bunga

Pengalaman Menghadapi Mata SEpet, PErih, dan LElah Saat Mengejar Deadline Menulis

 

Insto Dry Eyes

Ada masa ketika laptop dan ponsel seperti menjadi dua benda yang sulit saya jauhkan. Satu tulisan belum selesai, tulisan lain sudah menunggu. Deadline lomba menulis berdatangan, sementara tulisan untuk kebutuhan lain juga harus diselesaikan.

Ada masa ketika laptop dan ponsel seperti menjadi dua benda yang sulit saya jauhkan. Satu tulisan belum selesai, tulisan lain sudah menunggu. Deadline lomba menulis berdatangan, sementara tulisan untuk kebutuhan lain juga harus diselesaikan.

Namun, di tengah kejaran deadline itu, mata saya justru meminta jeda.

Awalnya hanya terasa SEpet. Kemudian muncul rasa PErih. Setelah berlama-lama menatap layar, mata terasa semakin LElah. Tiga keluhan yang terdengar sederhana, tetapi ketika datang bersamaan di tengah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, rasanya tidak lagi sepele.

Saya adalah penyintas lupus. Dalam keseharian, saya sudah cukup mengenal bagaimana tubuh bisa meminta saya berhenti ketika terlalu lelah. Mata pun kadang ikut memberikan tanda.

Aktivitas yang mengharuskan saya melihat layar ponsel dan laptop, kurang tidur ketika deadline menumpuk, serta paparan matahari dan debu membuat mata saya terasa semakin tidak nyaman.

Ternyata, keluhan yang saya rasakan bukan sekadar perasaan biasa. National Eye Institute menjelaskan bahwa Gejala Mata Kering dapat berupa rasa seperti ada sesuatu atau pasir di mata, sensasi menyengat atau terbakar, mata kemerahan, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan kabur. (National Eye Institute, 2025).

Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan layar digital dan gejala mata kering. Salah satu penjelasan yang banyak dibahas adalah perubahan pola berkedip ketika seseorang terlalu fokus pada layar sehingga permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan (Al-Mohtaseb et al., 2021).

Bagi saya, penjelasan tersebut terasa sangat dekat dengan keseharian. Ketika sedang mengejar deadline, saya bisa begitu fokus membaca, menulis, mengedit, dan memeriksa ulang tulisan sampai lupa bahwa mata juga membutuhkan istirahat.

Insto Dry Eyes


Ketika Mata Mulai Mengganggu Deadline

Ada satu pengalaman yang paling saya ingat.

Saat itu jadwal kontrol ke dokter rematologi masih cukup lama, sementara pekerjaan menulis sedang banyak-banyaknya. Saya harus menyelesaikan beberapa tulisan, termasuk tulisan untuk lomba. Di saat seperti itulah mata saya terasa sangat kering.

SEpet. PErih. LElah.

Saya sempat menggosok-gosok mata karena rasa tidak nyaman tersebut. Bukannya membaik, mata justru mulai terlihat merah.

Saya kemudian berpikir, bagaimana mungkin saya bisa menyelesaikan tulisan jika membaca kalimat di layar saja sudah membuat mata terasa tidak nyaman?

Pengalaman itu membuat saya sadar bahwa saya terlalu sering menganggap tanda-tanda kecil sebagai sesuatu yang bisa ditunda.

Apalagi sebagai penyintas lupus, saya merasa perlu lebih memperhatikan kondisi mata. National Eye Institute juga memasukkan beberapa kondisi autoimun, termasuk lupus, sebagai salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan mata kering.

Penelitian berbasis populasi yang diterbitkan pada 2023 juga menemukan adanya hubungan antara systemic lupus erythematosus (SLE) dan peningkatan risiko penyakit mata kering serta kerusakan permukaan kornea. (Tseng et al., 2023).

Penelitian lain terhadap pasien SLE tanpa sindrom Sjögren sekunder menemukan bahwa proporsi pasien yang memenuhi kriteria penyakit mata kering lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. (Penelitian tersebut menemukan 34,3% pada kelompok SLE dibandingkan 18,1% pada kelompok kontrol).

Tentu pengalaman setiap orang berbeda. Bagi saya, temuan tersebut menjadi pengingat untuk tidak mengabaikan sinyal yang diberikan mata.

Dari Bingung Memilih, Sampai Menemukan INSTO DRY EYES

Di tengah rasa tidak nyaman itu, saya teringat pernah membeli obat tetes mata untuk keadaan darurat. Masalahnya, saya sempat bingung memilih jenis yang sesuai dengan keluhan saya.

Saya pun mencari informasi melalui beberapa tulisan di blog mengenai mata kering. Dari situlah saya mengenal INSTO DRY EYES.

Saya kemudian mencarinya di Alfamart. Ternyata produk tersebut ada.

Menurut informasi resmi produknya, INSTO DRY EYES digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata. Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan tersedia dalam ukuran 7,5 ml.

Insto Dry Eyes
Saya mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Saat itu, saya tidak hanya mengandalkan obat tetes mata. Saya juga berusaha memberikan kesempatan kepada mata untuk beristirahat.

Aktivitas berat saya kurangi. Waktu menatap layar ponsel dan laptop saya batasi. Saya berusaha memperbaiki waktu tidur dan memberikan jeda ketika mata mulai terasa lelah.

Setelah sekitar tiga hari, saya mulai merasakan mata tidak sekering sebelumnya. Rasa perih pun berangsur berkurang. Beberapa hari berikutnya, mata terasa jauh lebih nyaman dan saya dapat kembali menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.

Bagi saya, INSTO DRY EYES akhirnya bukan sekadar produk yang saya temukan ketika sedang membutuhkan. Ia menjadi bagian dari pengalaman yang mengingatkan saya untuk lebih peka terhadap kondisi mata.

Untuk informasi lengkap mengenai produk, kandungan, aturan penggunaan, dan peringatannya, saya merujuk pada informasi resmi INSTO DRY EYES.

Insto Dry Eyes

Bukan Hanya Meneteskan Obat Mata

Pengalaman tersebut juga mengajarkan saya bahwa mengatasi mata kering tidak berarti terus memaksa mata bekerja lalu berharap semuanya selesai hanya dengan obat tetes mata.

Saya mulai belajar mengatur kebiasaan.

Ketika terlalu lama menatap layar, saya mencoba berhenti sejenak. Saya mengurangi waktu melihat ponsel ketika mata mulai terasa lelah. Saya juga berusaha tidur lebih cukup.

Langkah-langkah sederhana seperti membatasi waktu menatap layar dan mengambil jeda juga direkomendasikan sebagai bagian dari perubahan gaya hidup untuk membantu menjaga kenyamanan mata pada kondisi mata kering. National Eye Institute juga menyarankan memberikan jeda dari layar dan mengikuti petunjuk penggunaan obat tetes mata.

Saya juga belajar satu hal yang sebenarnya sederhana: jangan mengucek mata ketika terasa tidak nyaman.

Dulu, menggosok mata terasa seperti respons otomatis. Sekarang saya berusaha menahannya dan mencari cara yang lebih tepat untuk membuat mata kembali nyaman.

Dan yang paling penting, saya tidak lagi merasa harus menyelesaikan setiap deadline dengan mengorbankan waktu istirahat.

Ada Deadline yang Bisa Menunggu

Dulu saya berpikir tulisan harus selesai secepat mungkin. Kalau deadline sudah dekat, saya bisa terus menatap layar meskipun mata sudah memberi tanda.

Sekarang saya punya cara pandang berbeda.

Tulisan memang penting. Lomba juga penting. Tetapi kesehatan tetap harus mendapatkan tempat.

Karena ada deadline yang mungkin bisa dikejar esok hari. Ada tulisan yang masih bisa diedit. Ada lomba lain yang masih bisa diikuti.

Tetapi mata adalah bagian dari diri kita yang akan menemani kita membaca, menulis, bekerja, melihat wajah orang-orang yang kita sayangi, dan menikmati berbagai momen dalam hidup.

Mata mungkin tidak selalu berteriak ketika membutuhkan perhatian.

Kadang ia hanya memberi tanda kecil.

SEpet.

PErih.

LElah.

Dan sekarang saya tahu, tanda yang tampak SePeLe itu  seperti mata kering jangan disepelein.

Bagi saya, ketika gejala mata kering datang, INSTO DRY EYES menjadi salah satu yang saya andalkan, disertai dengan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas di depan layar.

Sebab, menjaga mata bukan hanya tentang bagaimana mengatasi rasa tidak nyaman ketika gejala datang. Lebih dari itu, menjaga mata adalah tentang belajar mendengarkan tubuh sebelum ia meminta kita berhenti dengan cara yang lebih keras.

Jika keluhan mata kering terus berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari, saya memilih untuk tidak mengabaikannya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Bagaimanapun, pengalaman pribadi bukan pengganti pemeriksaan mata secara profesional. National Eye Institute juga menyarankan untuk memberi tahu dokter apabila mata kering mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

#InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein


Daftar Pustaka

Al-Mohtaseb, Z., Schachter, S., Lee, B. S., Garlich, J., & Trattler, W. (2021). The relationship between dry eye disease and digital screen use. Clinical Ophthalmology, 15, 3811–3820. https://doi.org/10.2147/OPTH.S321591

National Eye Institute. (2025). Dry eye. National Institutes of Health. https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/dry-eye

Tseng, C.-H., Tai, Y.-H., Hong, C.-T., Dai, Y.-X., Chen, T.-J., Cherng, Y.-G., & Lai, S.-C. (2023). Systemic lupus erythematosus and risk of dry eye disease and corneal surface damage: A population-based cohort study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5), 3776. https://doi.org/10.3390/ijerph20053776 




18 komentar untuk "Pengalaman Menghadapi Mata SEpet, PErih, dan LElah Saat Mengejar Deadline Menulis"

  1. Iya, mata kering itu memang sangat nggak nyaman, produktivitas kita jadi terganggu. Kira-kira, Insto Dry Eyes ini bisa dipakai untuk mengatasi mata kering pada penyintas Sjogren Syndrom juga kah?

    BalasHapus
  2. Mata kering bikin perih bgt memang.

    BalasHapus
  3. Aku sekarang lagi alamin nih mata kering, aku juga penyitas lupus. Memang obat tetes mata itu harus selalu ada di tas kita. Kalo ga mata bakal merah dan kelopak bisa turun sebelah. Terimakasih edukasinya.

    BalasHapus
  4. Terima kasih blog nya sangat bermanfaat & mengedukatif sekali 💕

    BalasHapus
  5. Ok, bermanfaat tips nya

    BalasHapus
  6. Jangan anggap enteng SePeLe yaa...👍

    BalasHapus
  7. Kelas banget nih akak. Pantesan topcer mulu ngerjain artikel. Rupanya ada Insto di balik itu ya. Kalau udah tahu gini berarti makin produkif dong.

    BalasHapus
  8. Wah makasih infonya mbak🙂

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ketemu Insto Dry Eyes ya Mbak, emang jangan di SePeLe in kalau urusan mata ya .

    BalasHapus
  10. Pernah ngalami mata perih terus aku pakai insto dry eyes ini, mata ga kerasa perih lagi

    BalasHapus
  11. Insto itu tipikal obat yang harus selalu ada di kotak obat. Apalagi kalau kita pengendara motor aktif dan banyak kerja di depan layar komputer. Jadi masalah SEPELE seperti dalam tulisan ini bisa segera diatasi

    BalasHapus
  12. Kalau awak gejala mata keringnya malah yang jadi gampang berair mata gitu, Kak. Kalau udah begadang besoknya pasti jadi kayak berpasir gitu rasa matanya

    BalasHapus
  13. Sama, saya juga pakai insto kalau mata lagi Sepet, pedih, lelah dan banyak kerjaan. Cocok di saya

    BalasHapus
  14. MasyaAllah bermanfaat info nya

    BalasHapus
  15. Terima kasih infonya kak evi

    BalasHapus
  16. Makasih infonya, saya juga pakai insto ini utk mata kering

    BalasHapus
  17. Yess...paling ok niy insto..saat mata lelah menatap layar laptop

    BalasHapus
  18. Pilihan yg bagus dan rekomended makasih ya

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca tulisan saya ini. Mohon setelah membaca, beri komentar di bawahnya.
Silahkan follow IG saya : @eviandriani55 dan Twitter saya : @eviandri55.
Salam santun, Evi.