Terima Kasih untuk Diriku Tercinta (Sebuah Surat Kupersembahkan Bagi Diriku)


Depok, 25 Maret 2024


Terima kasih diriku yang kuat,
atas kekuatan yang kau hadirkan di dalam diri dan jiwaku.
Saat aku terjatuh, kau selalu membangkitkan aku.
Saat aku sakit, kau tetap kuat bertahan sampai aku menjadi survivor autoimun.


Tidak semua orang mampu bertahan, tapi kau tak pernah lelah bertahan,
Kau selalu ada mendampingiku di saat aku sakit hingga aku sembuh.


Terima kasih diri yang baik,
atas kebaikan yang kau berikan kepada diriku dan banyak orang.
Kau tak pernah letih membantu, baik dari sisi ilmu, spiritual, tenaga, maupun keuangan.
Kau tak pernah berhenti meringankan kesulitan orang lain.


Kau selalu mengingatkanku bahwa seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.
Kau terus membantu tanpa mengeluh walaupun dirimu sendiri terbatas adanya.


Terima kasih diriku tercinta,
kau selalu hadir dari setiap perjalanan hidupku. Aku bersyukur memiliki dirimu.
Kau menyinari gelapku dengan sinar terangmu.
Kau menyirami api kemarahanku dengan air yang menyejukkan sehingga membuat damai hati dan pikiranku.


Sungguh rasa syukurku melimpah ruah,
atas hadirmu yang selalu kunantikan setiap saat,
atas ketabahanmu yang kutunggu,
atas ketulusanmu yang membawa ketenangan dan kedamaian hidup,
atas kebijaksanaanmu dalam setiap langkah.


Terima kasih untuk diriku yang hebat.
Di balik kekurangan dirimu, kau selalu ingin berbuat terbaik.
Di balik keterbatasanmu, kau selalu ingin jadi yang terbaik.
Kau selalu ingin jadi yang terdepan.
Kau selalu ingin diperhatikan.
Kau selalu ingin jadi inspirasi bagi orang lain.


Hidupku tanpamu mungkin tiada artinya.
Dari hatiku yang terdalam, aku mengucapkan terima kasih untuk diriku yang berani.
Aku mengucapkan terima kasih atas waktumu menemani hari-hariku.
Aku mengucapkan terima kasih karena telah menyemangati hidupku penuh warna.
Aku mengucapkan terima kasih tak terhingga atas kesetiaanmu.


Doaku, semoga Allah selalu menyertaimu,
semoga Allah memberikan kekuatan untukmu,
semoga Allah memberikan  kesehatan padamu, semoga Allah mengokohkan imanmu,
semoga Allah memudahkan segala urusanmu,
semoga Allah mengabulkan setiap doamu.
Aamiin ya Rabbal'alamiin.


Maafkan aku, bila aku membuatmu sakit.
maafkan aku, bila aku membuatmu terjaga,
maafkan aku, bila aku menurunkan imanmu,
maafkan aku, bila aku seperti anak kecil yang minta perhatianmu,
maafkan aku yang selalu membuatmu sibuk,
maafkan aku yang selalu mengurangi waktu istirahatmu,
Aku ikhlas, aku pasrah, aku serahkan semua urusanku kepada Allah Swt.


Dari yang selalu menyayangimu,
Evi Andriani


****************************************

Surat sejatinya adalah tulisan yang berisi pesan yang. Ingin disampaikan kepada tempat yang menjadi tujuannya. Dalam surat ini, tempat tujuan saya adalah diri saya sendiri. 


Sudah lama sekali, saya tidak mengobrol, mencari kabar diri saya sendiri. Ada rindu yang mengikat tapi tak pernah dirasakan. Ntah karena kesibukan diri, atau nafsu yang membelenggu ingin melakukan ini itu. 


Sejatinya, surat ini adalah bentuk muhasabah diri kita sendiri agar sadar bahwa bukan hanya nafsumu saja yang harus dituruti, tapi dirimu dan hatimu perlu digandeng bersama agar hidup bahagia, tenang, dan penuh cinta berwarna cerah. 


Karena manusia kadang bersifat sombong, angkuh, lupa diri. Maunya keinginannya saja dipenuhi. Tapi jiwanya tidak dikasih makan, dirinya tidak diajak komunikasi. Sehingga ia selalu berada di ruang rapat sempit menyendiri. 


Sudah saatnya kita membuka diri. Sudah saatnya kita peduli pada diri sendiri. Sudah saatnya kita sering berkomunikasi pada diri kita sendiri. Sudah saatnya kita muhasabah diri. 


Semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi kita semua. 





Posting Komentar untuk "Terima Kasih untuk Diriku Tercinta (Sebuah Surat Kupersembahkan Bagi Diriku)"