bunga

Makna Sebenarnya dari Idulfitri

 



Setelah begitu panjang selama tiga puluh hari kita melaksanakan puasa, tiba saatnya kita menyambut hari kemenangan, hari raya umat Islam yaitu pada tanggal 1 Syawal 1445 H. Bukan hanya Indonesia saja sebagai muslim terbesar di dunia yang merayakan Idulfitri tapi seluruh dunia, yang ada umat Islam merayakannya.

Di Indonesia Idulfitri dikenal dengan sebutan lebaran, negara lain seperti negara Arab dapat dikenal dengan ucapan Eid Mubarak. 

Idulfitri sebenarnya hari yang begitu mulia bagi umat Muslim karena umat Muslim telah berhasil mengendalikan hawa nafsunya, rasa haus, dan lapar.

Dilansir dari website NU Normal, Idulfitri

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad bin ‘Aly bin Abdil Qadir Qudsi al-Makki asy-Syafi’i dalam kitabnya Kanzun Najah was Surur mengungkapan:


لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ، وَكُلُّ يَوْمٍ لاَ يُعْصَى فِيْهِ فَهُوَ عِيْدٌ

Artinya, “Bukanlah disebut id bagi orang yang mengenakan (pakaian) baru, sesungguhnya id itu bagi orang yang ketaatannya bertambah, dan setiap hari yang tiada maksiat di dalamnya itulah id” (Abdul Hamid al-Makki asy-Syafi’i, Kanzu an-Najah wa as-Surur [Damaskus: Dar al-Sanabil, 1430 H/2009 M], h. 263).

Dari ucapan syeikh di atas, ternyata lebaran itu bukan hanya sekadar baju atau pakaian baru,  tapi lebih kepada bagaimana hubungan kita kepada Allah Swt. Makna sebenarnya Idulfitri adalah ketaatan seorang hamba bertambah kepada Allah Swt. Hal itu terlihat ketika bulan Ramadan, semua umat Islam, hamba Allah berlomba-lomba dalam kebaikan, banyak beramal shalih dan beribadah mulai dari salat sunat sampai salat wajib.

Jangan sampai ketika Ramadan sudah lewat, dan muncul Syawal, ibadah kita, amalan  shallih kita, dan amal kebaikan lainnya hilang, maksudnya di bulan Syawal tidak dikerjakan sebanyak bulan Ramadan. Semangat berlomba-lomba itu semakin pudar dan tidak terlihat antusiasnya. Kita tidak boleh seperti itu.  Kalau bisa amalan yang biasa kita lakukan di Ramadan, pertahankan di bulan Syawal dan bulan lainnya.

Allah Swt berkata kepada Malaikat saat semua umat Islam melaksanakan salat Idulfitri,

“Wahai malaikat-malaikat-Ku, apa balasan bagi orang yang telah menyelesaikan pekerjaannya?” Malaikat menjawab, “Wahai Tuhan Kami, yaitu diberikan upahnya”. Kemudian Allah berkata, “Aku bersaksi, wahai Malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka semua” (Kanzu an Najah wa as-Surur, h. 264). 

Penjelasan dari kata ‘menyelesaikan pekerjaan’ yaitu umat Islam yang telah menuntaskan puasa Ramadhan, dan berlomba-lomba dalam kebaikan maka layak bagi mereka diberi upah, berupa diampuni dosa-dosanya seperti baju kotor yang dicuci dengan air yang mengalir.

MasyaAllah luar biasa ya sahabatku. Sungguh beruntunglah orang-orang yang banyak mendekatkan diri bn Allah di bulan Ramadan, akan mendapatkan balasan dari Allah dan Allah akan datang mengujungi hamba-hamba-Nya kebahagian. Allah j hadiah imbalan kebaikan, dan anugerah yang menjadikan umat-Nya senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.

Oleh sebab itu, makna sebenarnya dari Idulfitri adalah bentuk refleksi diri, rasa syukur, dan bahagia (gembira). Umat Islam diajak untuk senantiasa muhasabah, instropeksi diri kembali kepada fitrah Ismamiyahnya,  kembali suci setelah dibersihkan dengan puasa sebulan penuh selama Ramadan dan mengeluarkan zakat fitrah setiap hamba AllahAllah sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi hehehe. 


Adapun makna Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu ‘id’ dan ‘al-fitri’. Id secara bahasa berasal dari kata ada - ya’uudu, yang artinya kembali. Sedangkan, kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan.

Sementara itu, makna fitri yang berarti berbuka didasari oleh hafis Rasulullah, yaitu:

“Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW pergi (untuk shalat) pada Hari Raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idulfitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Jadi, idulfitri bukan hanya sekadar tradisi beli baju baru, mudik, ketupat, makan lontong, makan daging rendang, gulai ayam, ziarah ke makam,  atau memberikan parcel/hampers lebaran saja, tapi bagaimana mempertahankan sikap berlomba-lomba dalam kebaikan, beribadah dan beramal shalih, bagaimana kita bersyukur atas segala sesuatu dan membayar zakat fitrah.

Semoga hal ini dapat mendorong semangat kita terus beraktivitas

Salam santun,
Evi Andriani
Medan, 9 April 2024

Posting Komentar untuk "Makna Sebenarnya dari Idulfitri"