MERAJUT IMPIAN DI PERTEMUAN KE-5 LRS



MERAJUT IMPIAN DI PERTEMUAN KE-5 LRS

Oleh: Islamiani Safitri

Alhamdulillah, minggu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba setelah tiga minggu aku menantinya. Pertemuan LRS yang berlokasi di Taman Budaya Kota Medan. Pertemuan kali ini membuat mataku terbelalak lebar. Bagaimana tidak, sahabat LRS yang hadir pada waktu itu berkisar 19 orang (kalau gak salah hitung ya…) dan diantara mereka ada penulis-penulis hebat asal Medan dari berbagai komunitas. Wajah-wajah pencerah kebanggaan Kota Medan.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB. Aku dan kak Setia Wati masih betah duduk di halte yang terletak di depan pagar Taman Budaya sambil menunggu kedatangan coordinator LRS. Lelah juga mata ini melihat hilir mudik kendaraan yang laju di sepanjang jalan itu, tapi tak apalah, sekali-sekali cuci mata. Sebenarnya ingin sekali langsung masuk ke lokasi tapi karena banyak ikhwah yang berada disana, maka kami memutuskan untuk tetap menuggu kehadiran Kak Evi, coordinator LRS.

Tak lama Kak Evi dan Kak Yanti tiba di tempat. Aku dan Kak Tia segera ikut menerobos pagar dan memasuki Taman Budaya. Upss… wajah-wajah baru yang terlihat, ternyata dari tadi yang masuk satu persatu ke lokasi adalah sahabat LRS juga, maaf ya teman-teman… aku belum mengenalmu saat itu. Kami pun saling berjabat tangan sebagai pertanda bahwa mulai detik ini ukhwah kami akan terjalin untuk selamanya.

Kebingungan mulai melanda sahabat LRS satu persatu, bukan karena adanya hutang yang belum dibayar atau tagihan rekening listrik yang menunggak, tapi ini lebih pada tempat ‘curhat-curhatan’ LRS. Kebingungan itu hilang setelah kami memutuskan untuk duduk dilesehan panggung Taman Budaya tersebut.

‘The Miracle of Writing’ itulah buku yang kami bedah. Sungguh terkagum-kagum saat mengulas isi dari tulisan M. Iqbal Dawami ini. Ternyata menulis memiliki beberapa keampuhan terapi, hal yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Ada tiga belas keampuhan yang dipaparkan dalam buku ini yaitu dapat menurunkan symptom asma, membebaskan dari deraan batin, mengurangi aktivitas amygdale, mengubah cara berpikir, menjadi tempat curahan hati, menyembuhkan penyakit kanker, pengobatan naratif, mengatasi kebiasaan buruk, mengatasi trauma, sebagai alat transformasi diri, membantu kinerja memori, membantu kesadaran personal, dan sebagai terapi. Luar biasa, bukan? Keajaiban menulis yang tidak pernah terpikirkan olehku sama sekali.

Cakap-cakap ini juga tidak hanya berhenti pada review book, sahabat LRS mulai menyulam mimpi untuk bisa membagi karya tulisannya kepada segenap ruh yang doyan membaca. Mulailah ide-ide kreatif muncul dari jiwa-jiwa yang cemerlang, yaitu ingin segera menulis buku antologi. Subhanallah… darahku berdesir menggelora, ternyata salah satu mimpiku ini juga menjadi impian semua sahabat LRS. Kalimat tahmid terus kulantunkan lewat bisikan hati… semoga segera terealisasi.

Setelah agak lama berdiskusi, akhirnya tema untuk buku antologi kami (macem udah terbit aja…) adalah mengenai Sumatera Utara, bisa budayanya, wisatanya, masyarakatnya atau pendidikannya. Semua itu dituangkan dalam tulisan yang berbentuk flash fiction. Oke dech… insyallah dalam dua minggu ini akan aku selesaikan. LRS, aku bangga bisa merajut impian bersamamu….