bunga

Tidak Ada Orang yang Bodoh


̬Tidak ada orang yang bodoh̬

Tidak ada orang yang bodoh, yang pasti ia belum ketemu guru yang tepat dan bagus, metode belajar yang sesuai dengan diri dan karakternya serta semangat optimis untuk terus menuntut ilmu

Sungguh kadang saya sedih banget jika melihat ada guru yang suka membedakan antara yang pintar dan bodoh lalu mereka lebih memberikan perhatian hanya pada yang pintar saja sedangkan yang bodoh semakin tersudutkan sehinga ia makin bodoh.

Seharusnya orang yang bodoh atau saya mengatakannya orang yang belum tahu suatu ilmu maka kita wajib mengajarinya, motivasinya dan bertanya padanya apa yang tidak ia ketahui sehingga ia pun menjadi paham sama seperti orang yang pintar. Karena bisa jadi ia lebih cerdas dari orang yang pintar. Bisa jadi pula ia punya suatu pemikiran yang luar biasa untuk ke depannya daripada orang yang pintar.

Saya ingat sekali ketika dahulu berada dalam kelas unggulan, saya merasa paling tidak tahu ilmu. Bukan karena saya tidak pintar atau tidak cerdas tapi karena pikiran saya yang agak lambat dalam menangkap sesuatu secara cepat. Jadi ketika ada dosen atau guru yang menerangkan sesuatu, saya kadang tidak mengerti. Tapi saya punya impian bahwa saya harus jadi wanita yang smart (menurut saya harus cerdas dan pintar). Oleh sebab itu, ketika pelajaran usai saya tanya ke guru di dalam ruangannya, atau saya minta dikenali dengan asisten dosen atau asisten laboratorium atau tanya kepada teman yang lebih tahu akan ilmu tersebut dan belajar kelompok dengan teman-teman.

Menurut saya, orang yang bodoh justru orang yang sombong akan ilmu, orang angkuh dengan ilmu sehingga ia takut membagikan ilmunya kepada orang lain. Orang yang takut dirinya merasa tersaingi sehingga temannya lebih pintar darinya.

Padahal dengan kita memberikan ilmu kita pada orang lain (mentransfer) maka ilmu kita semakin terpelihara dan terjaga bahkan menjadi bertambah. Mengapa demikian? Karena saat kita lupa ada yang mengingati kita. Bukankah kita seorang penuntut ilmu? Tentunya ilmu itu akan terus berkembang dan meningkat. Dan kita pun butuh orang yang mampu untuk mengingatkan ilmu itu terutama ilmu yang awal kita pelajari serta dengan mengajarkan pada orang lain maka secara otomatis kita mengulang-ulanginya (al-ikrar) atau mengingat-ingatinya (al-mudzakarah). Jika kita tak melakukannya maka yakinlah ilmu kita akan lenyap.

Dan lebih terpenting lagi ilmu itu diamalkan yaitu diaplikasikan di dalam kehidupan nyata. Bisa dikatakan kalau dalam lingkungan akademik ketika kita memasuki ruangan laboratorium, di situlah ilmu itu dipraktekkan. Atau jika berada pada lingkungan sekitar ketika kita sudah mengajarkan ilmu kepada seseorang maka ajaklah ia untuk mempraktekkannya. Bimbing dan motivasi ia agar terus melakukannya di dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga ilmu itu menjadi petunjuk baginya dalam perjalanan hidup dan menjadi dekat dengan Allah.

Barangsiapa ilmunya bertambah, namun tidak bertambah petunjuk, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR. Abu Nu’aim).

Ilmu itu luas. Ada melalui majelis ilmu, teman yang belajar di perguruan tinggi atau sekolah, bimbingan/kursus, pengalaman hidup, alam sekitar maupun perjalanan kehidupan seseorang pada sesuatu yang ingin kita ketahui. Jadi, sangat mudah bukan untuk kita menjadi penuntut ilmu sejati

Imam Ahmad ibn Hanbal memiliki motto yang sangat indah. Ketika ditanya, "Sampai kapan Anda mencari ilmu?" Beliau menjawab, "Sejak bisa menulis sampai ke liang kubur." (Ali ibn Muhammad Al-Imran, Gila Baca ala Ulama')

Begitu juga ketika kita menjadi orang tua maka berikanlah pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Jika tidak ada uang untuk menyekolahkannya di sekolah terbaik, maka minimal motivasi ia dari sejak lahir bahwa ilmu itu harus terus dicari, ajak ia selalu membaca buku, mendengarkan ceramah ilmu, atau menghadari majelis ilmu bisa di masjid, perpustakaan, toko buku, sehingga mereka bisa mandiri mencari ilmu, bisa juga dengan mengikutkannya dengan bimbingan-bimbingan ilmu, dll.
Jangan pernah mengatakan anak kita bodoh lantaran ia tidak tahu ilmu. Karena jikalau kita mengatakan hal itu, maka ia pun akan memblok pikirannya dan mengatakan bahwa ia bodoh, untuk apalagi belajar tiada guna. Padalah otak kita sungguh lebih berlian daripada komputer untuk mengingat dan memasukkan banyak ilmu.

Sahabatku, jikalau kita ketemu orang yang selalu mendukung kita menjadi lebih baik ke depannya maka jagalah ia selalu, eratkan hubungan dengannya, bantu ia jika dalam kesulitan, kesedihan, kesusahan, dll. Sebab sangat susah mencari teman, sahabat seperti itu. Karena dukungannya yang sering mengingati kita di saat kita lengah, letih, futur, ataupun tidak bersemangat dalam hidup. Inilah sebaik-baiknya teman dalam menasehati yang baik dan benar. Jangan pernah merasa terhakimi oleh nasehat-nasehat baiknya tapi bersyukurlah pada Allah bahwa engkau didekatkan dengan orang yang selalu mendukungmu dalam kebaikan.

Yaa Allah, jadikan kami para pendidik yang bermanfaat di dunia ini. Hidup kami bermanfaat, ilmu kami juga manfaat. Jadikan kami kelak menjadi orang terbaik untuk anak-anaknya di dunia dan akhirat. Yaa Haadii, tunjuki kami amal dan akhlak yang saleh. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menunjukkannya kecuali Engkau dan tidak ada yang bisa menghindarkan keburukannya kecuali Engkau. Yaa Razzaaq, berikankan kami rezeki yang halal dan yang baik, yang mudah dan yang lancar, yang luas dan berlimpah, yang cukup dan yang berkah. Yaa Ghaffaar, segala dosa dan kesalahan kami. Yaa salaamu, selamatkan kami dari fitnah/bencana dunia dan azab akhirat. Amiin.

Alhamdulillahirrabil'aalamiin

Salam santun,
~Evi A.~
http://eviandrianimosy.blogspot.com/

Medan, 26 Juli 2012 / 06 Ramadhan 1433 H