Minggu, 25 Juli 2010

KOMITMEN MUSLIM SEJATI

Minggu, 25 Juli 2010
Gambar saya ambil dari sembarang google dan hanya edit melalui tambahan hadist



Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam

Sering kita menemukan banyak orang yang menganut Islam sebatas identitas diri saja (Islam KTP-penj) atau menganut Islam karena lahir dari orang tua yang muslim. Bentuk kedua muslim ini pada hakikatnya masih asing dengan Islam dan tidak tahu apa konsekuensi yang harus ditanggung ketika menyatakan diri sebagai muslim.

… Dia (Allah) telah menamai kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan begitu pula dalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan suapaya kamu semua menjadi saksi atas seluruh manusia…” (Al-Hajj [22] : 78)

Di dalam buku “Apa bentuk Komitmen Saya Kepada Islam” karya : Dr. Fathi Yakan terbagi dua yaitu Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam dan Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Harakah Islamiyah.

I.Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam
1.Saya Harus Mengislamkan Aqidah Saya
2.Saya Harus Mengislamkan Ibadah Saya
3.Saya Harus Mengislamkan Akhlak Saya
4.Saya Harus Mengislamkan Keluarga dan Rumah Tangga Saya
5.Saya Harus Mampu Mengalahkan Nafsu Saya
6.Saya Harus Yakin Bahwa Hari Esok Milik Islam

II.Bentuk Komitmen Saya Kepada Harakah Islamiyah?
1.Saya Harus Mempersembahkan Hidup Saya Untuk Islam
2.Saya Harus Meyakini Kewajiban Berjuang untuk Islam
3.Harakah Islamiyah : Tugas, Karakteristik, dan Bekal
4.Saya Harus Memahami Lika-Liku Perjuangan Islam dan Alasan Harus memilih Harakah Islamiyah
5.Saya Harus Memahami Dimensi dalam Berkomitmen kepada Harakah Islamiyah
6.Saya Harus Membangun Pilar-pilar Perjuangan Islam
7.Saya Harus memahami Syarat-syarat Baiat dan Keanggotaan

I.Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam
Berikut adalah karakter-karakter yang harus dimiliki oleh setiap orang agar menjadi muslim sejati:

1.Saya Harus Mengislamkan Aqidah Saya
Syarat pertama menjadi muslim yang baik adalah memiliki aqidah yang benar dan lurus, sesuai dengan arahan Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah saw.
Beberapa tuntutan menjadi Muslim sejati dalam beraqidah yaitu :
a.Percaya (beriman) bahwa pencipta alam raya ini adalah Allah Yang Mahabijaksana, Mahakuasa, Maha mengetahui dan Mahahidup. Buktinya, alam ini bergerak dengan sebuah sistem yang sangat baik, teliti & rapi. (Al-Anbiya’:22)
b.Percaya (beriman) bahwa Allah yang Maha Tinggi tidak menciptakan alam raya ini secara main-main, dan tanpa tujuan. (Al-Mukminun : 115-116)
c.Percaya (beriman) bahwa Allah swt telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci sebagai sarana agar manusia mengenal-Nya, menjelaskan tujuan penciptaan diri mereka, asal-usul, dan tempat kembali mereka (An-Nahl : 36)
d.Percaya (beriman) bahwa tujuan dari keberadaan manusia di dunia adalah mengenal Allah dengan sifat-sifat yang diterangkan langsung oleh-Nya, agar manusia taat dan menyembah-Nya. (Adz-Dzariyat : 56-58)
e.Percaya (beriman) bahwa orang mukmin yang taat akan mendapat balasan surga dan orang kafir yang bermaksiat akan mendapat balasan neraka. (Asy-Syura : 7)
f.Percaya (beriman) bahwa manusia melakukan amal yang baik dan buruk dengan pilihan dan kehendaknya sendiri kecuali karena pertolongan Allah. (Asy-Syams: 7-10) dan (Al-Muddatstsir : 38)
g.Percaya (beriman) bahwa hanya Allah yang berhak membuat hukum dan siapa pun tidak boleh melanggarnya. (Asy-Sura : 10)
h.Berusaha mengenal Allah dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifat yang sesuai dengan kebesarannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
i.Berusaha memikirkan makhluk Allah dan tidak memikirkan Dzat-Nya. (HR. Abu Nu’aim dalam kitab Al-Hilyah)
j.Mengenai sifat-sifat Allah swt, banyak ayat Al-Qur’anul Karim yang menerangkan kesempurnaan Allah yang hakikatnya tidak bisa diukur oleh kemampuan akal manusia.
k.Yakin bahwa pendapat generasi salaf lebih layak diikuti untuk untuk menyelesaikan masalah ta’wil dan ta’thil (menafikan sifat-sifat Allah).
l.Harus menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan-Nya. (An-Nahl : 36)
m.Hanya takut kepada Allah dan tidak pernah takut kepada aapun selain dari-Nya. (Al-Mulk : 12) dan (An-Nur : 52)
n.Selalu mengingat Allah dan senantiasa berdzikir kepada-Nya. (Ar-Rad : 28)
o.Cinta kepada Allah yang membuat diri semakin rindu kepada keagungan-Nya dan hati terpaut kepada-Nya sehingga memotivasi untuk berbuat baik dan semangat berkorban serta berjihad di jalan-Nya (At-Taubah : 24)
Sebagai sarana manisnya iman yaitu lebih mencintai Allah dan Rasulnya, mencintai orang lain karena Allah dan tidak suka kembali kepada kekafiran. (HR. Bukhari)
p.Bertawakkal kepada Allah dalam segala urusan dan menyerahkannya kepada Allah sehingga menumbuhkan semangat seberat apapun kesulitan yang dihadapi akan tetap di arungi (Ath-Thalaq : 3)
q.Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, karunia dan rahmat-Nya yang tidak terhingga.(An-Nahl : 78), (Yasin : 33-35), (Ibrahim : 7)
r.Selalu memohon ampun kepada Allah. Istigfar dapat menghapus kesalahan, memperbaharui taubat dan iman serta melahirkan ketenangan. (An-Nisa’ : 110), (Ali Imran : 135-136)
s.Selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam kondisi tersembunyi maupun terang-terangan (Al-Mujadilah : 7)

2.Saya Harus Mengislamkan Ibadah Saya
Ibadah dalam perspektif Islam adalah kepasrahan total dan merasakan keagungan Allah dimana menghubungkan makhluk dengan Penciptanya.
Beberapa tuntutan untuk menjadi muslim sejati :
a.Menjalankan ibadah dengan penuh makna dan tersambung dengan Allah.
b.Melakukan ibadah dengan khusyuk sehingga merasakan hangatnya hubungan dengan Allah dan nikmatnya kekusyukan.
c.Melakukan ibadah dengan hati yang selalu hadir dan lepas dari segala bentuk kesibukan serta intrik duniawi di sekitarnya.
d.Merasakan ibadah dengan perasaan kurang dan kurang sehingga tidak pernah puas dan dengan perasan lapar sehingga tidak pernah kenyang.
e.Berusaha selalu mengerjakan shalat malam (tahajud) dan selalu konsisten. (Adz-Dzariat : 17-18), (As-Sajadah:16)
f.Meluangkan waktu khusus untuk mempelajari dan merenungkan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur (merenungkan), tafakur (mengkaji), khusyu, dan sedih (Al-Isra : 78), (Al-Hasyr:21).
g.Menjadikan do’a sebagai tangga menuju Allah dalam setiap urusan.

3.Saya Harus Mengislamkan Akhlak Saya
Moral (akhlak) mulia adalah tujuan utama dari risalah Islam. Iman tidak berarti apa-apa jika tidak melahirkan akhlak. (Al-Baqarah:177), (Al-Hajj:41), (Al-‘Ankabut:45).
Beberapa sifat penting yang harus dimiliki seseorang agar menjadi muslim sejati dalam berakhlak yaitu :
a.Menjauhi perkara-perkara yang syubat.
b.Menjaga pandangan. (An-Nur : 30)
c.Menjaga ucapan atau lisan seperti ucapan yang tidak bermanfaat dan kotor, ghibah, mengadu domba dan ungkapan jelek atau kasar.
d.Malu
Maksudnya senantiasa memiliki rasa malu dalam setiap kondisi, tetapi tidak menghalangi keberaniannya untuk menyatakan kebenaran.
e.Lapang dada, sabar dan tenang. (Az-Zumar:10), (An-Nur:22), (Asy-Syura:43)
f.ujur
g.Rendah hati (Tawadhu)
h.Menghindarkan prasangka buruk, ghibah, dan tidak mencari-cari kesalahan orang Islam. (Al-Hujarat:12), (Al-Ahzab:58)
i.Murah hati dan dermawan. (Al-Baqarah : 3 dan 272)
j.Menjadi teladan yang baik bagi orang lain.

4.Saya Harus Mengislamkan Keluarga dan Rumah Tangga Saya
Adalah membawa misi Islam ke dalam lingkup masyarakat kecil yaitu keluarga (istri dan anak). Kemudian menyebarkannya ke sanak keluarga, di mulai dari yang terdekat. (At-Tahrim: 6)
a.Tanggung jawab atas pernikahan yaitu :
-Pernikahan harus didasari niat karena Allah. Maksudnya, untuk membangun keluarga muslim, melahirkan keturunan yang shalih, snaggup mengemban amanah, dapat mewujudkan, melahirkan, dan menjaga kesinambungan hidayah.
-Selektif dalam menjatuhkan pilihan kepada wanita yang akan dipersunting sebagai pendamping hidup dan teman perjalanan di dunia.
-Memilih calon istri yang memiliki akhlak yang baik dan shalihah, meskipun kurang dari segi harta dan kecantikannya.
-Selalu berhati-hati agar tidak melanggar perintah Allah dalam masalah ini, menjaga diri dari murka Allah dan balasan-Nya
b.Tanggung jawab setelah menikah
-Berbuat baik kepada istri dan mempergaulinya dengan cara yang baik pula supaya terbangun kepercayaan di antara keduanya.
-HUbungan dengan istrinya tidak hanya sebatas hubungan seks dan nafsu, namun terbangun kesamaan pikiran, semangat dan emosi. (Thaha:132)
-Semua hubungan yang terjalin dengan istri harus senantiasa selaras dengan ajaran syariat.
c.Tanggung jawab suami-istri dalam mendidik anak
Membangun perpaduan suami-istri dalam mendidik anak dengan pendidikan islami yang ideal. Setiap bayi terlahir dengan fitrah. Jika kelahirannya disambut dengan pendidikan yang benar, maka akan jadi anak yg shalih. (Al-Furqan : 74)

5.Saya Harus Mampu Mengalahkan Nafsu Saya
a.Dalam menghadapi nafsu, manusia terbagi menjadi tiga kelompok yaitu :
1)Orang yang mengalahkan nafsunya yaitu orang-orang yang maksum.
2)Orang yang dikuasai nafsunya. Akibatnya berorientasi pada duniawi dan materi. Mereka adalah orang-orang kafir dan siapa saja yang mengikuti jalan mereka yaitu orang-orang yang melupakan Allah. (Al-Jatsiyah: 23)
3)Orang yang selalu berusaha keras mengontrol diri dan melawan nafsunya. Mereka berbuat salah, tapi segera menyesal dan bertaubat.(Ali Imran:135)

b.Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan dalam melawan nafsu
1)Hati, yaitu apabila hati tetap hidup, lembut, jernih, keras, dan bercahaya. (Al-Anfal:2), (Muhammad: 24)
2)Akal, yaitu akal yang dapat memandang dengan jernih, paham, dapat membedakan yang baik dan buruk, mengadopsi ilmu dan pengetahuan yang mendekatkan diri kepada Allah dan mengenal keagungan serta kekuasaan-Nya. (Fathir: 28), (An-Nur : 40)
3)Bentuk-bentuk kekalahan dalam melawan nafsu :
Yaitu, jalan-jalan godaan setan pada dirinya bertambah banyak sehingga timbul penyakit waswasah (gangguan yang membuatnya selalu ragu). Setan menjadi qarin (pendamping setia) baginya. (Al-Mujadilah: 9), (Al-A’raf : 16-17), (Al-Hasryr: 16)
4)Cara membentengi diri dari godaan setan:
-Tamak dan berprasangka buruk. Keduanya aku lawan dengan qanaah dan percaya.
-Cinta dunia dan angan-angan. Keduanya aku lawan dengan rasa takut dan kematian yang datang tiba-tiba.
-Suka santai dan mencari kesenangan. Keduanya aku lawan dengan keyakinan nikmat akan sirna dan timbangan yang buruk ketika menghadap Allah.
-Ujub (membanggakan diri). Aku melawannya dengan yakin akan anugerah Allah dan takut menerima akibat yang buruk.
-Menganggap rendah dan tidak menghormati orang lain. Keduanya aku lawan dengan mengenali hak dan kehormatan mereka.
-Hasad (dengki). Aku melawannya dengan qana’ah dan ridha dengan nasib setiap makhluk yang telah ditentukan oleh Allah.
-Riya’ dan mengharapkan pujian dari orang lain. Keduanya aku lawan dengan ikhlas.
-Kikir. Aku melawannya dengan keyakinan bahwa semua yang ada di tangan manusia akan sirna, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan kekal abadi.
-Sombong. Aku melawannya dengan rendah hati (tawadhu’)
-Tamak dengan dunia. Aku melawannya dengan keyakinan apa yang ada di sisi Allah dan zuhud terhadap aoa yang dimiliki oleh manusia.
Sarana lain yang sangat dibentengi dalam Islam untuk membentengi diri dari segala godaan dan tipu daya iblis adalah mengingat Allah (zikir) ketika memulai pekerjaan, membaca Al-Qur’an dan istighfar. Juga bisa dilakukan dengan menghindari kekenyangan sekalipun dari makanan yang halal dan bersih. (Al-A’raf: 31). Cara lain adalah tidak tergesa-gesa dan berhati-hati dalam melakukan segala urusan. (Al-A’raf: 201)

6.Saya Harus Yakin Bahwa Hari Esok Milik Islam
Mengimani Islam sebagai jalan hidup harus mendorong pada tingkat keyakinan bahwa masa depan adalah milik Islam. Islam adalah satu-satunya manhaj yang sesuai dengan segala kebutuhan dasar manusia, dan dapat menyelaraskan antara tuntutan jiwa dan materi pada manusia. Sifat Rabbaniyah pada manhaj Islam adalah corak (shibghah) khusus yang menjadikan Islam berada di garis depan. (Al-Baqarah: 138)
Yakin dengan kelemahan sistem buatan manusia :
Kita harus mengetahui batas kelemahan dan kegagalan yang dialami oleh sistem-sistem positif buatan manusia seantero dunia- baik kapitalisme, demokrasi, liberalism, sosialisme, maupun komunisme- karena sifat buatan manusia terbatas, lemah, serba kekurangan dan temporer.

II.Bentuk Komitmen Saya Kepada Harakah Islamiyah
Komitmen seseorang terhadap gerakan Islam harus terlebih dahulu didasari oleh adanya sejumlah sifat dan karakteristik yang menunjukkan komitmennya kepada Islam. Hal ini menjadikan fokus gerakan Islam adalah mempersiapkan individu agar menjadi muslim sejati sebelum merekrutnya sebagai anggota gerakan.

1.Saya Harus Mempersembahkan Hidup Saya Untuk Islam

Kita dituntut agar mengabdikan diri untuk Islam, mengarahkan hidup kita untuk Islam, dan menggunakan segenap kemampuan serta potensi kita untuk memperkuat kedudukan Islam dan mengangkat pilarnya.
Berkenaan dengan hal ini manusia terbagi 3 golongan :
a.Sebagian manusia mengabdikan hidupnya hanya untuk kehidupan dunia, mereka a/ kaum materialis, baik dari keyakinan maupun kenyataannya. (An-Na’am: 29)
b.Ada manusia yang hidupnya tidak jelas, mereka memiliki keyakinan yang labil dan banyak melakukan penyhimpangan, tetapi menganggap semua yang dilakukannya benar dan baik. (Muhammad: 12), (Al-Baqarah: 204-205)
c.Manusia yang menganggap kehidupan dunia sebagai ladang bagi kehidupan akhirat. (Al-An’am: 32)

Bagaimana cara mengabdikan hidup untuk Islam:
a.Mengerti tujuan hidup (Adz-Dzariat: 56)
b.Mengetahui nilai dunia jika dibandingkan dengan nilai akhirat (At-Taubah: 38)
c.Mengetahui bahwa mati adalah sebuah kepastian dan mau mengambil naseihat darinya. (Ar-Rahman: 26-27)
d.Mengetahui hakikat Islam dengan berusaha memahami (tafaqquh), belajar (ta’allum), dan mengerti segenap prinsip aqidah, hukum, hal-hal yang halal dan haram (Tha haa: 114)

Karakter manusia yang mengabdikan hidup untuk Islam:
a.Memiliki komitmen konkret terhadap Islam. Di wujudkan karena iman yang terpatri di hati & dibuktikan dengan perbuatan. (Al-Baqarah: 44), (Ash-Shaff: 3)
b.Memberi perhatian terhadap kemaslahatan Islam
c.Teguh memegang kebenaran dan percaya kepada Allah. (Ali Imran: 139)
d.Komitmen dengan perjuangan Islam dan bekerja sama dengan sesama aktivitis. (Al-Qashah: 35), (Al-Ma’idah: 2).
“Kebersamaan adalah berkah, kebersamaan adalah rahmat dan perpecahan adalah azab”

2.Saya Harus Meyakini Kewajiban Berjuang untuk Islam
Berjuang untuk Islam, yakni membangun kepribadian yang mengimplementasikan Islam, baik aqidah maupun akhlak.

3.Harakah Islamiyah : Tugas, Karakteristik, dan Bekal
1)Tugas Harakah Islamiyah
Tugas hgarakah Islamiyah adalah mengarahkan manusia untuk menyembah Allah Ta’ala, baik indivisu maupun kelompok melalui usaha membangun masyarakat islami yang mengadopsi hukum-hukum dan ajaran-ajarannya dari Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah saw.

2)Karakteristik Prinsip Harakah Islamiyah
a.Rabbaniyyah
b.Independen
c.Modern
d.Komprehensif
e.Menghindari permasalahan-permasalahn khilafah dalam bidang fiqih

3)Karakteristik Pergerakan
a.Jauh dari kendali penguasa dan politisi
b.Bertahap : Ta’rif (Pengenalan), Takwin (Pembinaan), Tanfidz (Pelaksanaan)
c.Lebih banyak beramal dan berkarya daripada melakukan propaganda dna publikasi
d.Taktik bernafas panjang (dikutip untuk kalangan terbatas di Kuwait)
e.Terbuka dalam aktivitas dan tertutup dalam persiapan
f.Uzlah secara maknawi bukan jasadi
g.Tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan

4)Bekal Harakah islamiyah
Bekal Harakah Islamiyah menurut Asy-Syahid Imam Hasan Al-Banna yaitu :
“Bekal kita adalah bekal generasi salaf sebelum kita dan senjata yang digunakan oleh pemimpin dan teladan kita Muhammad, Rasullullah saw, para sahabatnya ketika menyerbu dunia. Didukung oleh jumlah pasukan yang kecil, logistic yang sangat terbatas namun usaha mereka sangat maksimal. Itulah dsenjata yang kita bawa untuk menyerbu dunia kembali.”

4.Saya Harus Memahami Lika-Liku Perjuangan Islam dan Alasan Harus memilih Harakah Islamiyah
5.Saya Harus Memahami Dimensi dalam Berkomitmen kepada Harakah Islamiyah
6.Saya Harus Membangun Pilar-pilar Perjuangan Islam
7.Saya Harus memahami Syarat-syarat Baiat dan Keanggotaan


ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄ஐ▄▄

Semoga apa yang evi sampaikan dapat kita ambil hikmahnya ya sahabat-sahabatku dimanapun kita berada. Teruslah engaku berkarya. Teruslah engkau berdakwah. Sampaikanlah kebaikan-kebaikan walaupun hanya 1 ayat, sesuatu yang engkau pahami dan bernilai bermanfaat bagi orang lain. Janganlah engkau berkecil hati karena tidak bisa menulis atau tidak mengungkapkan dengan kata-kata yang indah. Tapi berikanlahapa yang engkau bagi dengan sahabat-sahabatmu. Semoga kita senantiasa selalu bertaubat dan memohon ampun pada Allah. Kita hanyalah manusia yang sering lupa dan berbuat khilaf, tiada yang sempurna kecuali Allah swt. Tetap semangat, tetaplah terus beraktualisasi diri, tetaplah tersenyum sehingga kebahagiaan dan keikhlasan menyelimuti relung jiwa kita dan cahaya iman kita tak akan pernah padam.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

~Evi A.~
Medan, 25 Juli 2010

Referensi : Apa bentuk komitmen saya kepada Islam karya Dr. Fathi Yakan

blog comments powered by Disqus