bunga

Surga dan Neraka

Pada dasarnya Allah telah menciptakan surga dan neraka jauh sebelum menciptakan yang lain. Dan setiap manusia akan memasukinya baik untuk orang yang memiliki perbuatan baik ataupun buruk. Dan di sinilah kehidupan sebenarnya yang kekal dan abadi akan dihadapi oleh setiap manusia setelah mati.

Orang-orang bertakwa, orang-orang yang beriman berhak untuk memasuki surga karena surga Allah siapkan bagi kaum muttaqin.

Sebagaimana Allah berfirman :
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Sedangkan manusia yang memilih jalan hidup tidak baik sesuai kebiasaan kaum kafir maka telah disiapkan oleh Allah tempat khusus bagi mereka yaitu nereka.
Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 131 :
”Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (QS Ali Imran ayat 131)

Setiap muslim percaya akan adanya surga dan neraka tersebut. Bahkan umat lain juga percaya surga dan neraka kecuali atheis karena inilah salah satu ciri ketauhidan kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba dan utusan-Nya, dan kalimat-Nya yang Ia berikan kepada Maryam, dan roh dari-Nya (roh dari roh-roh yang Allah ciptakan), dan bersaksi bahwa surga itu benar adanya dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apapun amalannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, kembali lagi kita harus merenung sahabat. Bahwa untuk mendapatkan surga itu tidaklah mudah. Tidak hanya dengan amalan kita. Namun, surga di raih dengan rahmat, karunia, kasih sayang dari Allah. sedangkan amalan-amalan kita yang kita perbuat itu adalah sebab untuk masuk surga.

Oleh sebab itu, ketika kita beramal, tanamkan dalam hati kita, semua ini kita lakukan untuk mengharap rahmat dariNya dan berharap bisa melihat wajahNya dengan wajah kita yang penuh cahaya keimanan, selalu tulus mencintaiNya. Untuk itu, kita harus kembali lagi berusaha mengasah ilmu kita, berislah (memperbaiki diri) kita agar menjadi orang-orang yang muttaqin (orang-orang yang bertakwa kepada Allah), orang-orang yang selalu bersiap-siap akan berjumpa denganNya dan selalu memohon dalam setiap doa, agar Allah mengampuni dosa-dosa kita agar memasukkan kita ke surgaNya dan melindungi kita dari panasnya api neraka.

Seorang taqwa akan merealisasikan apa yang diperintahkan Allah. Ketaqwaan itu menyangkut kulub kita untuk selalu beriman kepada Allah. Jika kita berislah terus menjadi orang-orang yang muttaqin maka Allah akan semakin sayang dengan kita, mendapatkan petunjuk, cahaya dari Allah, mendapatkan perlindungan serta kita sebagai insan yang selalu bertawakkal padaNya. Bertambah kesabaran, ketenangan, iman kita. Subhanallah sahabat. Inilah surga yang telah kita rasakan di dunia dan patut kita syukuri.

Janganlah kita bersedih atas sesuatu yang terjadi tapi kita bersyukurlah karena hal itu menunjukkan bahwa Allah sayang pada kita. Semakin bertambah iman, semakin banyak ujian dan rintangan yang dihadapi. Dan jika kita lalai atau lupa pada Allah maka Dia mengingati kita dengan kasih sayangNya agar kembali dekat padaNya dan bertaubat. Sehingga kita sampai benar-benar teguh beriman pada Allah sampai akhir hayat kita dan akhirnya akan mendapatkan ketetapan yang abadi yaitu surga atau neraka. Lakukan segala sesuatu demi mendapat rahmat dan ridho karena Allah. Karena janji Allah telah ditetapkan, dan saat ini bagaimana kita meraihnya.

Semoga catatan ini bermanfaat untuk kita semua, khususnya bagi diri saya sendiri yang sering berbuat khilaf dan dosa, agar sering bermuhasabah diri menjadi lebih baik, menjadi bagian dari orang-orang yang muttaqin.

Wassalamu’alaikum warahmatullah
~Evi A.~
Medan, 14 Agustus 2011