bunga

MOTIVAGRAFI EVI (Bagian 2)



Berikut adalah kumpulan kata-kata motivasi penuh hikmah yang Evi buat selama ini. Selamat membaca. ^_^

Tiap jiwa pembelajar akan terus tingkatkan ilmu, karena dibenaknya: ilmu adalah penerang jiwa, petunjuk kebenaran dan penghubung dengan Tuhan YME. Belajarlah pada guru dan alam sekitar. (Evi A.)
***

Jadikan rasa sakit itu sebaga nikmat terindah maka kita akan merasakan ketenangan, kebaikan dan rasa optimis yang memicu jiwa untuk terus sehat. Maka keajaiban akan muncul. (Evi A.)
***

Saya  bertanya pada ustadzah saya, "Kak, jika kita melihat ada orang berbuat salah atau suatu ilmu yang kurang benar itu bagaimana?" Jawab beliau, "Sampaikan sesuatu itu dengan kebenaran dan ilmu". (Evi A.)
***

“Ya Allah, berikan aku kekuatan-Mu, kesabaran-Mu agar aku menjadi insan yang ikhlas terhadap apapun yang terjadi. Aku sudah berusaha menyampaikan hal yang benar dengan sopan karena-Mu”.
Kadang kehidupan tidak seperti apa yang kita ingin, namun yag pasti Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat hamba-Nya. Tiap peristiwa menjadikan kita semakin dewasa dan menguatkan iman. (Evi A.)
***

Kesulitan, ketakutan adalah bagian yang sering dijalani orang yang sedang dalam ujian. Namun, apabila ia belajar menghadapinya dengan tenang, ikhlas penuh syukur maka ia akan sukses. (Evi A.)
***

“Barakallahufik umrik ya ayahku sayang yang ke 54 tahun. Semoga sisa umur ayah diberkahi Allah, selalu sehat, mudah rezeki dan lancar aktivitasnya. Aamiin”. Doa yang tidak terhijabi salah satunya doa anak pada orang tuanya. Cintai mereka, doakan mereka, maka mereka akan dekat pada kita, menyayangi kita dan dilindungi oleh Allah swt. (Evi A.)
***

Kenali diri maka kita bisa buka potensi diri. Ketika kita memiliki hasrat ingin menjadi sesuatu, kita sering berjuang menggapainya, tanpa kita sadari kita membuka kemampuan yang belum tereksplor menjadi maju. Wujudkanlah. (Evi A.)
***

Anak adalah titipan dari Allah pada dua insan yang saling mencintai dengan tulusnya. Anak dididik dgn benar agar mjd generasi beriman,cerdas,berakhlak mulia&tanggungjawab. (Evi A.)
***

“Kak Evi, kenapa ya tiap disuruh bicara depan umum saya takut?” tanya seorang adik. Kemudian, Evi jawab, “Hal itu karena tidak ada rasa percaya diri, merasa tidak mungkin diterima publik padahal sebenarnya kamu mampu”.(Evi A.)
***

Semangat sambut nikmat hari ini. Potensi besar, tubuh sehat, pikiran bersih, energi positif  bisa kita hadirkan sehingga menghasilkan produktivitas tinggi jika yakin pada diri. (Evi A.)
****


Ketika ia bukan jodoh kita, jangan pernah disesali tapi bersyukurlah karena Allah sedang mengajari kita bagaimana cara bersabar, ikhlas dan berjuang dalam hidup untuk menaikkan derajat. (Evi A.)
***

Sya'ban dan Ramadhan bulan penuh berkah. Allah mengenalkanku dengan seorang dokter dan memberiku kemudahan penyembuhan penyakit. Tubuh sehat dapat berkarya dan mewujudkan impian. (Evi A.)
***

Ya Allah setiap hembusan nafasku, aku membuang seluruh energi negatif, energi kotor, energi berpenyakit sehingga aku sehat, sukses dan bahagia. (Evi A.)
***

Berkaryalah selagi kita semangat. Tebarlah manfaat selagi kita hidup. Berjuanglah selagi kita sehat. Tuntutlah ilmu selagi ada akal dan iman. Berdakwalah selagi ada ilmu. (Evi A.)
***

Andai kau tahu isi hatiku, tak perlu lama aku menunggu. Di sujud cinta kuukir, di tangan doa kupanjat, namun kau tak jua tampil. Berjuang menapaki hidup dengan karya. (Evi A.)
***

Saat kerelaan hati tercipta di jiwa, saat ketenangan batin mengalir di darah di situlah kebahagiaan akan terbentuk ditemani oleh akhlak baik. Bersyukurlah pada Tuhan. (Evi A.)
***

Ketika kita bicara di depan umum atau di ruang terbatas, pikirkan hanya satu: bagaimana kita bisa menebar cahaya manfaat pada banyak orang maka rasa khawatir, takut, gelisah hilang. (Evi A.)
***

Nabi berpesan, “Obati penyakit dengan sedekah; Perbanyak sedekah maka umur panjang; Belilah kesulitan dengan sedekah”. Khalifah Ali berkata," Pancing rezeki dengan sedekah". Lantas sulitkah bersedekah itu? Jangan banyak berpikir, bersedekahlah sekarang juga. (Evi A.)
***

Darahku, aku ikhlas saat engkau keluar, aku pasrah, aku serahkan semua pada Allah. Maafkan aku, jika terlalu lelah memanfaatkan tubuh ini. Aku mencintaimu karena Allah. (Evi A.)
***

Kunci utama saat kita beramal adalah ikhlas. Imam Yusuf bin al-Husein berkata, "Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas". Pemersatu umat adalah ikhlas. Sungguh bahagia sekali apabila kita menjadi insan yang ikhlas. (Evi A.)
****


Rumah adalah bagian dari cintaku. Saat jauh selalu kurindu. Saat dekat ingin kurawat. Sejuk mata saat memandang dedaunan hijau. Damai jiwa saat berkumpul dengan keluarga. (Evi A.)
***


Luar biasa fondasi nikmat ilmu. Karena dengan ilmu membangun kemajuan peradaban, meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadikan aktivitas kita bernilai ibadah di hadapan Allah. (Evi A.)
***

Tadi malam nggak bisa bernafas, sakit banget. Paginya dapat hadiah. Alhamdulillah. Untuk meraih cinta, salah satunya dengan tebar hadiah. Teringat kisah Ratu Bilqis dan Sulaiman (QS.27:34-36). (Evi A.)
***

Saat beribadah dan beramal ada unsur ketakwaan, keikhlasan, kesabaran, rasa sayang dan cinta yang akan membawa perubahan pada diri. Bahkan medis akan terkejut. (Evi A.)
***

Ingin buat tulisan "Cinta (tak) harus memiliki". Sebenarnya bisa kalau optimis dan tidak ada keraguan ketika menjemput pasangan. Perasaan cinta seorang laki-laki itu misteri. Belajarlah untuk mengerti dan memahami. (Evi A.)
***

Bersyukurlah kita sebagai wanita begitu sangat dimuliakan di ayat-Nya, diberi rasa kasih, lembut, penyayang sehingga mampu menentramkan hati orang. Mata hati penuh cinta tulus. (Evi A.)
***

Mencintai adalah kenikmatan yang pasti ingin dimiliki tiap insan. Apalagi jika cinta itu dapat kita bagi dengan ketulusan hati di segala bidang. Indahnya luar biasa. (Evi A.)
***

Rendah hati kalau dengan orang lain tapi kalau dengan diri sendiri harus optimis. Nah kekuatan ini yang menjadikan diri lebih optimal lagi. (Evi A.)
***

Ketika kita berlatih, yang terlihat sebenarnya bukan lemahnya diri kita tapi betapa sebenarnya diri kita punya power yang optimal tinggal bagaimana kita mengasahnya. (Evi A.)
***

Pribadi bercahaya bukan hanya memancarkan cahaya kebaikan, tapi juga menebar benih manfaat, bertindak sesuai ucapan sehingga diri kita akan disayang Tuhan dan makhluk-Nya. (Evi A.)
****