Takjil Hanya Terkenal di Bulan Ramadan

Setuju ga sahabat Evi kalau takjil hanya terkenal di bulan Ramadan saja? Pasti setuju ya.


Sebenarnya takjil itu apa sih? Kok terkenal banget di bulan Ramadan. Padahal makanan-makanan ini sering kita makan juga di luar Ramadan. Tapi ga pernah tuh kita bilang takjil.


Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI, tak.jil adalah:
1. v Isl mempercepat (dalam berbuka puasa)
2. n penganan dan minuman untuk berbuka puasa


Jadi takjil adalah penganan sejenis kudapan atau cemilan atau makanan kecil untuk berbuka puasa. Tak hanya penganan, minuman juga banyak macam tersedia untuk dijadikan takjil dalam berbuka puasa. Jadi sebelum makan berat, kita makan dan minum takjil dulu.


Apakah setiap berpuasa kita wajib ada takjil? Kalau saya pribadi tidaklah wajib ada takjil. Ada air putih saja atau kurma satu saja untuk mempercepat buka puasa saja sudah cukup. Namun karena Ramadan bulan suci penuh berkah, para pedagang juga terimbas keberkahan dari Allah Swt.


Mereka berdagang aneka takjil seperti macam-macam kue, gorengan, pisang ijo, kolak ubi pisang, kolak mata ikan, bubur candil, bubur sumsum, biji salak, kolak durian, kurma, dll. Juga macam-macam minuman seperti es dawet, es campur, es durian, es teh manis, teh manis hangat, jus buah, sup buah, es coklat cincau, es cincau gula aren, dll. 


Makanan dan minuman favorit takjil keluarga di rumah Evi apa saja? Setiap berbuka puasa, takjil selalu ada di rumah kita.


Berikut makanan takjil yang sering ada di rumah:


1. Kurma
Kurma salah satu menu takjil yang wajib ada di rumah. Kurma biasanya kami makan saat sahur dan berbuka. Kurma yang ada di rumah saya adalah kurma ajwa. Rasanya yang legit dengan kemanisan sedang dan teksturnya lembut (kalau kurma ajwa sudah lama, teksturnya keras) membuat ketagihan makannya.


2. Gorengan
Gorengan memang salah makanan yang kurang sehat. Karena makanannya ini berminyak dan digoreng dengan tepung. Tapi karena suami saya suka, ya makanan ini sering ada jadi makanan favorit takjil.
Suami saya suma tahu isi, risol, bakwan.


3. Pisang Ijo
Pisang ijo makanan khas Bugis kota Sulawesi Selatan. Di rumah saya, Depok, pisang ijo hanya dapat kita jumpai saat bulan Ramadan saja. Di luar Ramadan tidak ada, alias susah menemukannya. Suami saya yang suku Bugis suka sekali dengan pisang ijo ini.


Namun berdasarkan yang saya makan, pisang ijo ini terasa nikmat tergantung dari jenis pisangnya. Kalau di kampung Sorowako Sulsel ada jenis pisang khususnya. Kalau di sini memakai pisang kepok, pisang tanduk, atau pisang nangka.  Sirupnya kalau orang Bugis Sulsel biasanya pakai sirup DHT Pisang Ambon. Kalau di sini bisa pakai sirup coco pandan.


4. Bubur Sumsum

Ini merupakan salah satu makanan bubur favorit saya di antara banyak macam bubur. Teksturnya yang lembut bercampur gula aren dan santan. Hmm, lezat banget.


5. Biji Salak
Biji salak juga salah satu bubur favorit saya. Tapi kalau beli biji salak ini kalau buatnya empuk maka enak. Kalau terlalu besar dan padat, saya kurang menyukainya. Karena yang ada rasa tepungnya saja di lidah.


6. Kolak ubi dan pisang

Saya sebenarnya lebih suka kolak pisang. Di dalam kolaknya itu hanya ada pisang. Tapi kalau di Depok ini, orang buat kolak pisangnya selalu ada ubi di dalamnya. Tapi tetap dikatakan kolak pisang hehehe. Kalau saya sih menamainya kolak ubi dan pisang.


7. Agar-agar atau puding
Ini makanan yang sangat disukai. Teksturnya lembut di lidah dan rasanya nikmat, membuat ketagihan.


8. Kue-kue tradisional
Takjil jenis kue-kue ini suka ada di rumah. Tapi tidak sesering gorengan. Karena suami lebih suka gorengan.


Minuman favorit saat berbuka puasa saya dan keluarga ga begitu banyak macam. Diantaranya  adalah:


1. Teh Manis Panas atau Es Teh Manis
Ini minuman wajib sahur dan berbuka puasa selain air putih


2. Es coklat Cincau
Perpaduan coklat dengan es, susu, dan cincau yang diiris-iris tipis menambah kenikmatan tersendiri. Bahkan anak saya, dia maunya minumannya itu setiap hari, ga ada bosannya hehehe. 


3. Jus buah
Kadang berbuka puasa saya dan keluarga pesa jus buah seperti jus jeruk dan jus alpukat. Tapi ga sering. Seminggu sekali saja. Karena ga begitu doyan. Itu pun seminggu sekali jarang dibeli atau dibuat.


Sup buah juga sama seperti jus buah. Jarang dikonsumsi. Paling satu kali seminggu. Atau pas lagi ga ada buah di rumah, kita beli sup buah.


Makanan dan minuman di atas hanya bisa saya nikmati di bulan Ramadan saja. Kalau puasa di luar Ramadan, tidak ada selengkap itu. Cukup teh manis dan air putih saja. Oleh sebab itu, istilah takjil hanya terkenal di bulan Ramadan Semoga paparan saya ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya ya sahabat Evi.


Salam santun,
Evi Andriani
Depok, 26 Maret 2024

Posting Komentar untuk "Takjil Hanya Terkenal di Bulan Ramadan"