Pilihan Menu Selama Ramadan Agar Tidak Bosan

 

Assalamu'alaikum

Halo sahabat pembaca setia blog Evi, jumpa lagi di tulisan Evi berikutnya. Hari kni membahas tentang "Pilihan Menu Selama Ramadan Agar Tidak Bosan"


Nah, apa yang terlintas di pikiran sahabat nih? Mungkin sebagian akan berpikir makanannya akan dibuat berberbeda tiap hari, makanannya tetap sama asal disukai sehingga tidak bosan, atau memasak menu makanan banyak setiap hari sesuai kesukaan anggota keluarga. 


Apakah sahabat tipikal emak yang senang memasak? Atau tipikal emak yang senang membeli masakan. Masuk yang mana nih? 


Kalau saya pribadi disesuaikan dengan kondisi tubuh saya. Kalau saya lagi sehat, yidak kambuh autoimunnya, tidak kambuh vertigonya, tidak kambuh hipertensinya, tidak kambuh nyeri, dan juga tidak kambuh capeknya, saya lebih memilih memasak sendiri. Walaupun banyak yang harus kita kerjakan. 


Saya masuk golongan emak yang membeli makanan di bulan Ramadan dibanding memasak sendiri di rumah. Khususnya makanan untuk berbuka puasa. Karena tubuh saya tidak begitu kuat ketika puasa. Kadang lemas banget ga bertenaga, kadang mual-mual, kadang muncul nyerinya. Bukan berarti selama Ramadan saya ga pernah masak. Saya sering masak waktu Sahur. Karena senang saja suasana sunyi, tenang, ngantuk, lalu masak. 


Untuk golongan emak yang senang memasak, pasti mudah deh membuat menu masakan agar tidak bosan. Lalu bagaimana dengan emak suka membeli masakan atau tidak suka masak sama sekali. 


Yuk, saya berbagi tips kepada emak sekalian pilihan menu apa saja agar tidak bosan selama bulan Ramadan:


1. Hari Pertama (Senin) 


Pilihlah makanan-makanan yang berkuah untuk puasa pertama kali di bulan Ramadan. 

Kalau keluarga saya sukanya soto bening, baik soto bening ayam atau soto bening daging. Kadang juga sup ayam, sup udang pakai kentang, wortel, dll. 

Ketika kita makan yang berkuah, maka selemas apapun ketika kita berpuasa, pasti pada akhirnya akan bertahan sampai berbuka. Karena kuah yang kita makan, apalagi jika masakannya enak, pasti berpengaruh ke kondisi tubuh kita. 


Saya tuh kalau beli soto atau sup, biasanya saya masak lagi di kompor atau dipanasi saat azan berkumandang, saya tambahkan bumbu penyedap rahasia ke dalamnya jadi enak. 


2. Hari Kedua (Selasa) 


Pilihlah makanan yang kering. Tapi tambahkan sayurnya yang basah. Contoh ayam goreng, ayam goreng tepung, bebek goreng, udang goreng, ikan gembung goreng, nila goreng, dll. Selang seling dibuatnya. Sebagai pelengkap, lauk goreng tadi disantap bersama pecal sayur. Pas sekali. Pasangan yang cocok banget. 

3. Hari Ketiga (Rabu) 


Setelah hari kedua kita makan berbuka tidak berkuah, maka hari ketiga ini kita kembali ke menu berkuah. Tapi bukan banyak kuah seperti sup atau soto melainkan seperti ditumis tapi kuahnya ada. Menu favorit kami adalah capcay seafood. Enak banget. 



Biasanya saya suka pesan di restoran Solaria. Udangnya besar-besar. Hanya saja kalau puasa, cheff-nya masak kadang kurang gurih atau kurang berasa. Jadi biasanya saya masak lagi dikompor, saya pakai bumbu rahasia, jadi sedap dan lezat untuk dinikmati. 


4. Hari Keempat (Kamis) 


Hari keempat biasanya suka yang bakar-bakar atau panggang. Bisa ayam bakar/panggang, nila bakar, gurame bakar, udang panggang. Tergantung menunya bakarnya hari keempat inj apa. 

Kalau ayam atau udang udah dimarinasi, saya suka memanggangnya di rumah. Lebih sederhana tapi enak. Seperti biasa kombinasi bisa dengan lalapan, pecal, maupun tempe/tahu goreng atau kentang mustofa. 


5. Hari Kelima (Jumat) 


Hari kelima, setelah sebelumnya makan lauk yang dibakar/panggang, maka hari ini mulai kembali lagi dengan makanan berkuah. Sayur berkuahnya bisa soto bening ayam/daging, soto bening udang, bening bayam pakai udang, bening bayam kombinasi dengan udang panggang atau ikan goreng atau ikan sambal. Enak banget. 


Kok ga coba opor ayam gitu. Maaf, selama berpuasa saya menghindari yang namanya santan. Takut kolesterol atau nyeri saya kambuh. Kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan dan menahan selera. 


6. Hari Keenam (Sabtu) 


Hari Keenam atau Sabtu biasa bebas kita mau makan apa. Ga harus selang seling. Kalau kami. Biasanya makan steak. Belinya di waroeng steak. Bisa steak ayam atau daging. Apalagi kalau steak ayam lagi promo dengan minuman es coklat, hanya Rp 30.000 murah banget. Rasanya pun nikmat. 



7. Hari Ketujuh (Minggu) 


Hari ketujuh, kembali dengan lauk yang digoreng atau panggang atau bakar. Boleh pilih. Tinggal nanya anggota keluarga maunya apa dari ketiga pilihan di atas apa. Nanti saya beli atau buatkan di dapur. 


Begitu untuk hari berikutnya. Cara memasak pilihan menu ini tidak akan buat bosan. Karena lauknya bisa kita ganti-ganti. Tapi cara memasaknya atau menghidangkannga sama seperti pola di atas. InsyaAllah enak banget dan tidak bosan. 


Kalau  untuk minuman atau takjil, kita ga bermasalah. Untuk gorengan, menu takjil satu ini ga pernah  buat bosan. Walaupun tiap hari gorengan, tetap saja ga bosan. 


Begitu juga dengan minuman es kopyor coklat atau es coklat cincau. Di dalamnya ada coklat dan agar-agar/cincau. Enak banget. Anak saya ketagihan, tiap hari minta itu. Ga ada bosannya. Setiap hari saat berbuka dan sahur, kami minum teh manis panas/hangat. Tidak pernah bosan.

Kalau saya lihat manusia itu kalau untuk minuman sebagai menu sahur atau berbuka ga terlalu berpengaruh pada tingkat kebosanan. Biasanya yang buat bosan itu laukpauknya dan sayurannya. Karena itu bisa menjadj 4l_ Lu lagi lu lagi. Agar tidak kena 4L, maka lauknya dibuat dibuat bervariasi setiap harinya. 


Semoga bermanfaat tulisan Evi ya sahabat


Salam santun, 

Evi Andriani

Depok, 20 Maret 2024


Posting Komentar untuk "Pilihan Menu Selama Ramadan Agar Tidak Bosan"