bunga

KENALI & CEGAH TUBERKULOSIS (TB) PADA ODAPUS

 SUMMARY EDUKASI 
 

KENALI & CEGAH TUBERKULOSIS (TB) PADA ODAPUS
oleh : DR. Arto Yuwono Soeroto SpPD-KP
Jum’at, 5 Desember 2014 – Gd.IPD Lt.5 RSHS

SEKILAS TENTANG TB
·         Penyakit menular  yang disebabkan oleh bakteri mycrobacterium tuberculosis (MTB/BTA).
·         Dapat menyerang siapapun dari segala jenis kelamin dan tingkatan sosial ekonomi.
·         Dapat menular terutama melalui percikan renik cairan (droplet) yang keluar saat penderita TB paru bicara, batuk atau bersin.
Droplet Besar -> cepat jatuh
Droplet kecil ->Melayang di sekitar (Perlahanberkurang)
·         Dapat menyerang semua organ manusia (bukan hanya paru)

Robert Koch mengidentifikasi kuman MTB pada 24 Maret 1882, dan pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari TB sedunia.

KELUHAN DAN GEJALA TB :
Ø  Gejala umum :
·         Demam tidak begitu tinggi dan hilang timbul
§  Lemah badan dan lesu
§  Keringat malam

Ø  Gejala khusus jika terkena Paru :
·         Batuk dahak, nyeri dada, batuk darah

MACAM – MACAM TB DAN KELUHANNYA :
Organ yang diserang
Gejala yang dirasakan
Usus
Diare
Otak
Kejang
Tulang
Nyeri punggung
Kelenjar
Terjadi pembengkakan pada kelenjar

FAKTA MENGENAI TB  :
·         Setiap tahun jumlah yang meninggal akibat TB lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
·         TB membunuh lebih banyak usia muda dan dewasa dibanding dengan infeksi lainnya.
·         Setiap tahun 2-3 juta orang penduduk dapat meninggal karena TB, yang sebenarnya dapat dicegah.
·         Paling sedikit satu orang akan terinfeksi baru oleh TB setiap detik.
·         Ada satu orang yang meninggal akibat TB pada setiap 10 detik.
·         Jika tidak diobati, seseorang dengan TB aktif dapat 10 – 15 orang pertahun.
·         Seperti influenza, TB menyebar melalui udara, saat orang yang terinfeksi batuk, meludah, berbicara atau bersin.
·         Kematian akibat TB biasanya terjadi secara bertahap, sejalan dengan kerusakan kronik pada paru dan akibat yang ditimbulkanya.

BAHAYA JIKA TB TIDAK SEGERA DIOBATI :
1.       BTA tahan obat atau menjadi kebal pada obat.
2.       Pengobatan bertambah mahal.
3.       Penyakit yang semakin memberat.
4.       Penularan yang sangat tinggi.

UPAYA PENCEGAHAN TB :
§  Pola hidup yang sehat.
§  Mengenali gejala dan tanda pada penderita TB.
§  Menganjurkan dan mendorong penderita yang dicurigai untuk segera berobat.
§  Olah raga secara rutin.
§  Dan istirahat yang cukup

CARA DAN MASALAH DALAM PENGOBATAN TB :
-          Menggunakan banyak obat (4-5 obat).
-          Pengobatan jangka lama (minimal  6 bulan).
Karena :
-          Bila diberi satu jenis obat, dari 1.000.000.000 BTA, 1.000 tahan satu obat, tidak terbunuh dan dapat berkembang biak lagi.
-          Bila diberi dua obat, dari 1.000.000.000 BTA , 10 tahan obat, tidak terbunuh dan berkembangbiak lagi
-          Bila diberi 3 jenis obat, dari 1.000.000.000 BTA, tidak ada yang tahan, terbunuh semua.

PENYANDANG TB SERING BEROBAT TIDAK BENAR DAN TIDAK TERATUR KARENA :
-          Biaya.
-          Merasa sembuh : Stop obat anti TB sebelum masanya, sehingga penyakit kambuh lagi.
-          Takut akan efek samping obat.
-          Transportasi.
-          Waktu kontrol terlalu lama.
-          Merasa obat yang diminum terlalu banyak, terlalu sering dan terlalu lama.

BAHAYA BEROBAT TAK TERATUR DAN TIDAK BENAR
è BTA tahan obat -> Pengobatan lebih mahal, penyakit memberat, menularkan BTA tahan obat kepada  orang lain (10-15 orang /tahun).
è Pengobatan susah sembuh, bahkan tidak sembuh sehingga menimbulkan kematian.

UPAYA PENCEGAHAN
-          Pola hidup sehat.
-          Mengenali gejala dan tanda penyandang TB.
-          Menganjurkan dan mendorong penderita yang dicurigai TB untuk berobat.
-          Menjaga dan membantu pengobatan penderita TB sampai dengan tuntas.

POLA HIDUP SEHAT
-          Berolah raga
-          Menjaga pola makan
-          Menciptakan lingkungan yang sehat
-          Istirahat yang cukup
-          Tidur yang cukup
-          Tidak merokok
-          Dll
ETIKA BATUK
-          Tutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin, beri tisyu atau masker.
-          Tisyu atau masker yang sudah digunakan harus segera dibuang ditempat yang juga harus disediakan, terpisah dari tempat sampah biasa.
-          Jika tidak ada tisyu dan masker, maka penyandang  jika batuk atau bersin harus menutup dengan lengan atas, bukan dengan telapak tangan.

TANYA JAWAB :
1.       Adakah vaksin untuk TB ?
Jawab : Sampai saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk pencegahan TB.

2.       Bagaimana resiko TB pada Odapus yang rentan terinfeksi karena penggunaan Immunosupresan yang dapat menekan system imun?
Jawab :  Ada 2 faktor orang terkena TB :
1.       Tertular
2.       Kumannya memang sudah ada dalam tubuh, namun tidak aktif. Dan dapat aktif dipicu oleh daya tahan tubuh yang sedang lemah. Pencegahanya adalah menjaga Pola Hidup Sehat. Jika Odapusnya terlanjur terkena TB, yang paling penting adalah cepat ditangani dengan terapi yang tepat dan monitoring.

3.       Bagaimana mengatasi ketidak nyamanan yang diakibatkan oleh  efek samping pengobatan TB ?
Jawab :
Harus memiliki kesadaran bahwa, adakalanya segala sesuatu itu memiliki “Maslahat dan Mudharat” / kebaikan dan keburukan/kelebihan dan kekurangan, termasuk dalam dunia kedokteran.
Satu sisi obat dapat menyembuhkan, di satu sisi menimbulkan efek samping. Namun walau demikian manfaatnya jauh akan lebih besar. Sekali lagi yang paling penting adalah Monitoring.

4.       Bagaimana memperlakukan anggota keluarga kita yang terkena TB agar tidak menularkan pada yang lain ?
Jawab :
-          Berikan kamar pribadi yang paling baik ventilasi udaranya, cukup terkena sinar matahari.
-          Menggunakan masker saat berkumpul dengan keluarga, minimal 2 bulan pertama, karena dalam 2 bulan pertama jika dilakukan pengobatan yang baik dan benar, maka kuman TB akan dapat teratasi.

Semoga bermanfaat…. Sampai jumpa di Edukasi Lupus berikutnya…
Happy and Healthy Odapus…Tosh! J

Dari : SDF 

Semoga bermanfaat ya ilmu ini buat teman-teman semua untuk dipelajari.

Salam, 

~Evi Andriani~
Relawan SDF dan Penyandang Lupus