Tips Hadapi Nyinyiran Orang Saat Lebaran di Kampung

 


Pernahkah kita mendapat nyinyiran dari orang khususnya tetangga kita? Seperti "Kapan kamu nikah, usia sudah mau kepala 3?" atau "Anak kamu belum punya anak lagi, suruh tambah dung?" Pernah juga seperti ini "Sudah lama menikah kok ga punya anak?" "Kasihan banget anakmu/cucumu gendut banget, bahaya lho obesitas." Bisa jadi nyinyiran lain seperti, "Udah anak cuma dua, tapi tak satu pun tinggal sama ibunya, jadi ibunya sendiri?" "Menantumu cantik banget ya?" "Menantumu gendut banget ya?"


Kata-kata seperti itu sering saya dengar, walaupun kadang-kadang tidak secara langsung saya dengar, tapi tidak masalah buat saya. 


Tips kalau kita pulang kampung ada yang nyinyir sama kita yaitu :


1. Cuek saja, Abaikan saja


Abaikan saja orang-orang yang nyinyir, ngejek atau mengatakan sesuatu yang buat kita resah dan gelisah. Jangan masukkan dalam hati. Ikhlaskan saja. Ketika kita mengabaikan orang yang nyinyir, maka kita mendapatkan pahala. Sedangkan orang yang nyinyir akan mendapatkan dosa. 


Imam Syafi'i pernah mengatakan ketika kamu diajak bicara sama orang bodoh,maka jangan kamu jawab. Lebih baik kita diam. Karena nanti dia capek sendiri. 


2. Katakan padanya tidak akan masuk surga


Tetangga yang suka nyinyir itu termasuk tetangga yang mengganggu atau tetangga dengan keburukannya lewat ucapan. Tetangga seperti tidak akan masuk surga. Bahkan mencium wanginya surga saja, dia tidak bisa. 


Rasulullah SAW bersabda, 


لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بِوَائِقِهِ


"Tidak akan masuk ke dalam surga siapa saja yang tetangganya tidak aman dari gangguannya." (HR Imam Bukhari)


Jadi kita sebagai tetangga harus berhati-hati dalam berbicara. Jangan sampai menyinggung tetangga lainnya. Apalagi bagi emak-emak yang suka bergosip, selalu deh muncul kata-kata tidak sedap di dengar. 


3. Ambil hikmah dan jadikan semangat


Ketika ada tetangga yang ngomongin keburukan kita, kekurangan kita, atau kelebihan, dan kecakapan kita, bahkan kecantikan kita, maka ambil hikmahnya saja dan jadikan hal itu pegangan semangat untuk terus maju dan melangkah ke depan. 


Jangan sampai mental kita kalah, jangan sampai hati kita bersedih, jangan sampai iman kita lemah, tapi kita harus kuat. Semakin keras nyinyirannya maka semakin kuat kita. 


4. Tetap memuliakan tetangga


Tetangga itu sangat diistimewakan di dalam Islam. Bagaimana tidak, kita melakukan keburukan kepada tetangga saja, kita ga masuk surga, apalagi jika kita memuliakan tetangga tentu akan melahirkan banyak manfaat dan kebaikan. Betul tidak! 


Apalagi jika kita ketemu dengan tetangga atau orang yang kerjaannya suka gosip, suka nyinyir, suka bercerita ke sana-sini. Hal itu membuat kita jengkel dan kesal. Hal yang kita lakukan, jangan memarahinya tapi tetap memuliakannya. Tetap anggap dia berkata baik tentang kita, kita tetap sopan kepadanya. 


5. Menghargai dan menghormati tetangga


Selain kita muliakan tetangga kita, kiya harus menghargai dan menghormati tetangga kita. Apalagi jika orang yang nyinyir lebih tua dari kita. Tetap tegur dia saat jumpa, tetap memberikan respon yang baik kepada tetangga kita. 


Rasulullah SAW bersabda,


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا ، أَوْ لِيَصْمُتْ


"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya; dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berbicara yang baik atau lebih baik diam." (HR.Imam Bukhari)


6. Balas dengan berbuat baik dan berbagi


Tidak semua orang mampu berbuat baik dan berbagi kepada orang yang berbuat sesuatu yang buruk atau jahat kepada kita. Hanya orang baik saja yang membalas tetangga yang buruk, yang suka nyinyir dengan kebaikan. Beda dengan orang yang buruk atau jahat, selalu membalas dengan keburukan/kejahatan.


Rasulullah SAW pernah bersabda:


عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ: كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ: يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ. رواه البخاري ومسلم


Artinya, "Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, Rasulullah Saw pernah bersabda, "Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya meskipun berupa ujung kaki kambing." (HR al-Bukhari dan Muslim).


7. Bersikap positif dan balas dengan prestasi


Orang-orang yang suka nyinyir kepada kita, tetangga yang hobinya gosipin orang lain harus kita hadapi dengan positif. Jangan kita termakan omongan mereka, tapi ubahlah menjadi sesuatu yang positif, bernilai manfaat dan kebaikan. Tidak mudah memang, tapi kalau mau kita jalankan, ada saja kemudahan yang Allah berikan kepada kita. 


Buatlah suatu prestasi sehingga mereka akan malu dengan sendirinya dan mereka akan melihat bahwa kita sanggup maju, kita sanggup berbuat kreativitas, kita bisa berkarya. Hal itu akan membuat apa yang kita kerjakan akan mendatangkan keberkahan dari Allah Swt. 


Jika keberkahan mengalir ke kita, maka bagilah keberkahan itu pada orang-orang yang nyinyir, julid, dan suka bergosip.


8. Doakan tetangga dengan doa yang baik


Ketika kita salat, ketika kita melihat tetangga sedang bergosip nyinyiran, maka doakan mereka. Seperti doa di bawah ini

"Ya Allah berikan karunia, kenikmatan yang banyak dan melimpah kepada tetangga saya agar mereka mendapat kesenangan dan akhirnya mereka lupa pada kenikmatan saya."


Salam santun, 

Evi Andriani

Depok, 24 Maret 2023

Posting Komentar untuk "Tips Hadapi Nyinyiran Orang Saat Lebaran di Kampung"