bunga

Tugas Perancangan Jaringan Komputer

Soal Kasus Permasalahan :

Ada sebuah server dan tujuh user. Bagaimana server melayani permintaan user dan menanganinya? Misalnya, user membuka detik.com. Tiap user akan membuka website itu. Dari banyak content yang di buka, bagaimana server menanganinya. Akan ada content yang terbuka dan tidak terbuka.
Penyelesaian :

Cara 1
Server akan merespon masing-masing user menggunakan ip addressnya user masing-masing. Sehingga bisa tahu bahwa ini content untuk user A, ini content untuk user B dan seterusnya. Setiap IP address mempunyai port number. Misalnya 10.10.10.1.port number. Masing-masing user memiliki port number yang berbeda-beda. Jadi server mengenali user via port number itu.
Contoh : Dua buah komputer menggunakan protokol TCP/IP. Masing-masing komputer mendapat IP Address 10.1.1.1 (komputer A) dan 10.1.1.1.2 (komputer B). Misal, pengguna komputer A hendak mengirim file ke pengguna komputer B. Yang dilakukan oleh pengguna adalah mencari aplikasi FTP, mengetikkan alamat komputer B, yaitu 10.1.1.2, lalu menekan tombol ENTER untuk memulai koneksi. Komputer saling berkomunikasi menggunakan alamat hardware (MAC Address) yang dimiliki oleh Ethernet. Untuk mengatasi hal itu maka perlu dilakukan konversi antara IP address menjadi MAC address. Di sinilah peranan protokol ARP. protokol ini digunakan untuk menemukan MAC address yang berasal dari komputer dengan IP Address terterntu. Mula-mula komputer A melihat table ARP (ARP chace) miliknya dan mencoba menemukan MAC address komputer B. Jika tidak ditemukan, maka komputer A mengirim pesan ke alamat broadcast untuk menanyakan setiap komputer pada network.

Isi pesan sebagai berikut, “Siapa yang memiliki IP address 10.1.1.2 dimohon untuk memberikan MAC address-nya kepada komputer dengan IP address 10.1.1.1. Komputer B mendengarkan pesan ini dan kemudian memberikan MAC address-nya ke komputer A. Komputer A menyimpan informasi MAC address komputer B di table ARP. Sehingga suatu saat nanti diperlukan lagi masih bisa dibaca kembali. Setelah itu, barulah data ditransfer.

Kalau pada TCP, metode koneksi menerapkan connection oriented protocol (reliable networking) yaitu virtual circuit (3-way-handshake), Acknowledgments, sequencing, flow control. Di dini mekanisme pendeteksian kerusakan atau kehilangan paket data dilakukan dengan memanfaatkan ACK (acknowledge). Setiap segmen yang dikirim akan di-ACK oleh komputer penerima dengan cara mengirim segmen ACK ke komputer pengirim.

Cara 2
Apa yang user ketik ada di layer 7 (informasi berawal dari layer application), lalu turun ke layer 6, turun ke layer 5, turun ke layer 4 dan di layer 4 itu akan terjadi pelabelan data ke tujuan. Data mengalami transformasi ke bentuk lain yaitu segment. Kemudian turun ke layer 3. Segment yang mengalir ke layer Network dan kemudian diubah menajdi packet (kadang disebut datagram). Di sini label dikasih IP. Lalu turun ke layer 2, dan ditambahi MAC Address. Packet yang mengalir ke layer datalink dan kemudian diubah menjadi frame. Setelah itu turun ke layer 1. Frame mengalir ke layer physical dan kemudian menjadi bit-bit. Bit-bit diubah menjadi besaran fisik seperti arus listrik, gelombang elektromagnetik, dsb. Proses perubahan bentuk dari satu layer ke layer berikutnya dilakukan dengan emanmbahkan header khusus. Inilah yang disebut dengan encapsulation (enkapsulasi). proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Kemudian dikirim masuk ke router/switch. lalu di sini di rekam data IP dan MAC Address. Setelah itu dilemparkan ke gatewaynya. Jika network itu memakai NAT maka yang akan dikirim IP NAT-nya. Tapi begitu terus sampai ke server yang di tuju. Request yang diterima oleh server dilempar balik dengan memakai IP router gateway-nya. Ketika sudah diterima oleh rouer gate, di cek IP dan MAC Address mana yang request. Setelah itu, baru diteruskan balik kepada yang request.

Keterangan :
OSI layer ini terdiri dari 7 lapisan, dimana setiap-setiap lapisan mempunyai peran masing-masing dalam membangun arsitektur jaringan. Ketujuh lapisan itu yaitu:

1. Lapisan Fisik (Physical Layer)
Lapisan ini berfungsi menentukan masalah kelistrikan/gelombang/medan dan berbagai prosedur/fungsi yang berkaitan dengan link fisik, seperti besar tegangan/arus listrik, panjang maksimal media transmisi, pergantian fasa, jenis kabel dan konektor. Contoh protoko : RS-232, V.35, I.430, I.431, DSL, SONET, T1, E1, 10BASE-T, 100BASE-TX, 802.11 a/b/g/n PHY, hub, repeater, fibre optic.

2. Lapisan Data Link (Data Link Layer)

Lapisan ini berfungsi menentukan pengalamaan fisik (hardware address), error notification (pendeteksi error), frame flow control (kendali aliran frame), dan topologi network. Ada dua sublayer pada data link yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access (MAC). LLC mengatur komunikasi seperti error notification dan flow control, sedangkan MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar-adapter. Contoh protokol : 802.3 (Ethernet), 802.11a/b/g/n MAC/LLC,802.1Q (VLAN), ATM, CDP, HDP, FDDI, Fibre Channel, Frame relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP, Token Ring.

3. Lapisan Network (Network Layer)

Lapisan ini berfungsi menentukan rute yang dilalui oleh data. Lapisan ini menyediakan logical addressing (pengalamatan logika) dan path determination (penetuan rute tujuan). Contoh protokol : IPX, IP, ICMP, IPsec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF, Q.931

4. Lapisan Transport (Transport layer)
Lapisan Transport menyediakan end-to-end communication protocol. Layer ini bertanggung jawab terhadap “keselamatan data” dan “segmentasi data”, seperti mengatur flow control (kendali aliran data), error detection (deteksi eror) dan correction (koreksi), data sequencing (urutan data), dan size of the packet (ukuran paket). Contoh protokol : TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX.
Lapisan ini bekerja pada protokol TCP/UDP, bertugas untuk mengubah frame data menjadi beberapa paket data yang kemudian dikirimkan ke alamat tujuan dan menjamin data sampai ke tempat tujuan, kecuali untuk UDP karena transport data yang dilakukan tidak connection oriented (menjamin data sampai ke tempat tujuan), melainkan connectionless (tidak menjamin data sampai ke tempat tujuan)

5. Lapisan Session (Session Layer)
Lapisan ini bertugas untuk menjaga kedua koneksi yang saling terhubung, Lapisan ini berfungsi mengatur sesi (session) yang meliputi establishing (memulai sesi), maintaining (mempertahankan sesi), dan terminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki oleh presentation layer. Contoh protokol : SQL, X Window, Named Pipes (DNS), NetBIOS, RPC, NFS, ZIP, dll

6. Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Lapisan ini berfungsi mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti konpresi data dan enkripsi data. Contoh protokol : TDI, ASCII, MIDI, MPEG, ASCII7.

7. Lapisan Aplikasi (Application Layer)


Lapisan ini berfungsi menyediakan servis bagi berbagai aplikasi network. Contoh protokol : NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, FTP, HTTP, NTP, RTP, SMPP, SMTP, SNMP, Telnet.
Lapisan ini bertugas untuk menyampaikan informasi dari jaringan kepada user lewat aplikasi yang ada, seperti browser, email, dll. Dan sebagai interface anatara pengguna dengan aplikasi.

Cara 3
Secara prinsip server cuma sebagai gudang. Misalnya user buka detik.com dan membuka tab pertama, kemudian tab ke dua maka komputer user akan me-request sejumlah data dari server. Selain itu user juga buka tab kedua secara berbarengan. Akan request tab kedua akan diminta oleh komputer user. Semakin banyak tab yang kita buka akan semakin banyak request data yang diperlukan. Itu sebabnya semakin banyak tab yang dibuka akan terasa lamban. Misalnya pada saat yang sama user lain buka tab kedua dan ketiga. Maka server akan memberikan data tab pertama dan kedua ke user pertama dan data tab kedua serta ketiga ke user ke dua. Server hanya bisa mengenali bila ada sistem hak akses, seperti username. Dan server hanya akan mencocokan data yang diminta apakah boleh diakses sesuai dengan usernamenya. jadi cara server mengenalinya dengan cara login username.

oleh : Evi Andriani (mahasiswi magister teknik elektro USU)