bunga

[Bukan Buku Harian Biasa] Gempa Itu Kini Kembali




Gempa Itu Kini Kembali
(Evi Andriani)

Gempa itu kini kembali
Tapi ia tak bersama tsunami
Ia hanya datang sendiri
Menyapaku di heningnya malam
Saat semua jiwa terbuai oleh mimpi

Saat pagi menjelang, rasa kantuk mulai tak bisa kuelakkan lagi. Sudah hampir jam satu pagi. Suasana di medan sudah mulai gelap gulita. Inilah puncaknya malam di Medan. Aku mulai mematikan lampu kamar dan mulai hidupkan lampu tidur. perlahan sesaat aku hendak mematikan laptop, karena letih otak berpikir tentang naskah buku kesehatan yang nggak kelar-kelar, malah sudah diultimatum pula hiks.. hikss... aku hanya sleep-kan itu laptop tanpa ku shutdown.

Tiba... tiba... bumi mulai bergoncang, berdendangkan tarian menggoyangkan gorden jendela, buku-buku dan baju-baju. Hal itu menggoda hatiku hendak bertanya, “Ada apa ini gerangan? Mungkin ini hanyalah sebuah ilusi.” Ah, ternyata tidak ilusi, goncangan semakin dahsyat kurasa tepat pukul satu malam.

Yang terpikir pertama kali dalam pikiranku adalah jilbab. Ya, jilbab adalah sesuatu yang tidak boleh aku tinggalkan Karena jilbab adalah identitas seorang muslimah. Aku agak trauma dengan kejadian gempa tsunami Aceh. Di mana orang-orang berlarian tanpa memakai hijab. Sedih hatiku, air mataku keluar,hingga ku berniat dalam hati, “Jika terjadi gempa lagi, yang kupakai adalah jilbab dan pakaian syar’i.”

Secepat kilat setelah aku ambil jilbab, aku langsung berpikir, aku bangunkan orangtua, ambil handphone dan laptop karena semua asset naskah penting dan berharga di sana. Ntah mengapa, aku teringat pada laptop yang belum sempat aku matikan. Tanganku langusng bergerak menulis status lebih dahulu untuk mengabarkan kepada teman-teman bahwa di Medan saat ini sedang gempa

“wah... medan gempa sekarang??
Kuat banget nih gempa..
Ya Allah, lindungi aku dan keluargaku,” bunyi statusku di facebbok


Saat aku menuliskan status itu, goncangan semakin kuat. Aku pun tak sempat angkat telpon abangku dari Jakarta serta membalas komentar teman-teman di facebook. Aku langusng bangunkan semua anggota keluarga. Kira-kira lima atau enam menit, gempa dahsyat itu berhenti. Namun, aku masih merasakan getaran kecil itu hingga lima belas menit berlalu getaran gempa itu mulai hilang total.

Ada kebahagiaan tercipta, saat kunulis status itu. Semua sahabat dari berbagai negara dan daerah di Indonesia, khawatir dengan keadaanku. Mereka berdoa untuk. Mereka sungguh sahabat yang menyayangi diriku. Inilah persahabatan sejati. Walaupun jarang menyapa, walaupun tidak pernah ketemu, tapi sebagai saudara, kita tetap saling berbagi kasih, saling tolong-menolong, saling mendoakan dan saling menghibur.

Akan kuabadikan komentar-komentar mereka dalam catatan buku harianku:
•Wahyana Belajar Ikhlas Smoga tdk ada korban (Klaten, Jawa Tengah,)
•╚► Kiky ◄╗ iya (Medan, Indonesia)
•Trulee Khadija Ayooo keluar rumah. (Jakarta, Indonesia)
•Mike Salaksa Shobar aamiin.. mohon maaf lahir batin ya! salam silahturahim dari beijing ya! (Beijing)
•Fiyan Arjun angkat tlpon abang dunk... (Jakarta, Indonesia)
•Fiyan Arjun ‎Evi Andriani>>jam berapa dek> pantas tlpon abang nggak diangkat! (Jakarta, Indonesia)
•Ally Jane Parker mbak!! mbak evi, gimana?? duh.. (Surabaya, Indonesia)
•Solich Byadji Ortega Aamiin ya Rabb.......semoga kalian selamat...... (Jakarta, Indonesia)
•Aman Pantosa Amiin......,
mudah2an kota medan, dbrikan kslamatan smua (Tangerang)
•Ary Nur Azizah de, semua baik2 saja kan? semoga Allah selalu melindungi de Evi dan kelaurga, aamiin (Johor Bahru)
•Ben Santoso Innalillahi semoga baik-baik aja yak. Ucapkan doanya nabi Yunus (Jakarta, Indonesia)
•Hasudungan Rudy Yanto Sitohang terasa di seluruh wilayah aceh, sumut, padang hingga lampung. singkil itu dekat dengan kab. dairi, pakpak dan tanah karo....keluarga di samosir juga menjauhi danau toba....
kalo dibandingkan jarak antara samosir- medan, maka samosir lebih dekat ke singkil. Singkil itu berbatasan dengan kab. dairi, kab. pakpak barat dan kab. tanah karo....keluarga juga ada di singkil tepatnya di tapak tuan
kabarnya di takak tuan sudah ada korban...ada seroang anak terimpa bangunan yang rubuh....situasi di singkil kacau...oarang pada mengungsi....menjauhi pantai... (Medan, Indonesia)
•El Kinanti Amin.. Tapi gak papa kan Evi Andriani... (Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
•Noviana Wahyu Widayanti Innalillahi...sabar dan kuat ya mbak, moga Allah selalu melindungi mbak dan keluarga (Ngawi, Jawa Tengah, Indonesia)
•Triani Retno A Full sempet nyetatus.... :D (Bandung)
•Nung Nurhati Herly Amiin....smg Allah melindungi de' Evi seklrga.....(Palembang)
•Pena Adibah mbak, aku di padang gak terasa gempa lho mbak. jam berapa gempanya mbak evi??? apa aku ketiduran yah (Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia)

Sambil membaca komentar dan membalasnya, aku pun mulai mencari tahu di mana titik pusat gempa dan data-data akurat tentang gempa di sumut. Akhirnya dapatlah sebuah berita di situs www.detiknews.com lalu tanganku masih gatal dan pikiranku masih ingin mencari datanya yang lebih lengkap, sampai akhirnya aku mencari data langsung ke situs resmi bmkg ; http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/terkini.bmkg. Aku termasuk orang yang pantang menyerah, berhenti pada satu titik. mungkin mulutku mengatakan capek, lelah dan lain-lain. Aku suka mengeluh juga tapi setiap aku mengeluh justru itu menjadi tantangan bagiku untuk melaksanakan keluhan itu menjadi sesuatu yang nyata dan terjadi bisa aku raih.

Akhirnya dapatlah sebuah data yang membuat rasa penasaranku hilang yaitu :
Tanggal06/09/2011-00:55:12 WIB Kekuatan6.7 SR Kedalaman78 Km Lokasi2.81 LU 97.85 BT Keterangan:
Pusat gempa berada di darat 59 km Timur Laut SingkilBaru-NAD Dirasakan (MMI):
III-IV Sibolga , IV Singkil, III Nias, III Medan, II-III Sinabang Simelue, III Banda Aceh, I-II Padang,

Kemudian data-data itu aku share-kan ke wall FB-ku, ternyata masih banyak juga yang beri komentar dan khawatir dengan kondisi gempa ini. Walaupun gempanya sebentar tapi hebohnya facebook nggak bisa dielakkan lagi, luar biasa dahsyatnya. Berita cepat beredar di facebook.
Kutuliskan kembali komentar-komentar teman-teman FB untuk pengingatku di masa depan di buku catatan harianku :
•Ally Jane Parker mbak ga pa2 kan? alhamdulillah.. :'). huaa.. khawatir banged ini.. :') alhamdulillah.. (Surabaya, Indonesia)
•Ernita Melasari Semoga ada hikmah di balik cobaan ini ya vi.....semoga evi & kel baik2 aja. (Jakarta, Indonesia)
•Murti Wahyuni D Suwito smg Allah melindungi klrga mb evi n saudara2 kita yg lain..yg sabar dg cobaan ini y mbak,alhamdlh klo klrga mb baik2 aj. (Samarinda)
•Yurmawita Adismal ya Allah lindungi saudara-saudaraku di Sumut dan Aceh...hindarkan kami dari bencana yang besar... masukkan kami kedalam golongan orang-orang yang sabar dan khusnul khatimah...Amin (Bengkulu, Bengkulu)
•Honggo Andhiwibowo Alhamdulillahi rabbil aalamin. Evi dan kluarga baik2 aja. Evi rasakan getarannya? Rumah Evi ada yang retak? adakah mengakibatkan kerusakan atau korban d Aceh dan Sumut? (Surabaya, Indonesia)
•Indari Mastuti Ya Allah semoga Engkau senantiasa melindungi seluruh keluargaku di sana...amin (Bandung, Indonesia)
•Yunita Hentika amiiin..semoga Allah melindungi semuanya.. (Surabaya, Indonesia)

Subhanallah, puji syukur pada Allah, aku memiliki sahabat yang luar biasa di dunia maya ini. Bertaburan SMS pun datang ke hp jadulku yang hanya bisa GPRS. Setelah gempa memudar hilang, aku kembali merenung bahwa "Begitu luar biasa ciptaan Allah,”
Ada surga, ada neraka
Ada suami, ada istri
Ada kegagalan, ada keberhasilan
Ada musuh, ada teman
Ada jelek, ada cantik
Ada benci, ada cinta
Kita bisa menulis karenasuka membaca
Kita menangis karena ada rasa sesal&sedih di jiwa
Kita tersenyum karena ada kebahagiaan
Sikap ini membuat suatu perubahan bermakna dalam hidup, belajar menuju hidup lebih baik.


Gempa bisa jadi menunjukkan inilah kekuasaan Allah yang Maha Agung yang menciptakan alam semesta, agar kita tidak terlena dengan segala yang ada di dunia ini. Karena pada dasarnya dunia hanyalah fatamorgana. Bisa hilang lenyap jika Allah menginginkannya. Allah menciptakan kehidupan alam semesta dengan tawazun (berimbang). Keseimbangan kehidupan yang diciptakan Allah membuat setiap rangakain cerita kehidupan kita menjadi proses pembelajaran kehidupan kita, pembelajaran mencari jati diri kita semakin berkembang dan begitu indah, bermakna dan berkualitas penuh arti. Oleh karena itu, Allah selalu menguji setiap hambaNya, siapa yang paling baik amalnya. Allah Maha Pengampun lagi Mahaperkasa. Dia yang menjadikan kita mati dan hidup. Jangan pernah kita merasa bahwa diri kita paling hebat, diri kita paling berkuasa, diri kita paling benar, karena yang paling diantara itu adalah Tuhan yang Menciptakan kita.

Medan, 7 September 2011
~Evi Andriani~
http://eviandrianimosy.blogspot.com/
Selesai : 02.00 – 03.39 WIB