bunga

Lingkaran Pertemanan yang Indah



Lingkaran Pertemanan yang Indah


Pertemanan merupakan karunia dan panggilan nurani setiap manusia. Melalui pertemanan semua beban yang dipikul menjadi ringan, semua kesulitan menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kesenangan, kesakitan menjadi terobati dan kegelapan menjadi cahaya yang terang benderang. Akan tetapi mencari teman dekat di zaman modern sekarang ini sangatlah sulit, apalagi teman yang bisa di percaya yaitu sahabat sejati kita sendiri.


Berawal dari kesukaanku berdakwah di dunia maya, saya mengenal seorang adek laki-laki yang low profile tapi memiliki banyak kelebihan yaitu ‘Ahmad Subqi’, biasa dipanggil Qq (baca: kiki). Dia adalah salah satu sosok sahabat sejati yang menerima saya apa adanya, tidak menuntut segala sesuatu di luar batas kemampuan saya. Untuk pertama sekali sebutan “teteh” terbingkai dalam kehidupan saya. Kami berteman sangat dekat dan memupuk rasa kepercayaan yang tinggi sehingga dapat menjaga rahasia pribadi. Dia di Mesir dan saya di Medan. Komunikasi yang kami lakukan sering lewat chatting, facebook, SMS dan telpon. Saya berteman padanya bukan karena harta, tahta, atau sekedar ngobrol saja tapi karena kepentingan agama untuk dakwah. Saya banyak belajar kehidupan darinya, dia sosok yang bekerja keras di balik kondisi fisiknya yang lemah, dia sangat giat ikuti berbagai organisasi di Kairo. Dia banyak memberi inspirasi bagi saya. Melalui dia, saya juga banyak bertanya bahasa arab, kenal dengan semua keluarga dan teman dekatnya seperti Dini, Neneng, Rosi, Nizar/Anas dan Hafidz. Sungguh menjadi temanmu adalah indah, Adekku.


Pada tahun 2009, Indonesia terpilih mengikuti lomba Imagine Cup IT di Mesir. Kampus saya ‘UI’ menjadi salah satu peserta dalam lomba tersebut dan dibimbing oleh dosen saya, Dodi Sudiana. Masih teringat dalam memori saya, saat itu teman di UI ‘Salman’ telpon dan SMS saya akan berangkat ke Mesir. Saat itu saya langsung hubungi Qq mengenai hal ini. Subhanallah, adekku Qq benar-benar menjamu tamu dari Indonesia sebaik mungkin. Mengajak mereka jalan-jalan di Kairo, mulai dari tempat wisata sampai ke pusat perbelanjaan. Padahal saya sendiri saja belum pernah bertemu dengannya malah orang lain yang sudah lebih dahulu ketemu denganmu. Menjadi temanmu adalah indah, Adekku.


Dalam bidang jurnalistik, Qq merupakan koordinator buletin Indonesia di Kairo. Selanjutnya saya terinspirasi ingin semangat menulis dan berbagi manfaat kepada semua orang karena itu salah satu bagian dari dakwah saya. Semakin giat saya menulis semakin banyak teman yang add saya. Terbukti, di Facebook pertama saya jumlah teman lebih dari 5000 orang dan request pending sampai 1500 orang. Akan tetapi karena terlalu aktif berdakwah, facebook saya ditutup. Qq selalu memberi saya semangat yang positif, bercanda tawa, dan membuat saya tersenyum dengan beberapa pujiannya.


“Teteh itu baik hati, cerdas, cantik, sholehah, insyaAllah banyak yang akan memilih Teteh. Mereka yang telah mendzolimi Teteh, menyepelekan Teteh akan melihat bahwa Teteh suatu saat akan menjadi orang terbaik, sukses dunia dan akhirat. Suatu saat banyak yang mengharapkan Teteh. Qq yakin itu, Teh. Mereka pun akan menyesal telah melakukan hal itu pada Teteh. Dan Teteh tetap terus mendo’akan mereka agar menjadi baik”


Akhirnya, saya semangat menulis demi tujuan dakwah rahmatan lil’alamin, menyebarkan manfaat dan kebaikan bagi seluruh umat. Saya pun mulai mengenal akhi Asmui, Kholili, Irwan, Amirul, Sumarna, Kevin, Budiman, Kak Abi, Abi Zuhri, Abi Kasman, Imam, Mba Munazilah, mba Fiani, Irzi, mba Syifa, Lilik, Bulan, Nisa, teh Nurjanah, Bunda Ameera, Teh Ida, Bunda Aisyah, mas Ahmad, Ust.Herman, Jerpint, Vitha, Yhani, sahabat Qatrunnada (Evi, Dwi, Rurry, Panglima Keadilan, Arti) dll. Karena merekalah ilmu saya bertambah dan semakin dekat dengan Allah swt. Dari kegemaran menulis dan saling tag, saya juga bersahabat dengan Amanda Ratih. Kami sangat akrab, sering chat dan curhat. Setelah itu saya berteman dengan semua penulis seperti bang Fiyan, mas Joni, Dang Aji, akhi Dirman, mas Hendri, mas Ady, mas Budhi, Fachmy, teh Pipit, mba Ifa, mba Nurul, mba Ida (Imul), mba Dedew, mba Triani, mba Naqy, mba Chitra, mba Mieny, mba Intan, mba shinta, Bunda Mala, mba Lusi, mba Yulli, Susi, Puji, Kun, Rik, Anas, Rurin, Chomsiyah, Tri, Fauziah, Edelwise, Desti dan semua dari komunitas menulis. Lewat pertemanan ini, kemampuan menulis saya semakin meningkat dan berkualitas. Walaupun belum pernah ketemu, tapi berteman dengan kalian adalah indah dan bermanfaat terutama berdakwah dalam bidang karya sastra. Karena saya selalu teringat sabda Rasulullah bahwa perumpamaan teman yang baik (shalih), ibarat pembawa minyak wangi, bila di dekatnya maka kita akan tercium aroma harumnya.


Inilah akibat dari interaksi yang intens dengan beberapa teman akan membawa pengaruh, sekecil apapun pengaruh itu baik melalui sifat, sikap, aktivitas, perilaku, semua akan menular dan memberi dampak bagi kehidupan setiap manusia. Oleh sebab itu, teman yang buruk akhlaknya sebaiknya dihindari karena kita akan terjerumus melalaikan akhirat dengan perilakunya yang tidak baik. Alhamdulillah, segala harapan saya satu persatu mulai tercapai. Ukhuwah silaturrahmi semakin erat, karena cinta pada-Nya. Kembali lagi, semua berawal dari dukunganmu, Adekku Subqi sehingga Teteh bisa menjadi seperti sekarang ini. Walaupun terjadi revolusi Timur Tengah, engkau tetap bersemangat dan membantu teman-teman yang layak di evakuasi. Semua terbingkai dalam lingkaran pertemanan yang indah.



************************************************************



Lingkaran pertemanan yang indah ini akan terus berputar dengan indah karena Allah swt.

Untuk semua teman-teman yang pernah ketemu dengan evi juga maupun yang belum pernah ketemu, saya sangat bangga sekali bisa mengenal kalian semua. Karena menjadi teman kalian adalah indah dan sangat bermanfaat.

Terutama teman-teman di Leutika Reading Society, FLP cabang Medan, Mba Win di WSC, KOMA, KONTAN, KOMPAK, KSI, Komunitas ITP, Grup Peran wanita Muslimah dalam Kebangkita Islam, Pahem Online, Writting Revolution, El-Fawwaz, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan.

Dan untuk sahabat terbaik saya yang pernah ketemu, Estu, mba Echi, mba Lea, mba Wiwi, Iffa, mba Indih, mba Yura, mba Nur Hidayati, Nurul, Lisa Burhan, Titah, Jabar, Kak Enita, mba Trulee, adekku Fitri, Rahmat, Abdillah, Nurul Fauziah, Islamiani, Setia wati, yang belum pernah ketemu dengan saya, Usman Alfarisi, mba Sri, mba Fitri, Anni, Ruqy, Meslahah, Nunu, Supangat, mas Dedi, Heti, mba Suzan, Ummi Yane, mba Bulan Cahaya Satu, mba Aisyah, neng Iyam, mas Irwansyah, akhi Rappung, mas Ito, Mazaya, adekku Ifanda, Lia, Anna, Aty, mba Sripurna, akhi Nurman, mas Arya mba bayu, dan semuanya yang tidak bisa evi ucapkan. Jazakumullah khairan katsiran telah menjadi sahabat Evi baik di dunia nyata maupun dunia maya. Semoga ukhuwah kita yang berawal dari dunia maya terus akan indah dalam lingkaran pertemanan ini




Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
~Evi A.~
Medan, 26 Februari 2011