidah dan cerminan dari akhlak seseorang terlihat pada akal dan tingkah lakunya”
2.Tarbiyah Fikriyah
Adalah sebuah upaya dalam penempaan pola pikir, cara pandang, dan kemampuan berpikir kita agar lebih pintar dan cerdas sehingga melahirkan pribadi yang cerdas, dewasa dan bertakwa dalam menghadapi berbagai hal. Selalu haus akan ilmu. Dalam aspek fikriyah dibutuhkan wawasan Islamiyah dan pola pikir Islam yang baik agar pola kerja pikirannya menjadi landasan dan bermanfaat pada diri sendiri dan orang lain.
3.Tarbiyah Jasadiyah
Adalah penempaan diri secara fisik agar lebih kuat dan sehat sehingga mendapat energi dan bekal kuat yaitu iman kepada Allah.
4.Aspek Amaliyah Harakiyah
Adalah amalan-amalan yang bergerak. Kita terlahir dan tercipta dengan baik, oleh karena itu kita wajib beramal lebih baik lagi di dunia ini.
Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 105 :
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang giab dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’”

Perjuangan kita masih belum berhenti. Kita dapat belajar dari negara Palestina, walaupun Gaza merupakan salah satu bagian dari wilayah di Palestina yang tandus, miskin dan teraniya tapi semangat juangnya mereka masih tinggi demi membela negaranya. Mereka masih perkasa dan tangguh dengan tanahnya yang semakin sedikit akibat dibajak Zionis Laknatullah. Semoga kita menjadi generasi yang tidak silau dengan dunia, bersifat pemaaf dan lembut, rendah hati (tawadhu), menyayangi orang-orang miskin, dermawan, pemurah, giat beribadah dan bersatu berjuang bersama demi membantu Rakyat Palestina.

Referensi :
1.http://nabilmufti.wordpress.com/2010/03/16/intifadha-sejarah-perjuangan-palestina/
2.www.hidayatullah.com
3.http://www.voa-islam.com/
4.http://www.infopalestina.com/
5.Asep sobari, Amaluddin, Refleksi 50 Tahun Gerakan Dakwah Para Ulama untuk Membangkitkan Umat dan Merebut Palestina, Bekasi, Kalam Aulia Mediatama, 2007
6.Casofa, Fachmy, Muslim Inspiratif, Surakarta, GazzaMedia, 2009